Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » Ekonom nilai fondasi ekonomi Indonesia tetap terjaga dengan baik

Ekonom nilai fondasi ekonomi Indonesia tetap terjaga dengan baik

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
  • visibility 136
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, (kabaristana.com) – Chief Economist Bank Permata, Josua Pardede, meminta masyarakat tidak merespons perkembangan ekonomi saat ini dengan kekhawatiran berlebihan. Menurutnya, berbagai indikator utama menunjukkan fondasi ekonomi Indonesia tetap kuat meski dunia menghadapi berbagai tantangan.

Dalam Komunita Economic Talk di Jakarta, Jumat, Josua menjelaskan bahwa ekonomi nasional saat ini sedang menyesuaikan diri dengan dinamika global. Ia menegaskan kondisi tersebut bukan tanda Indonesia menuju krisis.

“Yang perlu dipahami adalah bahwa kondisi saat ini merupakan fase penyesuaian terhadap dinamika global, bukan sinyal krisis,” ujar Josua.

Fondasi Ekonomi Indonesia Masih Kokoh

Josua menilai sejumlah indikator ekonomi masih menunjukkan kinerja positif. Masyarakat terus melakukan konsumsi, inflasi tetap berada dalam rentang yang terkendali, sektor perbankan menjaga stabilitas, dan APBN terus mendukung aktivitas ekonomi nasional.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih berada pada level yang relatif tinggi. Stabilitas harga juga membantu masyarakat menjaga daya beli di tengah ketidakpastian global.

Selain itu, konsumsi rumah tangga masih menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional. Belanja pemerintah pada awal tahun juga turut mendorong aktivitas ekonomi domestik.

Dari sisi pasar keuangan, investor asing masih menempatkan dana mereka di pasar Surat Berharga Negara (SBN). Kondisi ini menunjukkan kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia tetap terjaga.

Josua menilai arus modal yang terus masuk menjadi salah satu sinyal positif bagi stabilitas ekonomi nasional. Kepercayaan tersebut muncul karena Indonesia memiliki fundamental ekonomi yang cukup kuat.

Pelemahan Rupiah Terjadi karena Faktor Global

Josua meminta masyarakat melihat pelemahan rupiah dalam konteks global. Menurutnya, penguatan dolar Amerika Serikat dan meningkatnya ketidakpastian geopolitik memberi tekanan kepada banyak mata uang dunia, termasuk rupiah.

Ia juga menolak anggapan yang menyebut Indonesia sedang menuju krisis seperti tahun 1998. Menurutnya, Indonesia kini memiliki struktur ekonomi yang jauh lebih kuat dibandingkan saat krisis Asia terjadi hampir tiga dekade lalu.

Josua mengakui sebagian masyarakat masih merasakan tekanan terhadap kondisi keuangan mereka. Namun, ia menilai kondisi tersebut lebih menggambarkan perubahan pola konsumsi daripada penurunan daya beli secara menyeluruh.

Kenaikan harga beberapa komoditas membuat masyarakat lebih selektif saat membelanjakan pendapatan mereka. Meski demikian, konsumsi domestik tetap menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Pemerintah juga terus menjalankan berbagai program perlindungan sosial untuk membantu kelompok masyarakat rentan menghadapi tekanan ekonomi.

Optimisme Menjadi Modal Pertumbuhan

Josua menegaskan bahwa kepercayaan publik memegang peran penting dalam menjaga pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, masyarakat, pelaku usaha, dan investor perlu mempertahankan keyakinan terhadap prospek ekonomi Indonesia.

Ia mengajak masyarakat untuk tetap optimistis, produktif, dan mampu beradaptasi dengan perubahan global yang terus berlangsung.

“Indonesia memiliki fondasi ekonomi yang kuat, kapasitas kebijakan yang memadai, dan peluang yang besar untuk terus tumbuh. Karena itu, optimisme yang didasarkan pada data dan pemahaman yang baik menjadi sangat penting dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan,” kata Josua.

