Iran Hantam Pangkalan AS di Timur Tengah, Eskalasi Memuncak Usai Kematian Khamenei
- account_circle Rahman
- calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
- visibility 156
- comment 0 komentar
- print Cetak

Petugas pemadam kebakaran berupaya memadamkan api yang melalap bangunan dan kendaraan usai serangan di kawasan perkotaan Timur Tengah, di tengah eskalasi konflik regional. Foto: REUTERS/Tomer Appelbaum
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, (Kabaristana.com) | Iran menembakkan rudal ke sejumlah negara Teluk yang menjadi lokasi pangkalan militer Amerika Serikat pada Sabtu (28/2/2026). Serangan ini menyasar wilayah strategis dan langsung meningkatkan status siaga keamanan di Timur Tengah.
Iran menyebut aksi tersebut sebagai balasan atas operasi militer gabungan Amerika Serikat dan Israel yang menyerang fasilitas penting di wilayahnya pada hari yang sama. Sejumlah negara kemudian menutup wilayah udara mereka untuk penerbangan sipil.
Pangkalan AS Jadi Sasaran Utama
Kantor berita Fars melaporkan Korps Garda Revolusi Islam menargetkan pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk. Sasaran utama meliputi Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar, Pangkalan Udara Al Salem di Kuwait, Al Dhafra di Uni Emirat Arab, serta markas Armada Kelima AS di Bahrain.
Warga di Doha, Abu Dhabi, Manama, dan Riyadh melaporkan suara ledakan. Sistem pertahanan udara aktif di beberapa kota utama.
Pemerintah Uni Emirat Arab mengonfirmasi satu warga tewas di Abu Dhabi. Otoritas setempat menyebut sistem pertahanan udara berhasil mencegat sebagian rudal.
Pemerintah UEA mengecam serangan tersebut dan menyatakan siap mengambil langkah balasan sesuai hukum internasional. Di Bahrain, Kementerian Dalam Negeri mengirim peringatan darurat dan meminta warga segera berlindung.
Qatar, Kuwait, dan UEA menutup sementara wilayah udara mereka sebagai langkah pencegahan.
Khamenei Tewas, Iran Nyatakan Pembalasan
Konflik ini terjadi setelah laporan tewasnya sejumlah pejabat tinggi Iran. Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dipastikan meninggal dunia dalam rangkaian serangan militer terbaru.
Media pemerintah Iran melaporkan beberapa anggota keluarga Khamenei juga menjadi korban. Kematian ini mengguncang struktur kepemimpinan Republik Islam Iran.
IRGC menyatakan duka mendalam dan menegaskan akan membalas pihak yang bertanggung jawab. Pernyataan tersebut dimuat oleh Fars dan dikutip Al Jazeera.
Sebaran Kekuatan Militer AS di Timur Tengah
Amerika Serikat mengoperasikan sedikitnya 19 lokasi militer di Timur Tengah. Jumlah personel diperkirakan mencapai 40.000 hingga 50.000 orang.
Pangkalan permanen AS berada di Bahrain, Mesir, Irak, Yordania, Kuwait, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab. Qatar, Bahrain, dan Kuwait menjadi pusat operasi udara, laut, dan logistik.
Al Udeid di Qatar berfungsi sebagai markas utama Komando Pusat AS (CENTCOM). Pangkalan ini menampung sekitar 10.000 personel dan hampir 100 pesawat tempur.
Washington Keluarkan Ancaman Terbuka
Amerika Serikat mengakui telah menyerang fasilitas militer Iran, termasuk infrastruktur IRGC di sekitar Teheran. Presiden AS Donald Trump memperingatkan aparat keamanan Iran agar menyerahkan senjata atau menghadapi serangan lanjutan.
Trump juga meminta warga Iran mencari perlindungan dan menyebut perubahan rezim sebagai opsi terbuka.
Serangan langsung Iran ke pangkalan AS di negara Arab meningkatkan risiko konflik regional. Ketegangan ini juga mengancam stabilitas penerbangan internasional dan jalur perdagangan global.
Kawasan Timur Tengah kini menghadapi eskalasi militer paling serius dalam beberapa dekade terakhir.
- Penulis: Rahman
- Editor: Nur Endana
- Sumber: Kabaristana.com

Saat ini belum ada komentar