Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukum » GASKAN: Kasus Pencabulan 2 Kakak Beradik Belum Disidangkan, Diduga Keras Ada Kelalaian Hukum Fatal

GASKAN: Kasus Pencabulan 2 Kakak Beradik Belum Disidangkan, Diduga Keras Ada Kelalaian Hukum Fatal

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
  • visibility 203
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MAJALENGKA, (kabaristana.com) – MAJALENGKA, (kabaristana.com) – Kasus dugaan pencabulan terhadap dua kakak beradik di bawah umur yang melibatkan ayah tiri berinisial YRN hingga kini belum masuk tahap persidangan. Padahal, aparat memproses perkara tersebut hampir satu tahun.

Kondisi tersebut menarik perhatian Gerakan Advokasi Sosial dan Kemanusiaan (GASKAN). Organisasi itu menilai penyidik Polres Majalengka kurang tepat dalam menerapkan pasal sehingga proses hukum berjalan lambat.

Ibu Korban Ungkap Dugaan Kesalahan Pasal

Ibu korban, Ashima Dinillah, mengaku memahami persoalan hukum yang menimpa anak-anaknya setelah mengikuti diskusi hukum melalui media sosial TikTok.

Menurut Ashima, aparat seharusnya menggunakan ketentuan dalam Undang-Undang Perlindungan Anak dan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS). Ia menilai penggunaan pasal pidana umum tidak mencerminkan beratnya perbuatan yang terjadi.

“Saya melihat ada kekeliruan dalam penerapan pasal. Seharusnya aparat menggunakan UU Perlindungan Anak, UU TPKS, serta pasal terkait ancaman menggunakan senjata tajam,” kata Ashima.

Ashima juga mengungkap dugaan penelantaran yang menimpa kedua anaknya selama mereka tinggal bersama YRN. Ia mengirim uang setiap bulan untuk kebutuhan makan dan biaya sekolah anak-anaknya.

Namun, menurut Ashima, YRN tidak memberikan uang tersebut kepada anak-anak maupun pihak sekolah. Akibatnya, kedua korban mengalami kesulitan ekonomi dan menghadapi hambatan dalam pendidikan.

“Anak-anak saya pernah kesulitan mendapatkan makanan dan kebutuhan sehari-hari. Mereka bahkan mencari uang dengan mengamen di jalan,” ujarnya.

Penyidik Serahkan Penanganan kepada Kejaksaan

Saat awak media meminta keterangan mengenai persoalan tersebut, penyidik Polres Majalengka IPTU Agus Suhartono menjelaskan bahwa jaksa kini memegang kewenangan atas perkara tersebut.

“Berkas perkara sudah kami kirim ke Kejaksaan sehingga proses berikutnya menjadi kewenangan jaksa,” ujar Agus.

Pernyataan itu membuat keluarga korban berharap Kejaksaan melakukan peninjauan terhadap konstruksi hukum yang digunakan dalam perkara tersebut.

Keluarga Korban Minta Jaksa Tinjau Dakwaan

Atas arahan Sekretaris Jenderal GASKAN, Andi Muhammad Rifaldy, Ashima mendatangi Kejaksaan Negeri Majalengka untuk menyerahkan surat permohonan peninjauan dakwaan.

Dalam surat itu, Ashima meminta jaksa mempertimbangkan penggunaan beberapa ketentuan hukum, yaitu:

1. Pasal 76E jo Pasal 82 UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

2. Pasal 6 huruf c jo Pasal 17 UU Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual.

3. Pasal 49 dan Pasal 335 KUHP terkait ancaman kekerasan.

Ketika datang ke kantor Kejaksaan Negeri Majalengka, Ashima tidak bertemu langsung dengan Kasi Pidum maupun Jaksa Penuntut Umum yang menangani perkara. Staf Kejaksaan bernama Dirga menjelaskan bahwa keduanya sedang bekerja dari rumah.

Meski demikian, petugas tetap menerima surat permohonan yang dibawa keluarga korban.

GASKAN Tegaskan Komitmen Mengawal Kasus

Ashima berharap Kejaksaan Negeri Majalengka memeriksa kembali dakwaan secara objektif dan profesional sebelum jaksa membawa perkara ke pengadilan.

“Saya akan terus memperjuangkan keadilan untuk anak-anak saya,” tegasnya.

Sementara itu, Andi Muhammad Rifaldy menegaskan bahwa GASKAN akan terus memantau perkembangan kasus tersebut hingga proses hukum berakhir.

Menurut Andi, aparat penegak hukum harus menggunakan pasal yang tepat agar korban memperoleh perlindungan dan kepastian hukum.

“Kami akan terus mengawal kasus ini. Jika ada kekeliruan dalam dakwaan, maka jaksa perlu memperbaikinya demi keadilan bagi korban,” ujarnya.

