Ketegangan Memuncak di Selat Hormuz: Iran Klaim Serang Kapal AS, Washington Bantah
- account_circle Rahman
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 11
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto: Kapal dan tanker di Selat Hormuz di lepas pantai Musandam, Oman, Senin (4/5/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, (Kabaristana.com) – Iran serang kapal menjadi isu utama dalam eskalasi terbaru di Selat Hormuz. Iran mengklaim telah menembakkan rudal ke kapal perang Amerika Serikat sebagai bentuk peringatan terhadap aktivitas militer asing. Klaim ini langsung memicu perhatian internasional karena lokasi kejadian berada di jalur vital perdagangan energi dunia.
Media Iran melaporkan dua rudal meluncur ke arah kapal AS di sekitar wilayah Jask. Militer Iran menyatakan langkah tersebut sebagai respons tegas terhadap pergerakan militer yang dianggap melanggar batas wilayah. Komandan Ali Abdollahi menegaskan bahwa Iran akan menyerang setiap kekuatan asing yang memasuki wilayah tanpa koordinasi resmi.
Di sisi lain, United States Central Command membantah klaim Iran serang kapal tersebut. Pejabat militer AS memastikan tidak ada kapal yang terkena rudal. Mereka menilai laporan tersebut tidak akurat, meskipun situasi keamanan di kawasan Teluk tetap berada dalam kondisi tegang.
Presiden Donald Trump menyatakan kesiapan AS untuk mengawal kapal-kapal komersial yang terjebak di wilayah konflik. Langkah ini bertujuan menjaga stabilitas perdagangan global sekaligus memastikan jalur distribusi energi tetap berjalan.
Ketegangan di Selat Hormuz berdampak signifikan terhadap pasar energi dunia. Jalur ini mengalirkan sekitar seperlima kebutuhan minyak global. Gangguan distribusi akibat konflik menyebabkan lonjakan harga minyak dan meningkatkan kekhawatiran pelaku pasar internasional.
Selain itu, militer AS mengerahkan ribuan personel serta armada udara dan laut untuk memperkuat pengamanan kawasan. Kehadiran militer ini bertujuan menjaga stabilitas jalur pelayaran sekaligus merespons potensi eskalasi konflik lebih lanjut.
Hingga kini, belum ada verifikasi independen terkait klaim Iran serang kapal. Namun, situasi di Selat Hormuz tetap menjadi perhatian global karena perannya yang sangat strategis dalam perdagangan energi dan stabilitas ekonomi dunia.
- Penulis: Rahman
- Editor: Nur Endana

Saat ini belum ada komentar