Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukum » Kortas Tipidkor Polri Dukung DPR Segera Sahkan RUU Perampasan Aset

Kortas Tipidkor Polri Dukung DPR Segera Sahkan RUU Perampasan Aset

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Rabu, 9 Sep 2026
  • visibility 106
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, (kabaristana.com) — Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipidkor) Polri mendorong DPR RI segera mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset. Kortas Tipidkor menilai aturan tersebut dapat memperkuat pemberantasan korupsi dan mempercepat pemulihan aset negara.

Kasubdit II Direktorat Pencegahan Kortas Tipidkor Polri, Kombes Affandi Eka Putra, mengatakan RUU Perampasan Aset dapat membuat aparat penegak hukum bekerja lebih efektif dalam menangani perkara korupsi.

“Kami tentunya sangat mendukung RUU ini disahkan oleh DPR. Karena dengan adanya undang-undang ini, tentunya upaya pemberantasan korupsi menjadi lebih efektif menurut pandangan kami,” kata Affandi kepada wartawan, Rabu (9/9/2026).

Kortas Tipidkor Nilai RUU Perampasan Aset Beri Efek Jera

Affandi menyebut pembahasan RUU Perampasan Aset menghadapi sejumlah kendala sehingga prosesnya berjalan cukup lama. Meski demikian, ia berharap DPR segera menyelesaikan pembahasan aturan tersebut.

Menurutnya, kehadiran aturan baru itu juga dapat memberikan efek jera kepada pelaku tindak pidana korupsi.

“Minimal ada efek jera yang disampaikan atau ditampilkan oleh aparat penegak hukum dengan adanya undang-undang ini,” ujarnya.

Kortas Tipidkor Telusuri Aset Sejak Penyidikan

Kasubdit III Direktorat Penelusuran dan Pengamanan Aset (P2A) Kortas Tipidkor Polri, Kombes Eko Novan, menjelaskan dua aspek penting dalam RUU Perampasan Aset. Kedua aspek tersebut yakni conviction-based forfeiture dan non-conviction-based forfeiture.

Eko mengatakan Kortas Tipidkor selama ini telah menjalankan mekanisme perampasan aset berdasarkan putusan pidana. Selain itu, penyidik juga menelusuri aset sejak awal proses penyidikan.

“Sebenarnya di Kortas Tipidkor itu sudah melaksanakan. Jadi kami merampas aset berdasarkan putusan pidana dan kami ada di gerbang terdepan,” kata Eko.

Ia menjelaskan proses perampasan aset berdasarkan putusan pidana berlangsung setelah pengadilan menjatuhkan putusan. Namun, penyidik Kortas Tipidkor mulai memikirkan pemulihan aset negara sejak tahap penyidikan.

“Perampasan aset itu nanti setelah putusan pidana, berarti di persidangan. Tetapi kami ada di gerbang terdepan saat kami penyidikan, cara berpikir kami sudah bagaimana kami mengembalikan aset negara yang hilang, dan itu sudah kami laksanakan,” sambungnya.

Kortas Tipidkor Siap Jalankan UU Perampasan Aset

Eko memastikan Kortas Tipidkor siap menjalankan seluruh ketentuan apabila DPR mengesahkan RUU Perampasan Aset menjadi undang-undang.

Menurutnya, aparat penegak hukum sudah menjalankan penelusuran dan pemulihan aset dalam proses penanganan perkara korupsi.

“Saya rasa apakah ada persiapan khusus, itu sudah kami laksanakan dan kami siap. Apa pun produk undang-undang itu, kami penegak hukum pasti melaksanakan undang-undang tersebut, apalagi penelusuran aset,” tuturnya.

Sebelumnya, DPR RI menargetkan pengesahan RUU Perampasan Aset menjadi undang-undang paling lambat pada 15 Desember 2026.

