Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukum » Puskom Indonesia Kecam Dugaan Intimidasi Korban Kekerasan Seksual di IAI Rawa Aopa

Puskom Indonesia Kecam Dugaan Intimidasi Korban Kekerasan Seksual di IAI Rawa Aopa

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
  • visibility 164
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, kabaristana.com – Pusat Studi Konstitusi Indonesia (Puskom Indonesia) mengecam keras sikap IAI Rawa Aopa yang dianggap tidak berpihak kepada korban kekerasan seksual. Alih-alih memberikan perlindungan dan pendampingan, pihak kampus justru mengirim surat klarifikasi terkait dana KIP Kuliah kepada korban yang mengundurkan diri karena trauma.

Polemik tersebut mencuat setelah pihak kampus mengirim surat tertanggal 18 Mei 2026 kepada orang tua korban berinisial AR. Melalui surat itu, kampus meminta orang tua korban menghadiri klarifikasi mengenai dana KIP Kuliah yang mahasiswa tersebut terima selama menempuh pendidikan.

Selain meminta klarifikasi, pihak kampus juga menyampaikan rencana pelaporan kepada kepolisian apabila orang tua korban tidak menghadiri undangan kedua. Kampus beralasan dana KIP Kuliah merupakan uang negara sehingga penerimanya harus mempertanggungjawabkan penggunaannya sesuai ketentuan hukum.

Puskom Soroti Sikap Kampus

Kepala Bidang HAM dan Pendidikan Puskom Indonesia, Robby Lamasigi, menilai langkah kampus menunjukkan kurangnya keberpihakan terhadap korban. Menurutnya, kampus seharusnya memprioritaskan pemulihan korban daripada mengirim surat yang berpotensi menambah tekanan psikologis.

“Ini sangat memprihatinkan. Korban mengundurkan diri karena trauma setelah mengalami kekerasan seksual, tetapi bukannya mendapatkan perlindungan dan pemulihan, justru menerima tekanan baru terkait dana KIP. Ini bentuk tekanan baru terhadap korban,” ujar Robby.

Lebih lanjut, Robby menegaskan bahwa kampus harus menyelesaikan persoalan administrasi beasiswa melalui prosedur yang manusiawi dan tidak intimidatif. Karena itu, pihak kampus tidak boleh mencampurkan urusan administrasi dengan tanggung jawab perlindungan korban.

“Kampus harus membedakan mekanisme administrasi KIP dan kewajiban perlindungan korban kekerasan seksual. Jangan sampai aturan beasiswa berubah menjadi alat untuk membungkam atau menekan korban,” tegasnya.

Pertanyakan Upaya Perlindungan Korban

Puskom juga mempertanyakan langkah konkret yang telah kampus lakukan untuk membantu korban. Menurut Robby, trauma yang korban rasakan menjadi alasan utama pengunduran dirinya dari kampus.

Oleh sebab itu, kampus harus mempertimbangkan kondisi psikologis korban dalam setiap kebijakan dan tindakan. Selain itu, kampus perlu memastikan keselamatan, kerahasiaan, dan kenyamanan korban selama proses penanganan kasus berlangsung.

“Kalau korban mundur karena trauma, maka pertanyaan paling penting adalah apa yang sudah kampus lakukan untuk melindungi korban. Apakah kampus menyediakan pendampingan, pemulihan, dan jaminan keamanan bagi korban? Jangan justru korban yang terus menanggung beban,” katanya.

Desak Kemenag Turun Tangan

Sementara itu, Puskom Indonesia mendesak Kementerian Agama RI, khususnya Direktorat Jenderal Pendidikan Islam dan Inspektorat Jenderal Kementerian Agama, untuk segera memeriksa tindakan pihak kampus.

Selain memeriksa pihak kampus, Puskom juga meminta Kemenag mengevaluasi pengelolaan KIP Kuliah di IAI Rawa Aopa. Langkah tersebut penting untuk mencegah pihak tertentu memanfaatkan program bantuan pendidikan sebagai sarana menekan mahasiswa.

“Kami mendesak Kemenag RI turun tangan. Periksa pihak kampus, periksa pengelola KIP, dan pastikan korban tidak mengalami reviktimisasi. Negara tidak boleh membiarkan institusi pendidikan menambah tekanan terhadap korban kekerasan seksual,” ujar Robby.

Kampus Harus Menjadi Ruang Aman

Di sisi lain, Puskom menegaskan bahwa kampus berbasis agama harus menjadi ruang aman bagi seluruh mahasiswa. Karena itu, lembaga pendidikan wajib mengedepankan nilai keadilan, kasih sayang, amanah, dan perlindungan terhadap kelompok rentan.

Robby menilai perlakuan terhadap korban dalam kasus ini berpotensi mencederai nilai-nilai tersebut. Bahkan, tindakan yang menambah tekanan kepada korban dapat mengurangi kepercayaan publik terhadap institusi pendidikan.

