Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » Kurs Rupiah Tertekan, Dolar AS Menguat karena Geopolitik

Kurs Rupiah Tertekan, Dolar AS Menguat karena Geopolitik

  • account_circle Retanto
  • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
  • visibility 21
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, (Kabaristana.com)Kurs rupiah tertekan pada penutupan perdagangan Senin seiring meningkatnya ketidakpastian global akibat memanasnya situasi geopolitik di Timur Tengah. Penguatan dolar Amerika Serikat (AS) yang didukung data ekonomi positif turut menekan pergerakan mata uang Garuda di pasar keuangan.

Nilai tukar rupiah ditutup melemah 152 poin atau 0,84 persen menjadi Rp18.188 per dolar AS dari posisi sebelumnya Rp18.036 per dolar AS. Pelemahan tersebut terjadi ketika investor meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai risiko global yang memengaruhi pasar keuangan.

Kurs Rupiah Tertekan akibat Meningkatnya Risiko Global

Pasar keuangan dunia merespons meningkatnya ketegangan di Timur Tengah setelah eskalasi konflik yang melibatkan Israel dan Iran. Situasi itu memicu kekhawatiran terhadap stabilitas kawasan serta potensi gangguan pasokan energi dunia.

Kawasan Timur Tengah memegang peran strategis dalam perdagangan minyak global. Karena itu, setiap peningkatan konflik berpotensi mengganggu rantai pasok energi dan mendorong kenaikan harga komoditas di pasar internasional.

Pergerakan Modal Mengarah ke Aset Safe Haven

Meningkatnya risiko geopolitik mendorong investor global mengalihkan dana ke aset yang mereka nilai lebih aman. Investor juga memburu dolar AS sehingga nilainya menguat terhadap sejumlah mata uang dunia.

Pergerakan tersebut menekan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah. Banyak investor mengurangi eksposur pada aset berisiko dan memilih instrumen yang lebih aman selama ketidakpastian global masih berlangsung.

Data Ketenagakerjaan AS Lampaui Ekspektasi

Selain faktor geopolitik, pasar juga mencermati data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang menunjukkan kondisi ekonomi masih cukup kuat. Laporan non-farm payrolls (NFP) pada Mei mencatat penambahan 172 ribu lapangan kerja, melampaui ekspektasi pasar.

Tingkat pengangguran bertahan pada level 4,3 persen. Data ketenagakerjaan yang kuat memperkuat keyakinan investor bahwa Federal Reserve masih memiliki ruang untuk mempertahankan suku bunga tinggi dalam jangka waktu lebih lama.

Pelaku Pasar Menanti Arah Kebijakan The Fed

Prospek suku bunga tinggi di Amerika Serikat meningkatkan daya tarik dolar AS di pasar global. Pelaku pasar kini menunggu sinyal terbaru dari Federal Reserve terkait arah kebijakan moneter dalam beberapa bulan ke depan.

Sejumlah investor juga mencermati perkembangan harga minyak dunia yang berpotensi meningkat apabila konflik di Timur Tengah terus berlanjut. Kenaikan harga energi dapat memicu tekanan inflasi global dan memengaruhi kebijakan suku bunga di berbagai negara.

Di dalam negeri, investor menantikan langkah Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas nilai tukar melalui berbagai instrumen moneter. Pelaku pasar menilai langkah tersebut penting untuk meredam gejolak akibat sentimen eksternal.

Bank Indonesia juga mencatat pelemahan pada kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR). Nilainya turun ke level Rp18.171 per dolar AS dari posisi sebelumnya Rp18.039 per dolar AS.

Analis memperkirakan perkembangan geopolitik global dan kebijakan moneter Amerika Serikat masih akan menentukan arah pergerakan rupiah dalam jangka pendek. Selama ketidakpastian global tetap tinggi, pelaku pasar terus menekan rupiah sehingga nilainya berpotensi bergerak fluktuatif mengikuti sentimen internasional.

  • Penulis: Retanto
  • Editor: Wilda

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PP GPI Apresiasi Prabowo atas langkah evaluasi pimpinan Badan Gizi Nasional untuk memperkuat tata kelola dan pelayanan publik.

