Wonosobo Didorong Menjadi Sentra Susu Nasional Melalui Investasi Peternakan
- account_circle Retanto
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 38
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto : Wakil Menteri Pertanian Sudaryono memberikan penjelasan kepada wartawan tentang potensi besar sektor peternakan di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, sebagai pusat produksi susu dan daging nasional, dalam upaya mendukung ketahanan pangan dan mengurangi ketergantungan impor susu.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, {kabaristana.com}– Kementerian Pertanian mendorong investasi di subsektor peternakan di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Tujuannya adalah menjadikan Wonosobo sebagai pusat produksi susu dan daging nasional. Sektor peternakan, terutama sapi perah dan sapi pedaging, dinilai memiliki peluang besar untuk berkembang.
Peluang Investasi Peternakan di Wonosobo
Wakil Menteri Pertanian Sudaryono mengungkapkan bahwa sektor peternakan di Wonosobo menawarkan potensi yang luas bagi investor. Dengan permintaan susu yang terus meningkat, terutama untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG), investasi di bidang ini sangat menguntungkan. Wonosobo, yang telah menjadi salah satu pusat peternakan di Jawa Tengah, semakin menunjukkan potensi untuk menjadi pusat produksi susu segar dalam negeri.
Wonosobo sebagai Sentra Susu Nasional: Menjawab Kebutuhan Susu Segar
Ketua MPR RI Ahmad Muzani menyatakan, kebutuhan susu segar dalam negeri masih sangat besar. Hingga kini, Indonesia baru bisa memenuhi 25 persen dari total permintaan susu segar. Oleh karena itu, Wonosobo memiliki kesempatan untuk menjadi pusat produksi susu segar yang mampu mengurangi ketergantungan pada impor susu. Dengan adanya investasi, Wonosobo dapat menjadi sentra susu nasional, memenuhi kebutuhan dalam negeri, dan mendukung ketahanan pangan nasional.
Peran Pemerintah dan Dunia Usaha dalam Pengembangan Sektor Peternakan
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Lutfi, menambahkan bahwa meskipun produksi daging di Jawa Tengah telah mencakup hampir 980 ribu ton, produksi susu tetap menjadi tantangan. Pemerintah provinsi fokus pada peningkatan populasi sapi perah dan penguatan kesehatan hewan. Selain itu, sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan dunia usaha sangat penting untuk memperkuat sektor peternakan di Wonosobo dan daerah lainnya.
Dampak Positif Investasi Peternakan di Wonosobo
Investasi di sektor peternakan di Wonosobo tidak hanya akan meningkatkan kapasitas produksi susu segar, tetapi juga berpotensi menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan kesejahteraan peternak lokal. Selain itu, dengan peningkatan populasi sapi perah yang sehat, pasokan susu dalam negeri akan semakin mencukupi, mengurangi ketergantungan pada impor, dan mendukung perekonomian daerah.
Tautan Internal:
- Baca juga tentang Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mendukung peningkatan konsumsi susu di Indonesia.
- Simak lebih lanjut mengenai peran pemerintah dalam sektor peternakan untuk mendukung ketahanan pangan nasional.
- Penulis: Retanto
- Editor: Wilda

Saat ini belum ada komentar