Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » International » Blokade Hormuz Dipertanyakan, Asosiasi Korsel Soroti Aspek Hukum Internasional

Blokade Hormuz Dipertanyakan, Asosiasi Korsel Soroti Aspek Hukum Internasional

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2026
  • visibility 227
  • comment 2 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, kabaristana.com – Sengketa hukum Selat Hormuz mencuat setelah Amerika Serikat memberlakukan blokade maritim di jalur strategis tersebut. Akibatnya, berbagai pihak internasional langsung menyampaikan kritik, termasuk asosiasi pelayaran dari Korea Selatan.

Asosiasi Pelayaran Arktik Korea Selatan menilai langkah itu sulit dibenarkan secara hukum internasional. Selain itu, Sekretaris Jenderal asosiasi, Subeom Choi, menegaskan bahwa setiap negara harus mematuhi aturan ketat dalam menerapkan blokade laut.

Menurut Choi, hukum laut internasional mensyaratkan pemberitahuan awal, pelaksanaan yang efektif, serta penegakan yang adil. Namun, ia melihat tindakan terhadap pelabuhan Iran belum memenuhi prinsip tersebut. Oleh karena itu, ia meragukan dasar hukum kebijakan tersebut.

Lebih lanjut, blokade maritim biasanya muncul dalam konflik militer resmi. Dalam hal ini, negara pelaksana wajib mengikuti aturan Perserikatan Bangsa-Bangsa dan keputusan Dewan Keamanan. Jika tidak, kebijakan itu berisiko melanggar hukum internasional.

Dampak Sengketa Hukum Selat Hormuz

Selat Hormuz memegang peran penting dalam perdagangan energi global. Bahkan, sekitar 20 persen pasokan minyak dunia melewati jalur ini setiap hari. Karena itu, gangguan kecil pun dapat memicu dampak besar.

Pada 13 April, Angkatan Laut AS mulai membatasi kapal yang masuk dan keluar dari pelabuhan Iran. Meski begitu, pemerintah AS tetap mengizinkan kapal non-Iran melintas. Namun demikian, mereka melarang transaksi tertentu dengan pihak Teheran.

Akibat kebijakan tersebut, pelaku industri pelayaran mulai khawatir. Mereka menilai langkah ini dapat meningkatkan ketegangan dan mengganggu stabilitas perdagangan global.

Potensi Konflik dan Sengketa Global

Di sisi lain, para pengamat menilai sengketa hukum Selat Hormuz dapat berkembang menjadi konflik antarnegara. Jika situasi ini terus berlanjut, ketegangan global bisa meningkat.

Selain itu, negara-negara yang bergantung pada jalur ini kemungkinan akan terdampak langsung. Oleh sebab itu, mereka dapat mendorong pembahasan di forum internasional untuk mencari solusi yang adil.

Pada akhirnya, penyelesaian diplomatik menjadi kunci. Tanpa langkah tersebut, sengketa ini berpotensi memperburuk stabilitas kawasan dan perdagangan dunia.

  • Penulis: Rahman
  • Editor: Nur Wayda

Komentar (2)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Operasi penyelamatan kopilot F-15E AS di Iran oleh pasukan khusus

    Kopilot F-15E AS yang Jatuh di Iran Dievakuasi ke Kuwait, Kondisi Stabil

    • calendar_month Minggu, 5 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 213
    • 0Komentar

    JAKARTA, (kabaristana.com) || Kopilot F-15E AS di Iran berhasil selamat setelah tim militer Amerika Serikat menemukan dan mengevakuasinya ke Kuwait untuk menjalani perawatan medis. Insiden ini langsung menarik perhatian internasional karena melibatkan operasi penyelamatan berisiko tinggi di wilayah yang sensitif secara geopolitik. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa timnya menjalankan salah satu operasi pencarian […]

  • zelenskyy mohammed bin salman bahas konflik timur tengah

    Zelenskyy Telepon Mohammed bin Salman, Bahas Eskalasi Konflik Timur Tengah

    • calendar_month Minggu, 8 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 226
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) | Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menelepon Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman untuk membahas peningkatan ketegangan di kawasan Timur Tengah. Dalam percakapan itu, Zelenskyy mengecam serangan terhadap wilayah Arab Saudi. Ia juga menyampaikan solidaritas Ukraina kepada pemerintah dan rakyat Saudi atas ancaman yang berpotensi mengganggu stabilitas kawasan. Zelenskyy menegaskan dukungan Ukraina terhadap […]

  • Situasi kebakaran pascaserangan di Timur Tengah saat eskalasi konflik dan ancaman terhadap pangkalan militer AS meningkat

    Iran Hantam Pangkalan AS di Timur Tengah, Eskalasi Memuncak Usai Kematian Khamenei

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 263
    • 1Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) | Iran menembakkan rudal ke sejumlah negara Teluk yang menjadi lokasi pangkalan militer Amerika Serikat pada Sabtu (28/2/2026). Serangan ini menyasar wilayah strategis dan langsung meningkatkan status siaga keamanan di Timur Tengah. Iran menyebut aksi tersebut sebagai balasan atas operasi militer gabungan Amerika Serikat dan Israel yang menyerang fasilitas penting di wilayahnya pada […]

  • Pembangunan PSEL Indonesia untuk mengolah sampah menjadi energi listrik

    Menko Zulhas: Pemerintah percepat pembangunan fasilitas PSEL

    • calendar_month Sabtu, 6 Jun 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 138
    • 0Komentar

    JAKARTA, (kabaristana.com) – Pemerintah mempercepat pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di sejumlah daerah prioritas. Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengatakan tiga proyek PSEL akan segera memasuki tahap peletakan batu pertama atau groundbreaking. “Dalam waktu dekat, tiga lokasi PSEL akan memulai pembangunan. Setelah itu, 12 lokasi lainnya masuk tahap pemilihan mitra dengan […]

  • Pers jaga kualitas informasi saat peringatan World Press Freedom Day 2026 di Jakarta”

    Dewan Pers Tegaskan Peran Pers Jaga Kualitas Informasi di Era Disrupsi Digital

    • calendar_month Minggu, 10 Mei 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 96
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) – Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat menegaskan pers tetap memegang peran penting di tengah derasnya arus informasi digital. Dalam peringatan World Press Freedom Day 2026 di Jakarta, Minggu, Komaruddin menyebut pers berfungsi menjaga kualitas informasi yang diterima publik. “Pers itu perannya tidak akan tergusur karena pers menjaga kualitas informasi,” kata Komaruddin. Ia mengibaratkan […]

  • pengangkatan PPPK Sulawesi Tenggara diselidiki gubernur

    Gubernur Sulawesi Tenggara Telusuri Pengangkatan PPPK Pemprov Sultra, Dinilai Tak Sesuai Aturan

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 495
    • 2Komentar

    JAKARTA, kabaristana.com | Dugaan penyimpangan dalam pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Sulawesi Tenggara kini memicu perhatian publik. Pasalnya, kebijakan tersebut berpotensi menambah beban anggaran daerah. Pada saat yang sama, masyarakat menuntut layanan publik tetap berjalan optimal. Karena itu, setiap keputusan kepegawaian menjadi krusial. Terlebih lagi, belanja pegawai langsung memengaruhi ruang fiskal sektor […]

expand_less