JAKARTA, (Kabaristana.com) || TNI menegaskan komitmen untuk melindungi seluruh prajurit yang bertugas dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Penegasan ini muncul setelah insiden serangan yang melukai sejumlah personel Indonesia di Lebanon.
Komandan PMPP TNI, Iwan Bambang Setiawan, menyampaikan hal tersebut saat mengunjungi prajurit yang dirawat di St. George Hospital Beirut, Sabtu (4/4) waktu setempat.
Kunjungan dan Dukungan Moral
Mayjen Iwan datang langsung untuk memberi dukungan kepada prajurit yang terluka. Ia menemui Lettu Inf Sulthan Wirdean Maulana, Praka Rico Pramudia, dan Praka Deni Rianto.
Ia juga menyampaikan doa serta semangat agar para prajurit segera pulih. Kehadiran pimpinan TNI menunjukkan perhatian negara kepada personel di medan tugas.
Kunjungan ini turut didampingi Duta Besar RI untuk Lebanon, Dicky Kumar, bersama sejumlah pejabat TNI dan UNIFIL.
Dampak Insiden dan Korban
Insiden keamanan tersebut juga melukai dua prajurit lain, yaitu Praka Bayu Prakoso dan Praka Arif Kurniawan.
Selain itu, tiga prajurit gugur saat menjalankan tugas. Mereka adalah Praka Farizal Rhomadhon, Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, dan Sertu Muhammad Nur Ikhwan.
Sikap Pemerintah Indonesia
Pemerintah Indonesia mengecam keras serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian. Pemerintah juga mendesak penyelidikan menyeluruh atas insiden tersebut.
Indonesia mendorong Dewan Keamanan PBB untuk menggelar sidang darurat guna membahas situasi ini.
Penegasan Peran Global
TNI akan terus meningkatkan perlindungan bagi seluruh personel di daerah misi. Indonesia juga tetap aktif mendukung perdamaian dunia melalui pengiriman Pasukan Garuda.
Saat ini belum ada komentar