Sampai berita ini tayang, Kejaksaan Negeri Majalengka belum memberikan keterangan resmi mengenai surat permohonan yang diajukan keluarga korban. Keluarga korban masih menunggu langkah lanjutan dari pihak kejaksaan.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pelimpahan perkara Febrie Ardiansyah ke Kejaksaan Agung

    Polri Segera Limpahkan Barang Bukti Kasus Febrie dan Don Ritto ke Kejagung

    • calendar_month Minggu, 12 Jul 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 151
    • 0Komentar

    JAKARTA, (kabaristana.com) – Kortastipidkor Polri segera menyerahkan barang bukti perkara dugaan korupsi yang menjerat mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Ardiansyah (FA) dan Don Ritto (DR) kepada Kejaksaan Agung (Kejagung). Langkah tersebut menjadi bagian dari pelimpahan perkara agar Kejagung melanjutkan proses penyidikan. Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Kortastipidkor Polri, Kombes Pol Ahmad […]

  • Pemuda ASEAN Guangxi AI mengikuti kunjungan dan berdiskusi dalam program pertukaran di Guangxi, China.

    Pemuda ASEAN Pelajari Inovasi AI dan Pendidikan Vokasi di Guangxi, China

    • calendar_month Minggu, 28 Jun 2026
    • account_circle Retanto
    • visibility 119
    • 0Komentar

    Jakata, (Kabaristana.com) – Pemuda ASEAN Guangxi AI menjadi simbol semakin eratnya kerja sama antara China dan negara-negara ASEAN melalui program pertukaran yang berlangsung di Daerah Otonom Etnis Zhuang Guangxi pada 23–25 Juni 2026. Lebih dari 20 delegasi muda dari Indonesia, Malaysia, Myanmar, Filipina, dan Kamboja mengikuti kunjungan ke pusat inovasi, kawasan industri, pelabuhan modern, serta […]

  • Deforestasi Nikel Sulawesi Tenggara dan Elite Tambang

    Deforestasi Nikel Sulawesi Tenggara dan Elite Tambang

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle Porondosi
    • visibility 300
    • 1Komentar

    Jakarta, kabaristana.com– Ekspansi industri nikel terus mempercepat deforestasi di Sulawesi Tenggara (Sultra), Sejumlah elite bisnis tambang yang kerap disebut publik sebagai raja dan ratu nikel mengendalikan laju produksi dan menikmati keuntungan besar dari penguasaan ruang hutan. (27/01/2026). Dalam sepuluh tahun terakhir, perusahaan tambang membuka hutan secara masif. Mereka membangun jalan hauling, area tambang terbuka, dan […]

  • ilustrasi napi korupsi di coffee shop Kendari dipindahkan ke Nusakambangan

    Napi Korupsi Terlihat di Coffee Shop, Dipindahkan ke Lapas Nusakambangan

    • calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
    • account_circle Retanto
    • visibility 257
    • 1Komentar

    Jakarta, {kabaristana.com}-Kasus napi korupsi Nusakambangan mencuat setelah video seorang narapidana terlihat berada di coffee shop. Peristiwa ini langsung menarik perhatian publik dan memicu respons cepat dari aparat pemasyarakatan. Banyak pihak menilai kejadian tersebut sebagai bentuk kelalaian dalam pengawasan napi. Kronologi Kasus Napi Korupsi Nusakambangan Petugas segera memindahkan Supriadi ke Pulau Nusakambangan setelah video tersebut viral […]

  • KPK periksa pengusaha rokok di gedung KPK Jakarta dalam kasus Bea Cukai

    KPK Dalami Skema Cukai Rokok, Pengusaha Rokhmawan Diperiksa dalam Kasus Bea Cukai

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 319
    • 3Komentar

    JAKARTA, (kabaristana.com) || KPK periksa pengusaha rokok Rokhmawan untuk mengusut dugaan korupsi di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan. Langkah ini menunjukkan upaya serius dalam menelusuri praktik ilegal pada pengurusan cukai rokok. Komisi Pemberantasan Korupsi melalui juru bicara Budi Prasetyo menyatakan bahwa penyidik fokus pada mekanisme pengajuan dan pembayaran cukai oleh perusahaan rokok. Tim […]

  • KM Mutiara Sentosa terbakar di perairan Sumenep saat proses evakuasi penumpang

    KM Mutiara Sentosa 2 Terbakar di Perairan Sumenep, Tim SAR Lakukan Evakuasi Penumpang

    • calendar_month Minggu, 2 Agt 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 161
    • 0Komentar

    SUMENEP, (kabaristana.com) — Api melalap Kapal Motor (KM) Mutiara Sentosa 2 yang melayani rute Surabaya–Makassar di perairan utara Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Minggu  (2/8/2026). Tim SAR gabungan segera bergerak ke lokasi untuk menyelamatkan seluruh penumpang dan awak kapal. Video yang beredar di media sosial memperlihatkan kepulan asap hitam pekat keluar dari badan kapal. Kobaran […]

expand_less