Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukum » Penguatan Kompolnas Dinilai Perkuat Pengawasan dan Kepercayaan Publik terhadap Polri

Penguatan Kompolnas Dinilai Perkuat Pengawasan dan Kepercayaan Publik terhadap Polri

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
  • visibility 75
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, (kabaristana.com) – Wakil Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan, Otto Hasibuan menegaskan penguatan Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menjadi langkah penting untuk meningkatkan kepercayaan publik terhadap Polri.

Otto mengatakan Komisi Percepatan Reformasi Polri (KPRP) mendorong perluasan kewenangan Kompolnas sebagai lembaga pengawas eksternal Polri.

Menurut dia, Kompolnas perlu memiliki kewenangan yang lebih kuat. Kewenangan itu meliputi investigasi, pengawasan kode etik, dan pemberian keputusan yang mengikat.

“Polri tetap berada di bawah presiden. Namun, pengawasan eksternal harus berjalan lebih kuat dan efektif,” ujar Otto di Jakarta, Jumat.

Otto menjelaskan KPRP telah menyusun sejumlah rekomendasi strategis untuk mempercepat reformasi Polri. Langkah itu bertujuan menciptakan institusi kepolisian yang profesional, transparan, dan modern.

Ia menyebut KPRP melibatkan sekitar 87 elemen masyarakat dalam proses penyusunan rekomendasi. Selain itu, Polri juga membuka akses data dan informasi selama pembahasan berlangsung.

“Kami menerima banyak masukan dari masyarakat. Polri juga terbuka menyampaikan berbagai persoalan yang ada. Kondisi itu membuat pembahasan lebih objektif dan konstruktif,” katanya.

Otto menambahkan KPRP merekomendasikan perubahan terhadap 32 regulasi kepolisian. Delapan aturan menyangkut tata kelola internal Polri. Sementara itu, 24 aturan lain mengatur aspek teknis prosedural kepolisian.

Presiden Prabowo Subianto juga mendukung agenda reformasi Polri. Pemerintah bahkan menyiapkan Peraturan Presiden (Perpres) untuk menjalankan rekomendasi tersebut.

Otto menilai reformasi Polri harus dimulai dari sistem rekrutmen dan pengawasan internal. Menurutnya, langkah itu penting untuk mencegah penyimpangan dan intervensi terhadap institusi kepolisian.

“Polri membutuhkan aturan yang kuat, pengawasan yang efektif, dan perubahan paradigma kelembagaan agar semakin profesional dan dipercaya masyarakat,” tegasnya.

  • Penulis: Rahman
  • Editor: Nur Wayda

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pandji Pragiwaksono tampil dalam pertunjukan stand-up yang memicu perdebatan tentang kebebasan berbicara di Indonesia

    Ketika Kebebasan Berbicara Dirampas, Kebodohan dan Kebisuan Memimpin

    • calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 372
    • 0Komentar

    JAKARTA, kabaristana.com | Kebebasan berbicara merupakan fondasi utama masyarakat demokratis. Hak ini tidak menjamin setiap ucapan selalu benar, bijak, atau menyenangkan. Namun kebebasan itulah yang menyediakan ruang bagi publik untuk menguji gagasan secara terbuka. Di ruang tersebut, manusia belajar dari kesalahan, saling membantah dengan argumen, dan memperbaiki cara berpikir. Ketika kekuasaan atau tekanan publik merampas […]

  • Mahasiswa dan Pemuda konawe utara Kepung Mabes Polri, Tuntut pencopotan Kapolres Konawe Utara

    Mahasiswa dan Pemuda konawe utara Kepung Mabes Polri, Tuntut pencopotan Kapolres Konawe Utara

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle Brian Putra
    • visibility 128
    • 0Komentar

    Jakarta, kabaristana.com – Gelombang desakan pencopotan Kapolres Konawe Utara kembali mencuat. Sejumlah elemen pemuda dan mahasiswa yang tergabung dalam Corong Aspirasi Rakyat Sultra dan Gerakan Pemuda dan Mahasiswa Hukum Sultra menggelar aksi unjuk rasa di depan Mabes Polri, Rabu (20/5/2026). Massa aksi menilai Kapolres Konawe Utara gagal menjalankan tugas sebagai aparat penegak hukum. Selain itu, […]

  • pendaftaran TEP 2026 kegiatan Tim Ekspedisi Patriot di kawasan transmigrasi

    Pendaftaran Tim Ekspedisi Patriot 2026 Dibuka hingga 21 Mei, Fokus pada Aksi Nyata di Kawasan Transmigrasi

    • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 174
    • 0Komentar

    JAKARTA, (kabaristana.com) — Kementerian Transmigrasi (Kementrans) membuka pendaftaran Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026 pada 1–21 Mei. Program ini menyasar lulusan minimal Diploma IV (D4) untuk turun langsung melakukan penelitian, pendampingan, dan pemberdayaan masyarakat di kawasan transmigrasi. Menteri Transmigrasi, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara, menegaskan bahwa pemerintah kini mengarahkan program TEP pada aksi nyata yang berdampak langsung bagi […]

  • ilustrasi gencatan senjata AS Iran dengan pembukaan Selat Hormuz dan negosiasi damai

    Gencatan Senjata AS–Iran Disepakati: Hormuz Dibuka, Negosiasi Damai Dimulai

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 193
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) || Presiden Donald Trump mengumumkan penghentian sementara serangan militer terhadap Iran selama dua minggu. Ia mengambil langkah ini sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata dua arah. Trump menegaskan bahwa kesepakatan ini membuka peluang menuju perdamaian jangka panjang di Timur Tengah. Ia juga menyebut kedua pihak telah mencapai sebagian besar tujuan militer. Syarat Utama: […]

  • Dugaan Kasus Kekerasan Seksual Mencuat, Yayasan IAI Rawa Aopa Terancam Sanksi Administratif hingga Pencabutan Izin

    Dugaan Kasus Kekerasan Seksual Mencuat, Yayasan IAI Rawa Aopa Terancam Sanksi Administratif hingga Pencabutan Izin

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 146
    • 0Komentar

    KONSEL, (Kabaristana.com) || Dugaan kekerasan seksual di Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa kini menyeret tanggung jawab lembaga. Kasus ini tidak hanya menyasar individu, tetapi juga membuka potensi sanksi bagi yayasan sebagai pengelola. Korban hingga kini belum mendapat pendampingan hukum dan pemulihan psikologis yang layak. Kondisi ini menunjukkan lemahnya perlindungan dari pihak kampus. Korban Belum […]

  • John Herdman pelatih Timnas Indonesia, Garuda, memberi arahan pemain menghadapi grup neraka Piala Asia 2027.

    Timnas Indonesia Siap Hadapi Grup Neraka Piala Asia 2027, Herdman Optimis Garuda Bisa Bersinar

    • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
    • account_circle Retanto
    • visibility 59
    • 0Komentar

    Jakarta, (Kabaristana.com)-Timnas Indonesia, atau Garuda, bersiap menghadapi tantangan berat di Piala Asia 2027. Pelatih John Herdman optimis tim mampu menaklukkan grup neraka yang diisi Jepang, Qatar, dan Thailand. Herdman menekankan pentingnya persiapan mental agar Garuda tampil maksimal sejak pertandingan perdana. “Kami fokus membangun mental pantang menyerah di pemusatan latihan. Tim akan siap sebagai non-unggulan dan […]

expand_less