Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukrim » GASKAN Bongkar “Jebakan Hukum” Kasus Anak Majalengka: Korban Desak Ganti Dakwaan KUHP dengan UU Perlindungan Anak & TPKS

GASKAN Bongkar “Jebakan Hukum” Kasus Anak Majalengka: Korban Desak Ganti Dakwaan KUHP dengan UU Perlindungan Anak & TPKS

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
  • visibility 166
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Majalengka, (kabaristana.com) – Gerakan Suara Keadilan Netizen (GASKAN) mendesak Kejaksaan Negeri (Kejari) Majalengka memperbaiki surat dakwaan dalam perkara kekerasan seksual terhadap dua kakak beradik di bawah umur. Ayah tiri korban diduga melakukan tindak pidana tersebut.

GASKAN menilai sejumlah kejanggalan hukum berpotensi meringankan hukuman pelaku sekaligus mengabaikan hak pemulihan korban.

KDM Berikan Perlindungan kepada Korban

Sebelumnya, GASKAN mendampingi ibu korban bersama kedua anaknya menemui Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Menanggapi laporan itu, Dedi Mulyadi segera memfasilitasi pengamanan dan penanganan korban di rumah aman milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat di Bandung.

Dedi Mulyadi juga meminta Kejari Majalengka, Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat, dan instansi terkait lainnya memberikan perlindungan penuh kepada kedua anak tersebut.

Sekretaris Jenderal GASKAN, Andi Muhammad Rifaldy, mengapresiasi langkah cepat tersebut. Menurutnya, perhatian pemerintah daerah menjadi dukungan moral dan hukum yang sangat berarti bagi korban dan keluarganya.

GASKAN Temukan Dua Dugaan Pelanggaran

GASKAN mendatangi Kejari dan Pengadilan Negeri Majalengka untuk mengawal proses hukum. Dari pemantauan sidang kedua pada Selasa (2/6/2026), mereka menemukan dua hal yang dianggap bermasalah.

Pertama, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Citra mengakui tidak memanggil keluarga korban saat sidang pembacaan dakwaan. JPU beralasan jadwal persidangan telah tersedia melalui sistem daring.

GASKAN menilai alasan tersebut tidak dapat dibenarkan. Jaksa seharusnya memberikan informasi langsung kepada korban dan keluarganya terkait tahapan persidangan.

Kedua, ibu korban bernama Ashima mempertanyakan hak restitusi untuk biaya pengobatan dan pendidikan anak. Namun, GASKAN menilai respons JPU tidak menunjukkan empati dan tidak memberikan penjelasan hukum yang memadai.

“Sikap ini adalah arogansi kekuasaan. Korban adalah anak-anak yang membutuhkan pendampingan, bukan diperlakukan seperti musuh hanya karena menuntut hak keadilan mereka,” kata Andi.

GASKAN Soroti Dasar Dakwaan

Dalam penjelasannya, JPU menggunakan Pasal 473 ayat (1) dan ayat (4) KUHP Baru serta Pasal 415 huruf b KUHP Baru sebagai dasar dakwaan.

Namun, GASKAN menilai penggunaan pasal tersebut belum cukup. Mereka meminta jaksa mengutamakan Undang-Undang Perlindungan Anak, khususnya Pasal 81, serta Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS).

GASKAN menilai kedua aturan tersebut merupakan hukum khusus atau lex specialis. Karena itu, aparat penegak hukum harus mengutamakannya dalam perkara kekerasan seksual terhadap anak.

Andi menjelaskan bahwa aturan tersebut memuat ancaman pidana yang lebih tegas. Selain itu, regulasi tersebut juga menjamin hak restitusi guna mendukung proses pemulihan korban.

“Tanpa menjunctokan UU Perlindungan Anak dan UU TPKS, dakwaan ini membuka celah hukuman ringan sekaligus menghilangkan hak pemulihan korban. Hal itu bertentangan dengan prinsip keadilan,” ujarnya.

Empat Pertanyaan untuk Kejari

Dalam pertemuan dengan pihak Kejari Majalengka, GASKAN menyampaikan empat pertanyaan penting.

Pertama, mengapa jaksa tidak menggunakan UU TPKS dan UU Perlindungan Anak sebagai dasar utama dakwaan.

Kedua, mengapa jaksa tidak memanggil korban pada sidang pertama.

Ketiga, apakah jaksa akan menuntut restitusi guna memenuhi hak korban.

Keempat, mengapa jaksa tidak menggunakan dugaan ancaman senjata tajam sebagai dasar pemberatan hukuman.

GASKAN Siapkan Langkah Lanjutan

Pihak Kejari Majalengka menyatakan kesediaan untuk berdiskusi lebih lanjut. Mereka juga membuka ruang pertemuan bersama Kepala Kejaksaan Negeri.

Meski demikian, GASKAN menegaskan akan mengambil langkah lanjutan apabila hak restitusi korban tetap diabaikan. Organisasi tersebut berencana mengirim surat resmi kepada Pengadilan Negeri.

