RI: Kecam Spanduk Militer Israel di RS Indonesia Gaza, Dinilai Provokatif
- account_circle Rahman
- calendar_month 12 jam yang lalu
- visibility 135
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto: gedung Rumah sakit Indonesia di gaza Palestina.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Gaza, (Kabaristana.com) Pemerintah Indonesia mengecam keras aksi militer Israel yang memasang spanduk “Rising Lion” di reruntuhan Rumah Sakit Indonesia di Gaza utara, Palestina. Indonesia menilai tindakan itu provokatif dan melanggar prinsip kemanusiaan.
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyampaikan protes resmi melalui platform X pada Rabu (22/4). Kemlu menegaskan bahwa pasukan Israel tidak boleh menggunakan fasilitas sipil untuk propaganda militer.
“Indonesia mengecam keras dan memprotes pemasangan spanduk ‘Rising Lion’ di atas reruntuhan Rumah Sakit Indonesia di Gaza,” tulis Kemlu RI.
Kemlu menegaskan bahwa Rumah Sakit Indonesia berfungsi sebagai fasilitas sipil. Relawan dan masyarakat Indonesia membangunnya untuk melayani warga Palestina. Karena itu, siapa pun tidak boleh memanfaatkan lokasi tersebut untuk kepentingan militer.
Pemerintah Indonesia juga menyebut tindakan itu sebagai penghinaan terhadap nilai kemanusiaan. Selain itu, Indonesia mengingatkan semua pihak agar melindungi rumah sakit sesuai hukum humaniter internasional.
Indonesia mendesak Israel menghentikan pelanggaran terhadap infrastruktur sipil. Pemerintah juga menuntut pertanggungjawaban atas serangan terhadap fasilitas kesehatan di Jalur Gaza.
Sejak Oktober 2023, serangan militer Israel telah merusak Rumah Sakit Indonesia. Serangan itu berlanjut hingga masa gencatan senjata pada Oktober 2025. Pada Juli 2025, serangan Israel menewaskan Direktur RS Indonesia, dr. Marwan Al-Sultan, di Gaza barat.
Di lokasi kejadian, pasukan Israel memasang spanduk “Rising Lion” di atap bangunan. Nama tersebut juga digunakan dalam operasi militer Israel terhadap Iran pada Juni 2025.
- Penulis: Rahman
- Editor: Nur Wayda

Saat ini belum ada komentar