Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » International » Blokade Hormuz Dipertanyakan, Asosiasi Korsel Soroti Aspek Hukum Internasional

Blokade Hormuz Dipertanyakan, Asosiasi Korsel Soroti Aspek Hukum Internasional

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2026
  • visibility 202
  • comment 2 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, kabaristana.com – Sengketa hukum Selat Hormuz mencuat setelah Amerika Serikat memberlakukan blokade maritim di jalur strategis tersebut. Akibatnya, berbagai pihak internasional langsung menyampaikan kritik, termasuk asosiasi pelayaran dari Korea Selatan.

Asosiasi Pelayaran Arktik Korea Selatan menilai langkah itu sulit dibenarkan secara hukum internasional. Selain itu, Sekretaris Jenderal asosiasi, Subeom Choi, menegaskan bahwa setiap negara harus mematuhi aturan ketat dalam menerapkan blokade laut.

Menurut Choi, hukum laut internasional mensyaratkan pemberitahuan awal, pelaksanaan yang efektif, serta penegakan yang adil. Namun, ia melihat tindakan terhadap pelabuhan Iran belum memenuhi prinsip tersebut. Oleh karena itu, ia meragukan dasar hukum kebijakan tersebut.

Lebih lanjut, blokade maritim biasanya muncul dalam konflik militer resmi. Dalam hal ini, negara pelaksana wajib mengikuti aturan Perserikatan Bangsa-Bangsa dan keputusan Dewan Keamanan. Jika tidak, kebijakan itu berisiko melanggar hukum internasional.

Dampak Sengketa Hukum Selat Hormuz

Selat Hormuz memegang peran penting dalam perdagangan energi global. Bahkan, sekitar 20 persen pasokan minyak dunia melewati jalur ini setiap hari. Karena itu, gangguan kecil pun dapat memicu dampak besar.

Pada 13 April, Angkatan Laut AS mulai membatasi kapal yang masuk dan keluar dari pelabuhan Iran. Meski begitu, pemerintah AS tetap mengizinkan kapal non-Iran melintas. Namun demikian, mereka melarang transaksi tertentu dengan pihak Teheran.

Akibat kebijakan tersebut, pelaku industri pelayaran mulai khawatir. Mereka menilai langkah ini dapat meningkatkan ketegangan dan mengganggu stabilitas perdagangan global.

Potensi Konflik dan Sengketa Global

Di sisi lain, para pengamat menilai sengketa hukum Selat Hormuz dapat berkembang menjadi konflik antarnegara. Jika situasi ini terus berlanjut, ketegangan global bisa meningkat.

Selain itu, negara-negara yang bergantung pada jalur ini kemungkinan akan terdampak langsung. Oleh sebab itu, mereka dapat mendorong pembahasan di forum internasional untuk mencari solusi yang adil.

Pada akhirnya, penyelesaian diplomatik menjadi kunci. Tanpa langkah tersebut, sengketa ini berpotensi memperburuk stabilitas kawasan dan perdagangan dunia.

  • Penulis: Rahman
  • Editor: Nur Wayda

Komentar (2)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kegiatan siswa Sekolah Rakyat di ruang kelas sederhana

    Sekolah Rakyat Ubah Arah Hidup Bocah Rentan Tawuran di Surakarta

    • calendar_month Minggu, 12 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 213
    • 1Komentar

    Jakarta, (Kabaristana.com) || Program pendidikan gratis berbasis asrama terus memberi harapan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Inisiatif yang digagas Presiden RI Prabowo Subianto ini membantu mereka kembali mengakses pendidikan dan menjauh dari lingkungan negatif. Di Surakarta, perubahan nyata terlihat pada seorang anak yang sebelumnya putus sekolah dan kerap terlibat kenakalan remaja. Jalan Keluar bagi […]

  • transformasi sepak bola Indonesia Erick Thohir berbincang dengan John Herdman di SUGBK Jakarta

    Erick Thohir Beberkan Transformasi Sepak Bola Indonesia di FIFA Campus

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 137
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com)  || Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia, Erick Thohir, memaparkan transformasi sepak bola Indonesia dalam ajang FIFA Campus Executive Programme. Saat ini, PSSI fokus memperkuat tata kelola, meningkatkan profesionalisme, dan membangun kepercayaan publik. Menurut Erick, transformasi tidak hanya soal kontrol. Sebaliknya, kepemimpinan harus menekankan kejelasan tujuan, aturan, dan peran. Oleh karena itu, […]

  • Jersi Timnas Indonesia terbaru bermotif tenun dan batik

    Jersi Baru Timnas Indonesia Usung Motif Tenun dan Batik, Erick Thohir: Simbol Identitas Budaya Bangsa

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 200
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) | Ketua Umum PSSI Erick Thohir menilai jersi terbaru Tim Nasional Indonesia produksi Kelme memperkuat identitas budaya Indonesia melalui perpaduan warna merah putih dan motif tradisional. Erick menyampaikan penilaian tersebut saat menghadiri peluncuran jersi tim nasional di Plaza Utara Stadion Utama Gelora Bung Karno, Kamis (12/3/2026). Ia menegaskan bahwa desain jersi tidak hanya […]

  • kuasa hukum menunjukkan dokumen kasus vanessa cacat prosedur

    GASKAN: PROSES HUKUM VANESSA CACAT PROSEDUR, MIRIP PENCULIKAN! PUBLIK DESAK KAPOLRI MUNDUR

    • calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 206
    • 2Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) – Gerakan Suara Keadilan Netizen (GASKAN) merilis surat terbuka yang ditandatangani Sekjen mereka, Andi Muhammad Rifaldy. Surat tersebut mereka kirim kepada Menteri Hukum dan HAM, Komisi III DPR RI, Komnas HAM, dan Kapolri. Melalui langkah ini, GASKAN secara tegas menyoroti dugaan pelanggaran KUHAP dan HAM dalam penanganan kasus Vanessa Tuhuteru oleh penyidik PPA […]

  • Sony Sonjaya Justice Collaborator saat menjalani proses hukum di Kejaksaan Agung.

    Kejagung segera periksa Sony Sonjaya, justice collaborator kasus BGN

    • calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 67
    • 0Komentar

    Jakarta, (kabaristana.com) – Kejaksaan Agung (Kejagung) segera memeriksa mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya. Pemeriksaan itu bertujuan mengonfirmasi permohonan Justice Collaborator (JC) yang Sony ajukan dalam kasus dugaan korupsi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) 2025–2026. Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung, Syarief Sulaeman Nahdi, mengatakan penyidik masih mempelajari permohonan tersebut. Setelah itu, penyidik akan […]

  • Leo Daniel Thailand Open 2026 saat menerima trofi juara

    Leo/Daniel Juara Thailand Open 2026, Jadi Sinyal Kebangkitan Menuju Olimpiade Los Angeles

    • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Jakarta, (kabaristana.com) – Pasangan ganda putra Indonesia, Leo Rolly Carnando dan Daniel Marthin, sukses meraih gelar juara BWF World Tour Super 500 Thailand Open 2026 usai menundukkan pasangan unggulan pertama asal India, Satwiksairaj Rankireddy dan Chirag Shetty, dengan skor 21-12, 25-23 pada partai final di Nimibutr Stadium, Minggu. Kemenangan tersebut menjadi gelar penting bagi Indonesia […]

expand_less