Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Edukasi » Ketika Hukum Menumpuk, Keadilan Justru Menghilang

Ketika Hukum Menumpuk, Keadilan Justru Menghilang

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
  • visibility 431
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, kabaristana.com | Pernyataan sejarawan Romawi Publius Cornelius Tacitus bahwa “semakin korup sebuah negara, semakin banyak aturan hukumnya” kembali terasa relevan dalam realitas hukum hari ini. Kutipan ini bukan sekadar refleksi filosofis, melainkan kritik keras terhadap kekuasaan yang menjadikan hukum sebagai tameng, bukan alat keadilan.

Negara kerap mempresentasikan penumpukan regulasi sebagai bukti keseriusan menata kehidupan publik. Namun dalam praktik, melimpahnya aturan justru menandai kegagalan menjaga integritas. Saat etika runtuh dan kejujuran terkikis, penguasa memproduksi hukum secara masif untuk menutup krisis moral yang seharusnya dicegah melalui keteladanan.

Alih-alih melindungi rakyat, hukum yang berlapis dan rumit sering berubah menjadi instrumen kontrol. Penguasa merancang aturan teknokratis yang sulit dipahami. Situasi ini membuka ruang tafsir luas dan menguntungkan pihak yang memiliki akses serta kedekatan dengan pusat kekuasaan. Akibatnya, hukum bekerja secara selektif: keras terhadap rakyat kecil, lunak terhadap elite.

Kondisi tersebut menunjukkan pergeseran fungsi hukum. Hukum tidak lagi hadir sebagai alat keadilan, melainkan sebagai legitimasi kekuasaan. Negara menegakkan prosedur dan pasal, tetapi mengabaikan rasa keadilan. Legalitas tampak kokoh, sementara keadilan substantif tersingkir.

Tacitus mengingatkan bahwa masalah utama negara bukan terletak pada kekurangan aturan, melainkan krisis integritas. Negara yang sehat tidak membutuhkan hukum berlebihan. Keadilan tumbuh dari moral publik yang kuat dan penegakan hukum yang konsisten. Sebaliknya, negara yang terus menambah aturan tanpa membenahi etika hanya memperlebar jurang ketidakpercayaan publik.

Pada titik ini, publik perlu mengajukan pertanyaan mendasar: untuk siapa hukum bekerja? Jika kekuasaan terus menggunakan hukum sebagai alat dominasi, tumpukan regulasi hanya akan menjadi bukti nyata kemunduran keadilan.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • kapal tanker Pertamina Hormuz di jalur pelayaran minyak dunia

    Pertamina Ungkap Kondisi Terbaru Kapal Tanker di Teluk Timur Tengah, Dua Kapal Sudah Lanjut Operasi

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 265
    • 0Komentar

    JAKARTA, (kabaristana.com) | Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, mengungkap kondisi terbaru kapal tanker milik perusahaan di kawasan teluk Timur Tengah. Dari empat kapal yang berada di wilayah tersebut, dua kapal sudah kembali melanjutkan operasinya. Simon menjelaskan, dua kapal itu adalah Paragon dan Rinjani. Kedua kapal mengangkut kargo untuk pasar internasional. Muatan tersebut […]

  • petugas keamanan Arab Saudi menjaga keamanan musim Haji 2026

    Petugas Keamanan Arab Saudi Tangkap Pelanggar Aturan Haji 2026

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 182
    • 0Komentar

    Makkah, (kabaristana.com) – Arab Saudi Petugas keamanan Arab Saudi memperketat pengawasan selama musim Haji 1447 Hijriah atau 2026 Masehi. Aparat berhasil menangkap sejumlah warga asing yang melanggar aturan Haji di Kota Makkah. Petugas menangkap empat warga India dan Bangladesh karena diduga melakukan penipuan layanan Haji. Mereka menyebarkan iklan palsu di media sosial untuk menawarkan layanan […]

  • pajak kendaraan listrik di Indonesia ilustrasi mobil listrik charging

    Pajak Kendaraan Bensin dan Listrik Bakal Dibedakan, Ini Strategi Baru Pemerintah Dorong Energi Bersih

    • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 234
    • 2Komentar

    Jakarta, (kabaristana.com) – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengusulkan pembedaan pajak antara kendaraan berbahan bakar minyak (BBM) dan kendaraan listrik. Langkah ini bertujuan mempercepat transisi energi bersih sekaligus menekan ketergantungan impor minyak. Menurut Bahlil, kendaraan listrik menawarkan efisiensi lebih tinggi dan dampak lingkungan lebih rendah. Oleh karena itu, pemerintah perlu menerapkan tarif […]

  • ketahanan energi China melalui kilang minyak dan distribusi tanker di tengah konflik global

    Ketahanan Energi China Diperkuat di Tengah Konflik AS-Iran

    • calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
    • account_circle Retanto
    • visibility 252
    • 2Komentar

    akarta — Ketahanan energi China kembali menjadi sorotan setelah pemerintah mengambil langkah strategis untuk menghadapi dampak konflik geopolitik global. Pemerintah China kini mempercepat diversifikasi impor energi sekaligus meningkatkan cadangan nasional. Wakil Ketua National Development and Reform Commission (NDRC), Wang Changlin, menegaskan bahwa pemerintah memprioritaskan penguatan cadangan energi. Ia menyampaikan hal tersebut dalam konferensi pers di […]

  • Real Madrid 16 Besar – Selebrasi Aurelien Tchouameni usai mencetak gol melawan Benfica pada playoff Liga Champions 2025/26 di Santiago Bernabeu

    Real Madrid ke 16 Besar Liga Champions Usai Tekuk Benfica 2-1

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 310
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) | Real Madrid memastikan langkah ke babak 16 besar Liga Champions setelah kembali mengalahkan Benfica dengan skor 2-1 pada leg kedua playoff di Stadion Santiago Bernabeu, Kamis dini hari WIB. Hasil ini mengunci keunggulan agregat 3-1 bagi Los Blancos, menyusul kemenangan tipis 1-0 pada pertemuan pertama. Gol Cepat Benfica, Respons Kilat Madrid Meski […]

  • Israel-Hamas war live updates: Anti-U.S. opinion in Arab countries grows over support for Israel, leaders tell Blinken

    Israel-Hamas war live updates: Anti-U.S. opinion in Arab countries grows over support for Israel, leaders tell Blinken

    • calendar_month Jumat, 9 Feb 2024
    • account_circle Brian Putra
    • visibility 760
    • 0Komentar

    CHARLESTON, (KABARISTANA.COM) – Presiden Amerika Serikat Joe Biden menghadapi aksi protes saat menyampaikan pidato di Gereja Mother Emanuel AME, Charleston, Carolina Selatan. Beberapa aktivis anti-perang menyela pidato tersebut dan menuntut gencatan senjata di Gaza. Salah satu demonstran berteriak agar pemerintah Amerika Serikat segera mendorong penghentian perang di Palestina. Ia menilai penghormatan terhadap korban konflik harus […]

expand_less