BKSAP DPR Kecam Tindakan Militer Israel di Timur Tengah
- account_circle Rahman
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 57
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto: Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Syahrul Aidi saat menghadiri Sidang Umum International Parliamentary Union (IPU) ke-152 di Istanbul, Turki.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, (Kabaristana.com) – Sabtu 18 April 2026 Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI mengecam tindakan militer Israel di Timur Tengah. Aksi tersebut menimbulkan korban jiwa dan meningkatkan risiko konflik global.
Ketua BKSAP DPR RI, Syahrul Aidi, menyampaikan sikap itu dalam Sidang Umum Inter-Parliamentary Union (IPU) ke-152 di Istanbul, Turki. Forum ini dihadiri sekitar 150 negara.
“Kami menyampaikan sikap tegas atas tindakan Israel di Timur Tengah,” kata Syahrul.
Soroti Serangan terhadap Prajurit TNI
Dalam forum tersebut, BKSAP menyoroti serangan Israel di Lebanon Selatan. Serangan itu menewaskan tiga prajurit TNI.
Ketiga prajurit bertugas dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Mereka menjalankan peran sebagai pasukan penjaga perdamaian.
Namun, Israel tetap melancarkan serangan. Oleh karena itu, Syahrul menilai tindakan itu melampaui batas. Ia menegaskan bahwa serangan terhadap pasukan perdamaian tidak dapat dibenarkan.
Kecaman atas Situasi di Gaza
Selain itu, BKSAP juga mengecam serangan Israel di Palestina. Israel terus menggempur Gaza dalam beberapa waktu terakhir.
Bahkan, pemerintah Israel disebut mempersenjatai warga sipil. Kemudian, mereka mengesahkan kebijakan yang dinilai melegalkan kekerasan.
Akibatnya, situasi di kawasan semakin memburuk. Oleh sebab itu, BKSAP menilai tindakan tersebut merusak stabilitas global.
Seruan untuk Tekanan Internasional
Sementara itu, BKSAP mendorong negara-negara dunia untuk bertindak. Mereka meminta komunitas internasional memberi tekanan kepada Israel.
Tujuannya jelas. Dunia harus mencegah konflik yang lebih luas. Jika tidak, risiko perang besar bisa meningkat.
“Kami meminta semua negara bersatu menekan Israel,” ujar Syahrul.
Peran Indonesia di Forum IPU
Selain menyampaikan sikap, BKSAP juga aktif dalam forum internasional. Mereka mengikuti Sidang Umum IPU ke-152 pada 15–19 April 2026.
Forum ini membahas berbagai isu global. Misalnya, konflik internasional dan upaya menjaga perdamaian dunia.
- Penulis: Rahman
- Editor: Nur Wayda

Saat ini belum ada komentar