Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Final dengan AS, Perundingan Masih Berlangsung
- account_circle Retanto
- calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
- visibility 69
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto : Gedung Capitol Amerika Serikat di Washington, D.C. menjadi sorotan di tengah laporan mengenai negosiasi antara Iran dan AS terkait usulan nota kesepahaman (MoU) yang disebut belum mencapai tahap final.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, (Kabaristana.com)– Iran bantah MoU AS yang disebut sejumlah media telah mencapai tahap final. Pemerintah di Teheran menegaskan bahwa perundingan masih berlangsung dan belum menghasilkan dokumen resmi terkait program nuklir maupun keamanan kawasan. Penegasan tersebut sekaligus menjawab berbagai spekulasi mengenai kesepakatan baru antara kedua negara.
Sejumlah media internasional sebelumnya melaporkan bahwa kedua negara telah menyusun rancangan kesepakatan mengenai program nuklir dan stabilitas kawasan Timur Tengah. Namun, Iran menilai informasi tersebut belum menggambarkan kondisi negosiasi yang sebenarnya.
Teheran Sebut Laporan Media Terlalu Dini
Sumber yang dekat dengan tim perunding Iran mengatakan pembahasan masih berlangsung dan sejumlah isu penting belum mencapai titik temu. Karena itu, kedua negara belum memiliki kesepakatan yang siap ditandatangani.
Menurut sumber tersebut, para perunding masih membahas berbagai aspek teknis dan politik. Setiap pihak juga harus menyetujui perkembangan yang ada sebelum memasukkannya ke dalam dokumen resmi.
Program Nuklir Masih Jadi Fokus Pembahasan
Program nuklir Iran menjadi salah satu topik utama dalam pembicaraan. Rancangan yang beredar di media memuat pembahasan mengenai tingkat pengayaan uranium serta komitmen terhadap prinsip nonproliferasi nuklir.
Di sisi lain, Amerika Serikat membuka ruang pembahasan mengenai kemungkinan pelonggaran sejumlah sanksi ekonomi dan peningkatan bantuan kemanusiaan. Meski demikian, kedua negara belum mengonfirmasi kesepakatan atas poin-poin tersebut.
Keamanan Selat Hormuz Ikut Dibahas
Selain isu nuklir, para perunding membahas keamanan kawasan, termasuk Selat Hormuz yang menjadi salah satu jalur pelayaran energi terpenting di dunia. Kedua negara memiliki kepentingan untuk menjaga kelancaran lalu lintas maritim dan mencegah peningkatan ketegangan yang dapat mengganggu stabilitas regional maupun perdagangan global.
Dialog Diplomatik Belum Mencapai Tahap Akhir
Wakil Presiden AS JD Vance mengakui bahwa sejumlah isu penting masih menjadi bahan pembahasan. Ia mengatakan para negosiator dari kedua negara terus berkomunikasi untuk mencari titik temu yang dapat diterima bersama.
Pernyataan itu sejalan dengan sikap Teheran yang menegaskan bahwa proses diplomasi belum mencapai tahap akhir. Karena itu, kabar mengenai adanya MoU final belum sesuai dengan kondisi perundingan saat ini.
Ketegangan Masih Membayangi Hubungan Kedua Negara
Di tengah upaya diplomasi, hubungan kedua negara masih menghadapi berbagai ketegangan. Komando Pusat AS membantah laporan yang menyebut Iran menembak jatuh drone milik Amerika Serikat.
Sementara itu, media Iran melaporkan bahwa sistem pertahanan udara negara tersebut berhasil mencegat sebuah drone di dekat Bushehr. Meski demikian, kedua pihak tetap melanjutkan komunikasi sejak pemberlakuan gencatan senjata pada April lalu sebagai bagian dari upaya mencapai kesepakatan yang lebih luas.
- Penulis: Retanto
- Editor: Wilda



Saat ini belum ada komentar