AS Dorong Sekutu Naikkan Belanja Militer hingga 5 Persen PDB
- account_circle Rahman
- calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
- visibility 310
- comment 0 komentar
- print Cetak

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, kabaristana.com | Amerika Serikat mendorong seluruh sekutu dan mitra strategisnya menaikkan belanja militer 5 persen dari produk domestik bruto (PDB). Langkah ini, selain menegaskan perubahan kebijakan, juga menunjukkan arah baru strategi pertahanan Washington. Departemen Pertahanan Amerika Serikat atau Pentagon merilis kebijakan tersebut dalam Strategi Pertahanan Nasional terbaru.
Dengan demikian, Washington ingin memastikan bahwa setiap sekutu berkontribusi lebih besar terhadap keamanan kolektif. Karena itu, pemerintah AS meminta negara mitra mengambil tanggung jawab lebih luas atas pertahanan nasional masing-masing.
AS Ubah Strategi Keamanan Global
Strategi ini mendukung agenda Presiden Donald Trump yang mengusung prinsip America First dan peace through strength. Dalam konteks ini, Pentagon menilai pola ketergantungan lama terhadap perlindungan militer AS sudah tidak lagi relevan dengan dinamika geopolitik saat ini.
Selama beberapa dekade, Amerika Serikat memikul porsi terbesar pembiayaan keamanan kolektif. Namun kini, Washington mendorong sekutu meningkatkan anggaran pertahanan, memperkuat kesiapan militer, dan memperluas kemampuan menjaga stabilitas regional. Lebih lanjut, Pentagon menegaskan bahwa kontribusi pertahanan akan memengaruhi kualitas hubungan keamanan dan kerja sama strategis dengan Amerika Serikat.
Fokus ke Eropa, Indo-Pasifik, dan Timur Tengah
Kebijakan ini menyasar negara-negara Eropa serta mitra strategis di Indo-Pasifik dan Timur Tengah. Di satu sisi, Washington ingin menciptakan keseimbangan tanggung jawab dalam aliansi pertahanan. Di sisi lain, AS juga berupaya mengurangi beban fiskal jangka panjangnya sendiri.
Sementara itu, di kawasan Indo-Pasifik, negara mitra perlu memperkuat kapasitas militer guna menjaga stabilitas dan jalur perdagangan internasional. Adapun di Timur Tengah dan Eropa, pemerintah masing-masing negara harus meningkatkan kesiapan militer untuk mengantisipasi potensi eskalasi konflik.
Tantangan Anggaran dan Respons Sekutu
Meski target belanja militer 5 persen terdengar ambisius, kebijakan ini berpotensi memicu perdebatan domestik. Sebab, kenaikan anggaran pertahanan dapat memengaruhi sektor lain seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur. Oleh karena itu, setiap pemerintah perlu menyesuaikan prioritas fiskal sebelum mengambil keputusan.
Pada akhirnya, kebijakan ini mencerminkan upaya Washington menyeimbangkan pembagian beban keamanan global. Dengan kata lain, Amerika Serikat tetap berkomitmen pada aliansi internasional, tetapi kini menuntut kontribusi yang lebih proporsional dari para sekutunya.
- Penulis: Rahman
- Editor: Nur Endana

Saat ini belum ada komentar