Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Edukasi » Ketika Hukum Menumpuk, Keadilan Justru Menghilang

Ketika Hukum Menumpuk, Keadilan Justru Menghilang

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
  • visibility 263
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, kabaristana.com | Pernyataan sejarawan Romawi Publius Cornelius Tacitus bahwa “semakin korup sebuah negara, semakin banyak aturan hukumnya” kembali terasa relevan dalam realitas hukum hari ini. Kutipan ini bukan sekadar refleksi filosofis, melainkan kritik keras terhadap kekuasaan yang menjadikan hukum sebagai tameng, bukan alat keadilan.

Negara kerap mempresentasikan penumpukan regulasi sebagai bukti keseriusan menata kehidupan publik. Namun dalam praktik, melimpahnya aturan justru menandai kegagalan menjaga integritas. Saat etika runtuh dan kejujuran terkikis, penguasa memproduksi hukum secara masif untuk menutup krisis moral yang seharusnya dicegah melalui keteladanan.

Alih-alih melindungi rakyat, hukum yang berlapis dan rumit sering berubah menjadi instrumen kontrol. Penguasa merancang aturan teknokratis yang sulit dipahami. Situasi ini membuka ruang tafsir luas dan menguntungkan pihak yang memiliki akses serta kedekatan dengan pusat kekuasaan. Akibatnya, hukum bekerja secara selektif: keras terhadap rakyat kecil, lunak terhadap elite.

Kondisi tersebut menunjukkan pergeseran fungsi hukum. Hukum tidak lagi hadir sebagai alat keadilan, melainkan sebagai legitimasi kekuasaan. Negara menegakkan prosedur dan pasal, tetapi mengabaikan rasa keadilan. Legalitas tampak kokoh, sementara keadilan substantif tersingkir.

Tacitus mengingatkan bahwa masalah utama negara bukan terletak pada kekurangan aturan, melainkan krisis integritas. Negara yang sehat tidak membutuhkan hukum berlebihan. Keadilan tumbuh dari moral publik yang kuat dan penegakan hukum yang konsisten. Sebaliknya, negara yang terus menambah aturan tanpa membenahi etika hanya memperlebar jurang ketidakpercayaan publik.

Pada titik ini, publik perlu mengajukan pertanyaan mendasar: untuk siapa hukum bekerja? Jika kekuasaan terus menggunakan hukum sebagai alat dominasi, tumpukan regulasi hanya akan menjadi bukti nyata kemunduran keadilan.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Real Madrid Manchester City Liga Champions Federico Valverde merayakan gol

    Hat-trick Valverde Bawa Real Madrid Hajar Manchester City 3-0 di Bernabeu

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 153
    • 0Komentar

    Madrid, (Kabaristana.com) | Real Madrid meraih kemenangan meyakinkan 3-0 atas Manchester City pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions UEFA di Santiago Bernabeu, Madrid, Rabu waktu setempat. Gelandang Uruguay, Federico Valverde, menjadi bintang pertandingan setelah mencetak tiga gol yang memastikan keunggulan besar Los Blancos. Kemenangan ini menempatkan Madrid dalam posisi sangat menguntungkan. Tim tuan rumah […]

  • KPK mengungkap kasus pemerasan Bupati Cilacap

    KPK Bongkar Dugaan Pemerasan Bupati Cilacap, Uang Rp610 Juta Diduga Disiapkan untuk THR Forkopimda

    • calendar_month Minggu, 15 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 121
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) | Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap dugaan pemerasan yang melibatkan Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman. Penyidik KPK menemukan uang sekitar Rp610 juta yang rencananya akan digunakan untuk tunjangan hari raya (THR) bagi Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu mengatakan Syamsul menyiapkan pembagian THR dengan nominal berbeda. “Ada […]

  • IHSG anjlok hampir 5 persen pada perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia

    Purbaya Ungkap Faktor di Balik Anjloknya IHSG Hingga 5 Persen

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 293
    • 0Komentar

    jakarta, kabaristana.com | IHSG anjlok hampir 5 persen pada awal pekan dan kembali menekan pasar saham Indonesia. Koreksi tajam ini memicu kekhawatiran investor terhadap stabilitas pasar modal di tengah ketidakpastian regulasi sektor keuangan. Pada penutupan perdagangan Senin (2/2/2026), Indeks Harga Saham Gabungan melemah 4,88 persen atau turun 406,88 poin ke level 7.922,73. Tekanan jual bahkan […]

  • pengungsi palestina menghadapi krisis kemanusiaan gaza dan kekurangan air bersih

    Hunger, thirst and chaos in southern Gaza as hostilities drive humanitarian aid to the brink of collapse

    • calendar_month Kamis, 8 Feb 2024
    • account_circle Brian Putra
    • visibility 530
    • 0Komentar

    Rafah, Gaza, (Kabaristana.com) – Krisis kemanusiaan di Jalur Gaza semakin memburuk ketika konflik masih berlangsung. Kekurangan makanan, air bersih, dan kebutuhan dasar membuat jutaan warga Palestina berjuang bertahan hidup di kamp-kamp pengungsian. Banyak keluarga kehilangan rumah setelah operasi militer Israel di wilayah tersebut. Organisasi kemanusiaan memperkirakan sekitar 1,9 juta warga Palestina kini hidup sebagai pengungsi, sebagian […]

  • Presiden Prabowo membahas under invoicing ilegal di DPR RI

    Prabowo Soroti Under-Invoicing, Potensi Kebocoran Negara Capai Rp16.000 Triliun

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 49
    • 0Komentar

    Jakarta, (kabaristana.com) – Presiden Prabowo Subianto menyoroti praktik ilegal under-invoicing saat menyampaikan pidato dalam Rapat Paripurna DPR RI ke-19, Rabu (20/5/2026). Ia menilai praktik tersebut menjadi salah satu penyebab kebocoran kekayaan negara dari sektor perdagangan sumber daya alam. Prabowo menegaskan banyak keuntungan ekspor Indonesia tidak kembali ke dalam negeri. Ia menyebut praktik under-invoicing, transfer pricing, […]

  • hoaks donasi WNI ke Iran Rp548 triliun yang viral di media sosial

    Hoaks Donasi WNI ke Iran: Klaim Rp548 Triliun dan Foto AI Terbukti Tidak Benar

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 135
    • 0Komentar

    Jakarta, (Kabaristana.com) || Hoaks donasi WNI ke Iran beredar luas di media sosial Facebook dan memicu perhatian publik. Unggahan tersebut mengklaim seorang warga Indonesia menyumbangkan dana hingga Rp548 triliun kepada Iran. Namun, hasil penelusuran menunjukkan informasi itu tidak benar dan tidak memiliki dasar fakta. Unggahan itu menyebut nama seorang pengusaha, M. Hasbi Al-Khairi, sebagai sosok […]

expand_less