“Pendidikan Islam seharusnya berdiri di atas nilai keadilan, kasih sayang, amanah, dan perlindungan terhadap yang lemah. Jika kampus memperlakukan korban kekerasan seksual sebagai pihak yang bersalah, maka kampus mencoreng marwah pendidikan Islam,” tutup Robby.

  • Penulis: Rahman
  • Editor: Nur Endana
  • Sumber: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Prabowo sapa warga Monas usai Karnaval Kemerdekaan

    Prabowo Sapa Warga Usai Saksikan Karnaval Kemerdekaan di Monas

    • calendar_month Senin, 17 Agt 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 163
    • 0Komentar

    Jakarta, (kabaristana.com) — Presiden Prabowo Subianto menyapa puluhan ribu warga yang memenuhi kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Senin malam. Prabowo menyapa masyarakat setelah menyaksikan Karnaval Bersatu Harmoni Nusantara dalam rangkaian perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Prabowo kemudian menaiki mobil Maung Limousine yang menunggunya di bawah tribun. Presiden berdiri melalui sunroof kendaraan dan melambaikan […]

  • Bahlil Lahadalia jelaskan pasokan minyak Indonesia saat Selat Hormuz ditutup

    Bahlil Ungkap Kondisi Pasokan Minyak Indonesia di Tengah Ketegangan Timur Tengah

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 285
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) | Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjelaskan kondisi pasokan minyak Indonesia di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Penutupan Selat Hormuz akibat konflik Iran dan Israel yang melibatkan Amerika Serikat turut memicu kekhawatiran terhadap distribusi energi global. Bahlil menegaskan Selat Hormuz memiliki peran penting dalam perdagangan minyak dunia. […]

  • Hornbills Juara IBL 2026 dirayakan para pemain dan pelatih setelah mengalahkan Pelita Jaya Jakarta pada final IBL 2026 di PJ Arena.

    Bogor Hornbills Juara IBL 2026, Cesar Camara: Kami Memang Layak Menjadi Juara

    • calendar_month Minggu, 28 Jun 2026
    • account_circle Retanto
    • visibility 122
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) – Bogor Hornbills Juara IBL 2026 setelah menaklukkan Pelita Jaya Jakarta dengan skor 64-61 pada gim kelima final di GMSB, Jakarta, Minggu (28/6/2026). Hasil itu memastikan Hornbills memenangkan seri final 3-2 sekaligus mengakhiri dominasi Pelita Jaya di Indonesian Basketball League (IBL). Pelatih Bogor Hornbills, Cesar Camara, menegaskan timnya layak menyandang gelar juara karena […]

  • Jemaah melaksanakan Shalat Idul Adha 1447 Hijriah di kawasan Jakarta untuk memperkuat solidaritas sosial dan kebersamaan umat Muslim

    Kemenag DKI: Idul Adha Jadi Momentum Perkuat Solidaritas Sosial

    • calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 159
    • 0Komentar

    JAKARTA, (kabaristana.com) – Kementerian Agama Republik Indonesia menilai Idul Adha 1447 Hijriah menjadi momentum penting untuk memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat. Selain memiliki nilai ibadah, kurban juga mendorong semangat berbagi dan kepedulian sosial. Kepala Kanwil Kemenag DKI Jakarta, Adib, mengatakan umat Islam perlu memanfaatkan Idul Adha untuk mempererat hubungan antarsesama. Menurut dia, kurban membawa […]

  • Jayden Oosterwolde tegaskan Pilih Belanda

    Jayden Oosterwolde tegaskan Pilih Belanda

    • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
    • account_circle Porondosi
    • visibility 300
    • 1Komentar

    Jakarta, kabaristana.com – Oosterwolde pilih Belanda dan mengakhiri spekulasi publik mengenai negara yang akan ia bela di level internasional. Isu ini sebelumnya mencuat karena latar belakang keluarganya yang memiliki garis keturunan Indonesia dan Suriname. Kendati lebih jauh lagi, sebagai Atlet profesional yang berkarir di Liga Turkey FC. Fenerbahce, Jayden Oosterwolde menegaskan bahwa keputusan tersebut lahir […]

  • PP HIMMAH Kukuhkan Pengurus BIN, Siap Perkuat Kaderisasi Nasional

    PP HIMMAH Kukuhkan Pengurus BIN, Siap Perkuat Kaderisasi Nasional

    • calendar_month Jumat, 25 Sep 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 110
    • 0Komentar

    SIMALUNGUN, (kabaristana.com) — Ketua Umum Pimpinan Pusat Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (PP HIMMAH), Abdul Razak Nasution, resmi mengukuhkan pengurus Badan Instruktur Nasional (BIN) periode 2026–2029, Jumat, 25 September 2026, di Mess Pora-pora, Parapat, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Pengukuhan tersebut ditandai dengan pelaksanaan baiat kepengurusan BIN sebagai bentuk komitmen PP HIMMAH dalam memastikan pelaksanaan kaderisasi berjalan […]

expand_less