DPR menyampaikan target tersebut setelah Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) bersama sejumlah elemen masyarakat menggelar demonstrasi di depan Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (27/8/2026)

  • Penulis: Rahman
  • Editor: Nur Endana
  • Sumber: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • FAMHI Sultra mendesak KY dan Bawas MA memeriksa hakim PN Raha terkait dugaan miscarriage of justice

    FAMHI SULTRA: desak komisi yudisial Ri dan bawas ma periksa hakim pn raha atas dugaan “miscarriage of justice”

    • calendar_month Jumat, 11 Sep 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 231
    • 0Komentar

    JAKARTA, KABARISTANA.COM — Forum Advokasi Mahasiswa Hukum Indonesia (FAMHI) Sulawesi Tenggara mendesak Komisi Yudisial (KY) dan Badan Pengawasan Mahkamah Agung (Bawas MA) memeriksa proses persidangan perkara Nomor 12/Pdt.G/2026/PN Rah. Pengadilan Negeri Raha menjatuhkan putusan perkara tersebut pada 30 Juli 2026. FAMHI Sultra menyoroti proses pemanggilan pihak tergugat sebelum putusan verstek. Pihak tergugat dalam perkara tersebut […]

  • Dugaan Pergeseran Anggaran Rp503 Miliar Tanpa Pengesahan DPRD, PW GHARIS Sumut Geruduk Kejati

    Dugaan Pergeseran Anggaran Rp503 Miliar Tanpa Pengesahan DPRD, PW GHARIS Sumut Geruduk Kejati

    • calendar_month Jumat, 16 Okt 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 114
    • 0Komentar

    MEDAN, (kabaristana.com) — Pimpinan Wilayah Gerakan Hak Asasi Dan Reformasi Indonesia Sejahtera Sumatera Utara (PW GHARIS Sumut) menggelar aksi unjuk rasa di Kejati Sumut pada Jum’at (16/10/2026). dalam hal itu mereka menyoroti kebijakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang pergeseran anggaran senilai sekitar Rp503 miliar yang dinilai tidak transparan, cacat prosedur, serta berpotensi merugikan keuangan negara. […]

  • Pernikahan Usia Dini di Indonesia: Edukasi Jadi Kunci Pencegahan

    Pernikahan Usia Dini di Indonesia: Edukasi Jadi Kunci Pencegahan

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle Brian putra
    • visibility 324
    • 0Komentar

    Jakarta, (kabaristana.com) – Pernikahan usia dini di Indonesia masih menjadi persoalan serius yang berdampak langsung pada pendidikan, kesehatan, dan masa depan anak. Praktik ini tidak hanya membatasi hak anak, tetapi juga memicu berbagai masalah sosial jangka panjang jika dibiarkan tanpa pencegahan yang tepat. (14/02/2026). Di berbagai daerah, praktik pernikahan usia dini di Indonesia masih terus […]

  • ta’awu Tolaki senjata tradisional Sulawesi Tenggara

    Sejarah Ta’awu: Simbol Tradisi, Kekuasaan, dan Identitas Masyarakat Tolaki

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 366
    • 3Komentar

    (Kabaristana.com) – Ta’awu menjadi salah satu warisan budaya masyarakat Tolaki yang sarat makna historis dan simbolik. Istilah ini berasal dari dua kata dalam bahasa Tolaki, yaitu ta’ yang berarti “bertahan” dan wu yang berarti “rambut”. Makna tersebut mencerminkan ketahanan dan keberanian dalam tradisi masyarakat pada masa lampau. Praktik Tradisional Ta’awu Masyarakat Tolaki menjalankan praktik ta’awu […]

  • Pemkab Labura raih WTP ke-11 dari BPK RI atas LKPD Tahun Anggaran 2025.

    Sampaikan Apresiasi, PERMADA Teluk Piai Sebut Akuntabilitas Anggaran Jadi Budaya Kerja di Labura

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 175
    • 0Komentar

    MEDAN, (kabaristana.com) – Perhimpunan Mahasiswa dan Pemuda (PERMADA) Desa Teluk Piai mengapresiasi keberhasilan Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Utara (Pemkab Labura) mempertahankan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Sumatera Utara. BPK RI Perwakilan Sumatera Utara menyerahkan penghargaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025 pada Jumat (29/5/2026). Raihan tersebut […]

  • hauling batu bara di jalan umum Barito Utara Desa Sikui

    Hauling Batu Bara di Jalan Umum, Warga Desa Sikui Desak Pemkab Barito Utara Bertindak Tegas

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle Usupriyadi
    • visibility 1.925
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) | Warga Desa Sikui, Kecamatan Teweh Baru, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, memprotes aktivitas angkutan batu bara di jalan umum. Truk pengangkut batu bara melintas hampir setiap hari. Akibatnya, debu beterbangan di sekitar permukiman. Selain itu, kondisi jalan mulai rusak. Karena itu, warga merasa khawatir terhadap keselamatan pengguna jalan. Hendriwon T.K., warga Desa […]

expand_less