Madrid, (Kabaristana.com) || 27 Maret 2026 Parlemen Spanyol mengesahkan paket stimulus senilai 5 miliar euro atau sekitar Rp98,1 triliun. Pemerintah langsung mengarahkan kebijakan ini untuk menahan dampak ekonomi akibat eskalasi konflik di Timur Tengah.
Kongres Deputi Spanyol menyetujui langkah tersebut melalui dekret kerajaan. Pemerintah kemudian menurunkan pajak energi, termasuk memangkas PPN listrik, gas, dan bahan bakar dari 21 persen menjadi 10 persen. Selain itu, pemerintah juga memberikan insentif pajak bagi sektor produksi dan distribusi energi.
Menteri Ekonomi Carlos Cuerpo menegaskan bahwa pemerintah merancang kebijakan ini sebagai respons cepat terhadap tekanan ekonomi. Ia juga menyebut sekitar 20 juta rumah tangga akan menikmati penurunan tagihan listrik. Dengan demikian, daya beli masyarakat tetap terjaga.
Sebelumnya, Perdana Menteri Pedro Sánchez mengumumkan paket yang mencakup sekitar 80 langkah strategis. Melalui langkah tersebut, pemerintah ingin menjaga stabilitas ekonomi nasional sekaligus meredam dampak eksternal.
Dampak Konflik Meluas ke Energi Global
Konflik meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke Iran pada akhir Februari. Setelah itu, Iran membalas serangan dengan menargetkan wilayah Israel serta fasilitas militer AS di kawasan.
Akibatnya, ketegangan langsung mengganggu jalur distribusi energi global. Pelayaran di Selat Hormuz ikut terhambat, sehingga pasokan minyak dan gas menyusut. Oleh karena itu, harga energi di berbagai negara, termasuk Spanyol, ikut meningkat.
Fokus Jaga Rumah Tangga dan Dunia Usaha
Pemerintah Spanyol memprioritaskan perlindungan rumah tangga dan pelaku usaha. Untuk itu, pemerintah menekan biaya energi agar industri tetap beroperasi. Di sisi lain, kebijakan ini juga membantu masyarakat menghadapi lonjakan harga.
Dengan langkah cepat ini, pemerintah Spanyol menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga stabilitas ekonomi. Selain itu, kebijakan tersebut sekaligus menjadi strategi untuk menghadapi ketidakpastian global yang terus berkembang.
Sumber : Reuters / Anadolu Agency
Saat ini belum ada komentar