Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukum » Kabid Hukum dan HAM PP GPI Meminta KPK Memanggil Raffi Ahmad dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Kabid Hukum dan HAM PP GPI Meminta KPK Memanggil Raffi Ahmad dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
  • visibility 226
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, (kabaristana.com) – Ketua Bidang Hukum dan HAM Pengurus Pusat Gerakan Pemuda Islam (PP GPI) mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil dan memeriksa Raffi Ahmad. Permintaan itu muncul setelah fakta persidangan kasus dugaan suap dan gratifikasi importasi barang di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan menyebut nama Raffi Ahmad.

Kabid Hukum dan HAM PP GPI menilai pemanggilan tersebut penting untuk menjaga transparansi dan profesionalitas penegakan hukum. Menurutnya, KPK perlu mengklarifikasi setiap fakta yang muncul dalam persidangan agar masyarakat tidak berspekulasi.

“Kami menghormati asas praduga tak bersalah. Namun, karena fakta persidangan menyebut nama Saudara Raffi Ahmad dan KPK telah mengonfirmasi hal tersebut, penyidik perlu meminta klarifikasi secara resmi. Langkah itu penting untuk memperjelas perkara ini,” ujarnya.

KPK Belum Menemukan Keterkaitan

Pelaksana Tugas Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik Husein, menjelaskan bahwa Raffi Ahmad pernah mengirim atau menitipkan sejumlah barang elektronik melalui perusahaan kargo yang kini terkait dengan perkara tersebut.

Namun, hingga saat ini, KPK belum menemukan fakta yang cukup untuk menghubungkan tindakan itu dengan pokok perkara. Karena alasan tersebut, penyidik belum memanggil Raffi Ahmad untuk memberikan keterangan.

PP GPI Dorong KPK Bertindak Konsisten

Kabid Hukum dan HAM PP GPI menegaskan bahwa pemanggilan saksi bukan bentuk penetapan keterlibatan seseorang dalam tindak pidana. Aparat penegak hukum menggunakan mekanisme tersebut untuk mencari kebenaran materiil.

“Setiap pihak yang mengetahui suatu peristiwa hukum sebaiknya bersedia memberikan keterangan. Keterangan itu dapat membantu aparat mengungkap fakta secara utuh,” kata Midul Makati, SH., MH.

Midul juga meminta KPK menjaga konsistensi dalam penegakan hukum. Menurutnya, penyidik perlu meminta keterangan dari setiap pihak yang diduga mengetahui perkara, tanpa mempertimbangkan status sosial maupun jabatan.

“KPK harus bertindak tanpa pandang bulu. Figur publik maupun pejabat negara tetap wajib memberikan keterangan apabila penyidik memerlukannya,” tegas Midul.

Ajak Publik Hormati Proses Hukum

PP GPI mengajak masyarakat menghormati asas praduga tak bersalah. Organisasi tersebut juga meminta masyarakat menyerahkan proses pembuktian kepada aparat penegak hukum.

Selain itu, PP GPI berharap KPK terus mendalami fakta yang terungkap selama persidangan. Langkah itu bertujuan agar penyidik dapat memeriksa setiap pihak yang memiliki keterkaitan dengan perkara secara objektif dan profesional.

“Kami berharap KPK menjalankan tugasnya secara independen dan profesional. Dengan demikian, masyarakat dapat terus menjaga kepercayaan terhadap proses penegakan hukum,” tutup Midul Makati.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Israel-Hamas war live updates: Anti-U.S. opinion in Arab countries grows over support for Israel, leaders tell Blinken

    Israel-Hamas war live updates: Anti-U.S. opinion in Arab countries grows over support for Israel, leaders tell Blinken

    • calendar_month Jumat, 9 Feb 2024
    • account_circle Brian Putra
    • visibility 759
    • 0Komentar

    CHARLESTON, (KABARISTANA.COM) – Presiden Amerika Serikat Joe Biden menghadapi aksi protes saat menyampaikan pidato di Gereja Mother Emanuel AME, Charleston, Carolina Selatan. Beberapa aktivis anti-perang menyela pidato tersebut dan menuntut gencatan senjata di Gaza. Salah satu demonstran berteriak agar pemerintah Amerika Serikat segera mendorong penghentian perang di Palestina. Ia menilai penghormatan terhadap korban konflik harus […]

  • FAMHI desak pencabutan IUP PT WIN terkait dugaan kerusakan lingkungan dan ancaman keselamatan masyarakat di Konawe Selatan Sulawesi Tenggara.