GASKAN juga akan mengirimkan tembusan surat kepada Kejaksaan Tinggi, instansi terkait, serta Gubernur Jawa Barat.

“Kami ingin memastikan keadilan benar-benar terpenuhi bagi kedua anak korban yang masih di bawah umur. Kami juga meminta perhatian terhadap dugaan penelantaran dan penggelapan yang diduga dilakukan pelaku,” pungkas Andi.

  • Penulis: Rahman
  • Editor: Nur Endana
  • Sumber: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • IPMKU-Jakarta Geruduk Kejagung dan ESDM, Desak Penindakan PT TMS dan PT Askon

    IPMKU-Jakarta Geruduk Kejagung dan ESDM, Desak Penindakan PT TMS dan PT Askon

    • calendar_month Senin, 19 Okt 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 121
    • 0Komentar

    Jakarta, (KABARISTANA.COM) — Ikatan Pemuda Mahasiswa Konawe Utara (IPMKU)-Jakarta menggelar aksi unjuk rasa pada Senin, 19 Oktober 2026, dengan mendatangi Kejaksaan Agung RI dan Kementerian ESDM RI. Aksi tersebut merupakan bentuk desakan mahasiswa agar pemerintah dan aparat penegak hukum segera menindaklanjuti sejumlah persoalan yang mereka soroti di Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara. Dalam orasinya, Pandi […]

  • Purbaya Yudhi Sadewa jelaskan efisiensi anggaran makan bergizi gratis dalam program MBG

    Purbaya: Anggaran Program Makan Bergizi Gratis Bisa Diefisienkan Tanpa Kurangi Manfaat

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 227
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) | Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mendorong efisiensi anggaran dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pemerintah ingin memperbaiki pola belanja program tersebut agar lebih efektif tanpa mengurangi manfaat bagi masyarakat. Purbaya menilai program MBG memiliki tujuan yang sangat baik, terutama untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat. Karena itu, pemerintah fokus memperbaiki mekanisme belanja agar […]

  • banjir Jakarta akibat hujan deras merendam permukiman warga

    Hujan Mengguyur Jakarta, Sejumlah Wilayah Mengalami Kebanjiran

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 447
    • 0Komentar

    JAKARTA, (kabaristana.com) | Banjir Jakarta kembali terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah ibu kota sejak Minggu malam hingga Senin dini hari, Senin (12/1/2026). Hujan turun dengan intensitas tinggi selama beberapa jam tanpa jeda. Curah hujan yang tinggi membuat saluran drainase kewalahan. Air meluap dan menggenangi permukiman warga serta ruas jalan utama. Kondisi ini memicu banjir […]

  • Manchester City kalahkan Newcastle 3-1 di Piala FA 2025/2026

    Manchester City Lolos ke Perempat Final Piala FA Usai Taklukkan Newcastle 3-1

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 317
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) | Manchester City memastikan langkah ke perempat final Piala FA 2025/2026 setelah mengalahkan Newcastle United dengan skor 3-1 pada putaran kelima yang berlangsung di Stadion St James’ Park, Minggu dini hari WIB. Kemenangan ini membawa The Citizens menyusul sejumlah klub besar lain yang lebih dulu memastikan tempat di babak delapan besar. Dalam pertandingan […]

  • Ketua Koalisi Pemuda Indonesia Timur Soroti Syarat Desil pada Penerima KIP Kuliah, Minta Kemendiktisaintek Lakukan Evaluasi

    Ketua Koalisi Pemuda Indonesia Timur Soroti Syarat Desil pada Penerima KIP Kuliah, Minta Kemendiktisaintek Lakukan Evaluasi

    • calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 219
    • 0Komentar

    JAKARTA, (kabaristana.com) — Ketua Koalisi Pemuda Indonesia Timur (KPIT), Ichi Amahoru, menyoroti syarat desil dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Pemerintah menggunakan kategori desil sebagai salah satu dasar penentuan penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah 2026. Ichi meminta pemerintah mengevaluasi kebijakan tersebut. Ia khawatir syarat desil menghambat calon mahasiswa dari keluarga kurang mampu. […]

  • Guru PNS di Pangkalpinang ditangkap polisi karena diduga mencuri ponsel dan laptop siswa untuk bermain judi online.

    Kecanduan Judol, Oknum Guru di Babel Diduga Curi HP dan Laptop Siswa

    • calendar_month Jumat, 18 Sep 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 111
    • 0Komentar

    Pangkalpinang, (KABARISTANA.COM) — Seorang oknum guru SMK Negeri di Kota Pangkalpinang, Bangka Belitung (Babel), berinisial AD (46), ditangkap polisi karena diduga mencuri ponsel dan laptop milik siswanya. Guru akuntansi berstatus PNS tersebut diduga melakukan aksinya untuk bermain judi online (judol). “Pelaku atas nama inisial AD ini merupakan oknum guru SMK di salah satu sekolah di […]

expand_less