    Kabid Hukum dan HAM PP GPI Apresiasi Langkah Presiden Prabowo Subianto dalam Melakukan Evaluasi Pimpinan Badan Gizi Nasional

    • calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 64
    • 0Komentar

    Jakarta, (kabaristana.com) – Ketua Bidang Hukum dan HAM Pengurus Pusat Gerakan Pemuda Islam (PP GPI), Midul Makati, SH., MH., mengapresiasi langkah Presiden Prabowo Subianto yang mengevaluasi kepemimpinan Badan Gizi Nasional. Midul menilai keputusan tersebut menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga kualitas tata kelola lembaga negara. Selain itu, pemerintah ingin memastikan seluruh program strategis nasional berjalan efektif […]

  • Presiden Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden Prancis Emmanuel Macron melambaikan tangan usai pertemuan bilateral di Istana Élysée, Paris.

    Prabowo dan Macron Gelar Pertemuan Bilateral di Paris, Perkuat Kerja Sama Strategis

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle Retanto
    • visibility 108
    • 0Komentar

    JAKARTA , { kabaristana.com}– Presiden Prabowo Subianto bertemu Presiden Prancis Emmanuel Macron dalam pertemuan tertutup di Istana Élysée, Paris. Dalam agenda tersebut, Prabowo Macron energi pendidikan menjadi salah satu fokus utama pembahasan. Kedua pemimpin berdiskusi selama lebih dari dua jam. Mereka membahas arah kerja sama strategis yang dapat memperkuat hubungan bilateral Indonesia dan Prancis di […]

  • Perang Timur Tengah mengguncang Uni Emirat Arab dan Dubai 2026

    Pedih! Surga di Jantung Arab Terseret Neraka Perang Timur Tengah

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 70
    • 0Komentar

    Jakarta, (kabaristana.com) – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kini mengguncang ekonomi Uni Emirat Arab (UEA). Negara yang selama ini dikenal sebagai pusat bisnis dan pariwisata paling stabil di kawasan Teluk mulai merasakan dampak langsung perang antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel. The Associated Press melaporkan, Rabu (20/5/2026), UEA menjadi salah satu negara Teluk yang menerima […]

  • senjata baru China berpotensi mengancam jaringan satelit Starlink

    Bukan Rudal Nuklir, Senjata Baru China Berpotensi Melumpuhkan Dominasi AS di Luar Angkasa

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 150
    • 1Komentar

    JAKARTA, kabaristana.com | Senjata baru China memunculkan kekhawatiran baru di tengah meningkatnya ketergantungan dunia pada satelit komunikasi. Teknologi ini berpotensi melumpuhkan satelit tanpa ledakan, sehingga mengancam layanan internet, navigasi, dan komunikasi sipil lintas negara. Isu ini menjadi penting karena satelit orbit rendah kini menopang aktivitas harian masyarakat global. Jaringan tersebut mendukung transaksi digital, layanan darurat, […]

  • harga emas Pegadaian naik hari ini

    KPK Dalami Dugaan Pengaturan Lelang Proyek Kereta di Kemenhub

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 159
    • 0Komentar

    Jakarta, (Kabaristana.com) || Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami dugaan pengaturan lelang dalam proyek pembangunan dan pemeliharaan jalur kereta api di lingkungan Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Langkah ini dilakukan untuk memperkuat pembuktian perkara korupsi yang sedang berjalan. Untuk itu, penyidik memeriksa seorang aparatur sipil negara (ASN) Kemenhub, Dimas Reska Putra, sebagai saksi pada 15 April 2026. […]

  • konflik AS Iran China berdampak pada stabilitas energi global

    Konflik AS–Iran Berpotensi Menekan Ekonomi China dari Banyak Sisi

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 155
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) | Ketegangan yang berpotensi melibatkan Iran dapat memberi tekanan ekonomi signifikan bagi China. Dampak itu muncul meski tidak terjadi konfrontasi militer langsung. Kenaikan harga energi, gangguan jalur pelayaran, dan pengetatan sanksi internasional menjadi sumber utama risiko. Presiden Pusat Studi Timur Tengah sekaligus dosen tamu Universitas HSE, Murad Sadygzade, menilai Iran memegang posisi strategis […]

expand_less