    FAMHI DESAK PEMERINTAH CABUT IUP PT WIJAYA INTI NUSANTARA (WIN) ATAS DUGAAN KERUSAKAN LINGKUNGAN DAN ANCAMAN KESELAMATAN MASYARAKAT

    • calendar_month Minggu, 31 Mei 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 222
    • 0Komentar

    Jakarta, (kabaristana.com) – Forum Advokasi Mahasiswa Hukum Indonesia (FAMHI) mendesak Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI segera mengevaluasi dan mencabut Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Wijaya Inti Nusantara (WIN) di Desa Torobulu, Kecamatan Laeya, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara. FAMHI menyampaikan desakan tersebut setelah berbagai laporan dan temuan lapangan mengungkap dugaan kerusakan lingkungan […]

  • penyiraman air keras aktivis KontraS ilustrasi kekerasan terhadap aktivis HAM

    TNI Turun Tangan Selidiki Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 237
    • 0Komentar

    JAKARTA, (kabaristana.com) | Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI) mulai menelusuri kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Adrie Yunus. Langkah ini muncul setelah opini publik ramai mengaitkan institusi TNI dengan insiden tersebut. Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Aulia Dwi Nasrullah menyampaikan bahwa TNI […]

  • Ilustrasi mahasiswa menunggu pencairan Beasiswa Mahasiswa Konawe yang belum direalisasikan sehingga terancam tidak bisa mengikuti ujian akhir semester.

    Bupati Konawe Dikritik, Beasiswa Mandek, Mahasiswa Terancam Tak Bisa Ujian

    • calendar_month Rabu, 8 Jul 2026
    • account_circle Retanto
    • visibility 151
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) – Sejumlah mahasiswa asal Kabupaten Konawe yang kuliah di berbagai perguruan tinggi di Jakarta mengeluhkan belum cairnya bantuan pendidikan dari Pemerintah Kabupaten Konawe. Kondisi itu mengganggu kelangsungan studi mereka. Bahkan, sebagian mahasiswa terancam tidak bisa mengikuti ujian akhir semester. Pemerintah Kabupaten Konawe melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) sebelumnya menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan […]

  • hak pendidikan anak dikawal GASKAN ke LPAI

    GASKAN Kawal Dugaan Pelanggaran Hak Pendidikan Anak Bhayangkari Vanessa ke LPAI

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 322
    • 2Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com 12 Februari 2026 — Gerakan Suara Keadilan Netizen (GASKAN) melaporkan dugaan pelanggaran hak pendidikan anak yang dialami Bhayangkari Vanessa ke Lembaga Perlindungan Anak Indonesia. GASKAN menilai anak tidak boleh menanggung dampak dari persoalan hukum orang tua. Sekretaris Jenderal GASKAN, Andi Muhammad Rifaldy, menyatakan organisasinya mengawal kasus ini untuk memastikan pemenuhan hak dasar anak, […]

  • Ilustrasi penyelidikan AS Singapura yang menyoroti perdagangan internasional, industri manufaktur, dan dugaan kerja paksa.

    Penyelidikan AS Singapura Jadi Sorotan Global

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle Retanto
    • visibility 219
    • 0Komentar

    Jakarta, {kabaristana.com}-Penyelidikan AS Singapura kini menarik perhatian internasional. Amerika Serikat melalui United States Trade Representative (USTR) menyelidiki praktik perdagangan Singapura, terutama di sektor manufaktur dan pengawasan kerja paksa. Langkah ini menunjukkan peningkatan perhatian AS terhadap praktik industri di Asia. Pemerintah AS juga memasukkan Singapura dalam daftar negara yang perlu evaluasi lebih lanjut. Fokus Penyelidikan Perdagangan […]

expand_less