Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » International » Blokade Hormuz Dipertanyakan, Asosiasi Korsel Soroti Aspek Hukum Internasional

Blokade Hormuz Dipertanyakan, Asosiasi Korsel Soroti Aspek Hukum Internasional

  • account_circle Rahman
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 32
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, kabaristana.com – Sengketa hukum Selat Hormuz mencuat setelah Amerika Serikat memberlakukan blokade maritim di jalur strategis tersebut. Akibatnya, berbagai pihak internasional langsung menyampaikan kritik, termasuk asosiasi pelayaran dari Korea Selatan.

Asosiasi Pelayaran Arktik Korea Selatan menilai langkah itu sulit dibenarkan secara hukum internasional. Selain itu, Sekretaris Jenderal asosiasi, Subeom Choi, menegaskan bahwa setiap negara harus mematuhi aturan ketat dalam menerapkan blokade laut.

Menurut Choi, hukum laut internasional mensyaratkan pemberitahuan awal, pelaksanaan yang efektif, serta penegakan yang adil. Namun, ia melihat tindakan terhadap pelabuhan Iran belum memenuhi prinsip tersebut. Oleh karena itu, ia meragukan dasar hukum kebijakan tersebut.

Lebih lanjut, blokade maritim biasanya muncul dalam konflik militer resmi. Dalam hal ini, negara pelaksana wajib mengikuti aturan Perserikatan Bangsa-Bangsa dan keputusan Dewan Keamanan. Jika tidak, kebijakan itu berisiko melanggar hukum internasional.

Dampak Sengketa Hukum Selat Hormuz

Selat Hormuz memegang peran penting dalam perdagangan energi global. Bahkan, sekitar 20 persen pasokan minyak dunia melewati jalur ini setiap hari. Karena itu, gangguan kecil pun dapat memicu dampak besar.

Pada 13 April, Angkatan Laut AS mulai membatasi kapal yang masuk dan keluar dari pelabuhan Iran. Meski begitu, pemerintah AS tetap mengizinkan kapal non-Iran melintas. Namun demikian, mereka melarang transaksi tertentu dengan pihak Teheran.

Akibat kebijakan tersebut, pelaku industri pelayaran mulai khawatir. Mereka menilai langkah ini dapat meningkatkan ketegangan dan mengganggu stabilitas perdagangan global.

Potensi Konflik dan Sengketa Global

Di sisi lain, para pengamat menilai sengketa hukum Selat Hormuz dapat berkembang menjadi konflik antarnegara. Jika situasi ini terus berlanjut, ketegangan global bisa meningkat.

Selain itu, negara-negara yang bergantung pada jalur ini kemungkinan akan terdampak langsung. Oleh sebab itu, mereka dapat mendorong pembahasan di forum internasional untuk mencari solusi yang adil.

Pada akhirnya, penyelesaian diplomatik menjadi kunci. Tanpa langkah tersebut, sengketa ini berpotensi memperburuk stabilitas kawasan dan perdagangan dunia.

  • Penulis: Rahman
  • Editor: Nur Wayda

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi kenaikan harga minyak dunia menembus US$100 per barel

    Minyak Dunia Kembali Tembus US$100, Ketegangan Timur Tengah Picu Kekhawatiran Krisis Energi Global

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle Usupriyadi
    • visibility 94
    • 0Komentar

    JAKARTA, (kabaristana.com) | Harga minyak dunia kembali menembus level psikologis US$100 per barel pada perdagangan Kamis pagi. Kenaikan tajam ini terjadi setelah ketegangan geopolitik di Timur Tengah meningkat dan memicu kekhawatiran gangguan pasokan energi global. Berdasarkan data perdagangan hingga pukul 09.45 WIB, minyak Brent berada di level US$100,72 per barel. Sementara itu, minyak jenis West […]

  • Forum IRPII bersama BEKRAF di Jakarta membahas standarisasi dan kolaborasi industri periklanan nasional

    IRPII Satukan Industri Iklan Nasional, BEKRAF Tegaskan Dukungan Implementasi Kesepakatan

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 166
    • 0Komentar

    Forum industri iklan IRPII menjadi momentum penting bagi industri periklanan nasional untuk menyatukan visi, memperkuat kolaborasi, dan mendorong standarisasi melalui Industry Alignment Forum di Jakarta dengan dukungan Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF). JAKARTA, duasatunews.com – 9 Februari 2026,  Forum industri iklan IRPII menjadi momentum penting bagi industri periklanan nasional untuk menyatukan visi, memperkuat kolaborasi, dan mendorong […]

  • Kerusakan Hutan Akibat Tambang Nikel di Indonesia Timur

    Hutan di Indonesia Timur Rusak Akibat Tambang Nikel

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle Darman
    • visibility 198
    • 0Komentar

    Setiap kali tambang nikel dibuka, sepotong hutan di Indonesia Timur menghilang dari peta, sementara narasi pembangunan terus menutupi biaya lingkungan yang jarang benar-benar dihitung. Jakarta, kabaristana.com | Kerusakan hutan akibat tambang nikel di Indonesia Timur semakin nyata seiring meningkatnya aktivitas pertambangan dalam beberapa tahun terakhir. Pembukaan lahan berskala besar untuk mengejar produksi nikel telah mengubah […]

  • Golkar tetap solid saat pembukaan Musda Malut di Ternate

    Bahlil Serukan Soliditas Golkar, Ingatkan Kader Tak Terpecah Usai Musda Maluku Utara

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 112
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) || Ternate, Golkar tetap solid menjadi pesan utama Ketua Umum Bahlil Lahadalia saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) VI Partai Golkar Provinsi Maluku Utara. Ia meminta seluruh kader menjaga persatuan dan tidak terpecah akibat perbedaan pilihan politik. Bahlil menegaskan bahwa dinamika dalam organisasi merupakan hal yang wajar. Namun, ia mengingatkan kader untuk tidak membawa […]

  • Ex Pelatih Futsal Indonesia Ungkap Fondasi Pemain Timnas

    Ex Pelatih Futsal Indonesia Ungkap Fondasi Pemain Timnas

    • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
    • account_circle Porondosi
    • visibility 96
    • 0Komentar

     Jakarta, kabaristana.com – Kensuke Takahashi, Ex pelatih Timnas Futsal Indonesia, menyampaikan pandangannya mengenai perkembangan Timnas Futsal Indonesia. Ia menegaskan bahwa mayoritas pemain yang tampil saat ini berasal dari generasi yang ia bentuk secara langsung selama menangani tim nasional pada periode 2018–2021. Oleh karena itu, ia menilai performa tim saat ini sebagai hasil proses panjang, bukan […]

  • Dugaan pelanggaran tambang AMI disorot aksi mahasiswa di Dirjen Minerba

    Sanksi 8,9 Triliun Belum Diselesaikan, IMPH Desak Dirjen Minerba Hentikan RKAB PT. AMI & PT.AMINDO

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 221
    • 0Komentar

    Jakarta, (kabaristana.com) — Senin (12/01/2026). Ikatan Mahasiswa Peduli Hukum (IMPH) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Dirjen Minerba), Kementerian ESDM Republik Indonesia. Dalam aksi itu, IMPH menuntut pemerintah menindak dugaan pelanggaran tambang oleh PT Arga Moroni Indah (AMI) dan PT Arga Moroni Indotama (AMINDO). IMPH Temukan Dugaan Tambang di […]

expand_less