  • Penulis: Rahman
  • Editor: Nur Endana
  • Sumber: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • TNI buka suara soal rumah Jampidsus dijaga tentara

    TNI buka suara soal rumah Jampidsus dijaga tentara

    • calendar_month Kamis, 9 Jul 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 251
    • 0Komentar

    JAKARTA, (kabaristana.com) – Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Brigadir Jenderal TNI Muhamad Nas menegaskan bahwa TNI mengamankan rumah Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah berdasarkan permintaan resmi Kejaksaan Agung. Nas menjelaskan, Kejaksaan Agung mengajukan permohonan pengamanan kepada TNI. Selanjutnya, kedua institusi berkoordinasi sesuai prosedur yang berlaku. TNI juga berpedoman pada Peraturan Presiden […]

  • Kades Aopa Banta Dugaan Penyelewengan, Tegaskan Transparansi Anggaran DD

    Kades Aopa Banta Dugaan Penyelewengan, Tegaskan Transparansi Anggaran DD

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 317
    • 0Komentar

    KONSEP, (Kabaristana.com) || Kepala Desa Aopa, Kecamatan Angata, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Juhardin, membantah tudingan ketidaksesuaian antara laporan pertanggungjawaban (LPJ) dan kondisi riil di lapangan dalam penggunaan dana desa sejak 2019 hingga 2025. Transparansi Jadi Prinsip Utama Juhardin menegaskan bahwa transparansi menjadi prinsip utama dalam pengelolaan dana desa. Selain itu, masyarakat berhak mengakses seluruh proses […]

  • sultan hb ix uang untuk rakyat yogyakarta

    Tak Tega Rakyat Terpuruk, Raja Jawa Salurkan Dana Pribadi Setara Rp20 Miliar

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 324
    • 0Komentar

    JAKARTA, kabaristana.com | Sultan HB IX uang menjadi penyangga hidup ribuan warga Yogyakarta pada 1947. Saat perang dan agresi militer memiskinkan rakyat, Sultan Hamengkubuwana IX memilih menguras dana pribadinya demi mencegah krisis sosial yang lebih luas. Situasi itu muncul ketika Belanda melancarkan Agresi Militer untuk merebut kembali Indonesia. Aktivitas ekonomi berhenti total. Pegawai negeri kehilangan […]

  • Nanik Sudaryati Deyang menjelaskan program MBG bukan bisnis

    BGN Tegaskan Program Makan Bergizi Gratis Bukan Ajang Bisnis

    • calendar_month Minggu, 8 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 368
    • 0Komentar

    JAKARTA, (kabaristana.com) | Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan program bisnis. Pemerintah menjalankan program ini sebagai investasi sosial untuk meningkatkan gizi masyarakat, terutama anak-anak dari keluarga kurang mampu. Berawal dari Kepedulian Presiden Prabowo Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, menjelaskan ide MBG muncul dari pengalaman Presiden […]

  • ilustrasi napi korupsi di coffee shop Kendari dipindahkan ke Nusakambangan

    Napi Korupsi Terlihat di Coffee Shop, Dipindahkan ke Lapas Nusakambangan

    • calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
    • account_circle Retanto
    • visibility 257
    • 1Komentar

    Jakarta, {kabaristana.com}-Kasus napi korupsi Nusakambangan mencuat setelah video seorang narapidana terlihat berada di coffee shop. Peristiwa ini langsung menarik perhatian publik dan memicu respons cepat dari aparat pemasyarakatan. Banyak pihak menilai kejadian tersebut sebagai bentuk kelalaian dalam pengawasan napi. Kronologi Kasus Napi Korupsi Nusakambangan Petugas segera memindahkan Supriadi ke Pulau Nusakambangan setelah video tersebut viral […]

  • kecelakaan bus Transjakarta di Jakarta Selatan

    Bus Transjakarta Koridor 13 Tabrakan di Jaksel, 23 Penumpang Luka Ringan

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 224
    • 0Komentar

    JAKARTA, kabaristana.com — Dua unit bus Transjakarta Koridor 13 terlibat kecelakaan di Jalan Swadarma arah Cipulir, Jakarta Selatan, Senin pagi. Insiden tersebut menyebabkan 23 penumpang mengalami luka ringan. Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Budi Hermanto, mengatakan petugas segera mengevakuasi seluruh korban ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis. “Petugas mendata […]

expand_less