Prabowo Soroti Ancaman Krisis Global: Pangan, Energi, dan Air Jadi Fokus Utama
- account_circle Rahman
- calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
- visibility 86
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto : Tangkapan layar - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan taklimat pada rapat kerja pemerintah anggota Kabinet Merah Putih di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/4/2026)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, (Kabaristana.com) || Presiden Prabowo Subianto mengingatkan potensi krisis global yang mengancam banyak negara. Ia menyoroti tiga sektor utama, yaitu pangan, energi, dan air.
Pernyataan itu disampaikan dalam rapat kerja Kabinet Merah Putih di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu. Prabowo menegaskan bahwa ketiga sektor tersebut sangat menentukan keselamatan bangsa.
Ia menjelaskan bahwa pandangan itu sejalan dengan kajian Perserikatan Bangsa-Bangsa melalui program Sustainable Development Goals (SDGs). Program tersebut telah lama memproyeksikan ancaman krisis global di tiga sektor itu.
Prabowo mengaku telah lama menekankan pentingnya ketahanan pangan, energi, dan air. Ia menuangkan gagasan tersebut dalam berbagai pemikiran dan tulisan.
Di dalam negeri, Prabowo menilai kondisi Indonesia relatif aman, khususnya pada ketersediaan air. Ia menyebut Indonesia memiliki sumber daya air yang cukup besar.
Namun, ia mengakui masih ada wilayah yang menghadapi kesulitan air. Kondisi itu banyak terjadi di kawasan Indonesia timur.
Menurutnya, persoalan utama bukan pada ketersediaan air. Masalah lebih sering muncul karena pengelolaan yang belum optimal.
Ia juga menyoroti kerusakan lingkungan sebagai penyebab utama. Penebangan hutan dan kerusakan alam dapat memicu kekeringan.
Prabowo menegaskan bahwa pemerintah harus menjaga alam dengan lebih baik. Upaya itu penting untuk menjamin ketersediaan air di masa depan.
Dalam kesempatan itu, Presiden mengumpulkan menteri, wakil menteri, dan pejabat eselon I. Ia ingin memastikan semua pihak memiliki pemahaman yang sama.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, Angga Raka Prabowo, mengatakan arahan langsung Presiden sangat penting. Langkah itu membantu menyatukan visi dalam menjalankan kebijakan.
Ia menambahkan, Presiden juga menyampaikan berbagai isu strategis. Termasuk perkembangan global yang dapat memengaruhi kebijakan nasional.
- Penulis: Rahman
- Editor: Nur Wayda

Saat ini belum ada komentar