Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » International » Blokade Hormuz Dipertanyakan, Asosiasi Korsel Soroti Aspek Hukum Internasional

Blokade Hormuz Dipertanyakan, Asosiasi Korsel Soroti Aspek Hukum Internasional

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2026
  • visibility 164
  • comment 2 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, kabaristana.com – Sengketa hukum Selat Hormuz mencuat setelah Amerika Serikat memberlakukan blokade maritim di jalur strategis tersebut. Akibatnya, berbagai pihak internasional langsung menyampaikan kritik, termasuk asosiasi pelayaran dari Korea Selatan.

Asosiasi Pelayaran Arktik Korea Selatan menilai langkah itu sulit dibenarkan secara hukum internasional. Selain itu, Sekretaris Jenderal asosiasi, Subeom Choi, menegaskan bahwa setiap negara harus mematuhi aturan ketat dalam menerapkan blokade laut.

Menurut Choi, hukum laut internasional mensyaratkan pemberitahuan awal, pelaksanaan yang efektif, serta penegakan yang adil. Namun, ia melihat tindakan terhadap pelabuhan Iran belum memenuhi prinsip tersebut. Oleh karena itu, ia meragukan dasar hukum kebijakan tersebut.

Lebih lanjut, blokade maritim biasanya muncul dalam konflik militer resmi. Dalam hal ini, negara pelaksana wajib mengikuti aturan Perserikatan Bangsa-Bangsa dan keputusan Dewan Keamanan. Jika tidak, kebijakan itu berisiko melanggar hukum internasional.

Dampak Sengketa Hukum Selat Hormuz

Selat Hormuz memegang peran penting dalam perdagangan energi global. Bahkan, sekitar 20 persen pasokan minyak dunia melewati jalur ini setiap hari. Karena itu, gangguan kecil pun dapat memicu dampak besar.

Pada 13 April, Angkatan Laut AS mulai membatasi kapal yang masuk dan keluar dari pelabuhan Iran. Meski begitu, pemerintah AS tetap mengizinkan kapal non-Iran melintas. Namun demikian, mereka melarang transaksi tertentu dengan pihak Teheran.

Akibat kebijakan tersebut, pelaku industri pelayaran mulai khawatir. Mereka menilai langkah ini dapat meningkatkan ketegangan dan mengganggu stabilitas perdagangan global.

Potensi Konflik dan Sengketa Global

Di sisi lain, para pengamat menilai sengketa hukum Selat Hormuz dapat berkembang menjadi konflik antarnegara. Jika situasi ini terus berlanjut, ketegangan global bisa meningkat.

Selain itu, negara-negara yang bergantung pada jalur ini kemungkinan akan terdampak langsung. Oleh sebab itu, mereka dapat mendorong pembahasan di forum internasional untuk mencari solusi yang adil.

Pada akhirnya, penyelesaian diplomatik menjadi kunci. Tanpa langkah tersebut, sengketa ini berpotensi memperburuk stabilitas kawasan dan perdagangan dunia.

  • Penulis: Rahman
  • Editor: Nur Wayda

Komentar (2)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketegangan China-Taiwan Memanas

    Ketegangan China-Taiwan Memanas

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle Brian putra
    • visibility 210
    • 0Komentar

    Jakarta, (kabaristana.com) – Ketegangan China Taiwan kembali meningkat setelah pemerintah China, menilai gagasan pembentukan “negara Taiwan” sebagai ide yang tidak masuk akal. Beijing menegaskan bahwa wacana tersebut bertentangan dengan prinsip satu China dan berpotensi mengganggu stabilitas kawasan Asia Timur. (14/02/2024). Pernyataan keras itu muncul di tengah meningkatnya aktivitas militer di Selat Taiwan. Pemerintah China menyatakan […]

  • energi alternatif rumah tangga dengan PLTS atap di kawasan perkotaan

    Sebut Ketergantungan pada PLN Bukan Lagi Pilihan Bijak, Tokoh Muda Al Washliyah Beberkan 5 Opsi Mandiri Energi

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 69
    • 0Komentar

    MEDAN, (kabaristana.com) – Pemadaman listrik total (blackout) yang melumpuhkan aktivitas warga di empat provinsi memicu kritik dari berbagai elemen masyarakat. Peristiwa ini menjadi alarm bagi masyarakat Indonesia untuk mulai membangun kemandirian energi dan mengurangi ketergantungan pada PLN. Amaluddin Hasibuan, S.Pd., akademisi sekaligus Wakil Sekretaris GP Al Washliyah Sumatera Utara, menyampaikan pandangan tersebut. Menurutnya, ketergantungan pada […]

  • kekerasan seksual anak Sukapura ilustrasi garis polisi malam hari

    Polisi Tangkap Pelaku Kekerasan Seksual Anak di Sukapura Jakarta Utara

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 180
    • 2Komentar

    Jakarta, (Kabaristana.com) – Polres Metro Jakarta Utara menangkap pria berinisial M (49) atas dugaan kekerasan seksual terhadap anak perempuan berusia 9 tahun di Sukapura, Cilincing. Kompol Ni Luh Arsini menyampaikan bahwa petugas menangkap pelaku pada Selasa pagi (14/4) setelah warga lebih dulu mengamankannya pada Senin malam (13/4). Saat ini, penyidik menahan M di Polres Metro Jakarta […]

  • Real Madrid Manchester City Liga Champions Federico Valverde merayakan gol

    Hat-trick Valverde Bawa Real Madrid Hajar Manchester City 3-0 di Bernabeu

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 159
    • 0Komentar

    Madrid, (Kabaristana.com) | Real Madrid meraih kemenangan meyakinkan 3-0 atas Manchester City pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions UEFA di Santiago Bernabeu, Madrid, Rabu waktu setempat. Gelandang Uruguay, Federico Valverde, menjadi bintang pertandingan setelah mencetak tiga gol yang memastikan keunggulan besar Los Blancos. Kemenangan ini menempatkan Madrid dalam posisi sangat menguntungkan. Tim tuan rumah […]

  • alasan Prabowo tidak hadir Harlah NU ke-100 di Istora Senayan

    Gus Yahya Ungkap Alasan Presiden Prabowo dan Rais Aam Tak Hadir di Harlah ke-100 NU

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 304
    • 0Komentar

    Jakarta, kabaristana.com | Prabowo absen Harlah NU ke-100 yang Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) gelar di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu. Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf, memaparkan alasan Presiden Prabowo Subianto tidak menghadiri agenda tersebut. Gus Yahya menyatakan Presiden Prabowo menjalankan agenda kenegaraan lain yang bersifat mendesak. Agenda itu berkaitan langsung dengan kehadiran tamu negara […]

  • Modernisasi pertanian Belarus dengan teknologi traktor modern

    RI Lirik Teknologi Traktor Belarus untuk Perkuat Modernisasi Pertanian Nasional

    • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 49
    • 0Komentar

    JAKARTA, (kabaristana.com) – Pemerintah Indonesia memperkuat penjajakan kerja sama dengan Belarus di sektor alat berat, kendaraan komersial, dan mekanisasi pertanian modern. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengunjungi tiga industri besar Belarus, yaitu MTZ (Minsk Tractor Works), MAZ (Minsk Automobile Plant), dan BelAZ Holding Management Company. Kunjungan itu menjadi bagian dari Sidang Komisi Bersama (SKB) […]

expand_less