Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » pendidikan » Mengurai Simpul Kekuasaan di STAI Al Furqan: Ketika Pengawas, Pengelola, dan Pengambil Keputusan Berada dalam Lingkar yang Sama

Mengurai Simpul Kekuasaan di STAI Al Furqan: Ketika Pengawas, Pengelola, dan Pengambil Keputusan Berada dalam Lingkar yang Sama

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
  • visibility 136
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Makassar, (Kabaristana.com) – Polemik pemberhentian Dr. Ismail, S.H.I., S.Pd.I., M.A. dari jabatan Ketua STAI Al Furqan Makassar memicu perhatian publik. Persoalan ini tidak lagi sebatas pergantian pimpinan kampus. Masyarakat mulai menyoroti tata kelola Yayasan Pendidikan Ilmu Al-Qur’an (YPIQ) Makassar.

Publik kini mempertanyakan mekanisme pengambilan keputusan di lingkungan kampus. Selain itu, mereka juga menyoroti pihak-pihak yang memiliki pengaruh besar dalam menentukan arah kebijakan perguruan tinggi tersebut.

Sorotan terhadap Independensi

Keberadaan figur yang duduk dalam struktur pengurus Yayasan YPIQ Makassar sekaligus menempati posisi strategis di Kopertais Wilayah VIII menimbulkan perhatian serius. Situasi ini semakin sensitif karena figur tersebut masih berstatus aparatur sipil negara (ASN) aktif.

Oleh karena itu, kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mendasar. Mampukah sistem pengawasan berjalan objektif apabila pihak yang membina dan pihak yang diawasi berada dalam lingkar kepentingan yang sama?

Di sisi lain, publik membutuhkan jawaban yang jelas atas pertanyaan tersebut. Sebab, independensi merupakan fondasi penting dalam tata kelola pendidikan tinggi.

Potensi Konflik Kepentingan

Persoalan ini tidak hanya menyangkut legalitas jabatan. Lebih dari itu, integritas sistem juga menjadi taruhan. Perguruan tinggi yang sehat harus memisahkan fungsi pembinaan, pengawasan, dan pengelolaan.

Selanjutnya, setiap pihak perlu menjalankan perannya secara proporsional. Pemisahan fungsi dapat mencegah munculnya konflik kepentingan.

Sebaliknya, batas peran yang kabur berpotensi melemahkan mekanisme kontrol. Akibatnya, kepercayaan masyarakat terhadap institusi pendidikan dapat menurun.

Peran Organ Akademik

Dinamika yang berkembang juga memunculkan pertanyaan mengenai posisi organ akademik. Bahkan, sebagian pihak menilai peran senat kampus semakin terbatas dalam pengambilan keputusan strategis.

Padahal, senat memiliki fungsi penting dalam menjaga marwah akademik. Karena itu, forum tersebut seharusnya menjadi ruang pertimbangan dalam kebijakan yang menyangkut kepentingan kampus.

Apabila keputusan penting lebih banyak lahir di luar mekanisme akademik, kualitas tata kelola kampus dapat dipertanyakan.

Momentum Evaluasi

Polemik ini dapat menjadi momentum evaluasi bagi seluruh pihak. Untuk itu, pengelola kampus perlu memperkuat prinsip akuntabilitas, transparansi, dan kolegialitas.

Kampus bukan milik kelompok tertentu. Sebaliknya, perguruan tinggi hadir untuk menjalankan fungsi pendidikan dengan tata kelola yang sehat.

Selain itu, masyarakat berhak mengetahui proses yang melatarbelakangi setiap keputusan strategis. Dengan demikian, keterbukaan informasi dapat memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi pendidikan.

Pada akhirnya, pertanyaan yang muncul bukan sekadar siapa yang diberhentikan atau diangkat. Publik ingin mengetahui apakah STAI Al Furqan Makassar masih menerapkan prinsip Good University Governance. Mereka juga ingin memastikan bahwa kampus tetap memiliki mekanisme kontrol yang efektif dan independen.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Anggota DPR RI Danang Wicaksana Sulistya saat rapat Komisi V DPR RI membahas isu keselamatan transportasi di Jakarta.

    Tabrakan KRL dan KA di Bekasi Timur, DPR Desak KNKT Ungkap Penyebab

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle Retanto
    • visibility 158
    • 2Komentar

    Jakarta, (kabaristana.com) — Kecelakaan kereta di Bekasi Timur yang melibatkan KRL dan kereta jarak jauh memicu perhatian serius dari DPR RI. Anggota Komisi V, Danang Wicaksana Sulistya, mendesak KNKT segera mengungkap penyebab insiden tersebut. Danang menegaskan perlunya investigasi menyeluruh untuk memastikan sumber utama kecelakaan. Ia menyoroti kemungkinan faktor teknis, kesalahan manusia, serta kelemahan sistem pengamanan […]

  • penghematan energi nasional Presiden Prabowo Subianto rapat kabinet di Istana Merdeka Jakarta

    Prabowo Siapkan Strategi Hemat Energi, WFH Jadi Opsi Redam Dampak Krisis Global

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 183
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) | Presiden Prabowo Subianto menyiapkan langkah penghematan energi nasional untuk menghadapi ketidakpastian pasokan global. Ia mendorong penerapan kerja dari rumah (WFH) satu hari dalam sepekan sebagai salah satu solusi. Prabowo membahas kebijakan tersebut bersama para menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (19/3/2026). Dalam rapat itu, ia menyoroti meningkatnya tensi geopolitik […]

  • KPK periksa forwarder Bea Cukai di Gedung Merah Putih Jakarta

    KPK Perluas Penyidikan, Sejumlah Forwarder Selain Blueray Cargo Dipanggil

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 180
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) || Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengembangkan penyidikan kasus dugaan suap dan gratifikasi impor barang ilegal. Dalam proses tersebut, penyidik mulai memeriksa sejumlah pihak terkait forwarder Bea Cukai untuk menelusuri keterlibatan lebih luas. Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menyatakan bahwa pemanggilan ini menjadi bagian dari strategi pendalaman kasus. Selain itu, […]

  • Pupuk RI tembus Australia melalui ekspor urea perdana

    Mentan Sebut Pupuk RI Tembus Australia, Harga Pupuk Nasional Turun 20 Persen

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 83
    • 0Komentar

    Jakarta, (kabaristana.com) – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut industri pupuk nasional semakin kuat setelah Indonesia mengekspor pupuk urea ke Australia. Selain itu, pemerintah juga menurunkan harga pupuk bersubsidi hingga 20 persen untuk petani. Amran mengatakan kebijakan Presiden Prabowo Subianto berhasil menekan harga pupuk tanpa menambah beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). “Di saat […]

  • Gejala tumor otak dijelaskan oleh dokter spesialis bedah saraf Dr. Dhira Atman di Columbia Asia Hospital Pulomas Jakarta.

    Sakit Kepala Tak Kunjung Hilang? Kenali Gejala Tumor Otak Sejak Dini

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • account_circle Retanto
    • visibility 37
    • 0Komentar

    Jakarta, (Kabaristana.com) – Sakit kepala yang muncul terus-menerus dan semakin berat dapat menjadi salah satu gejala tumor otak. Dokter mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan keluhan tersebut, terutama ketika gangguan penglihatan, kelemahan anggota tubuh, atau gejala saraf lain ikut muncul. Dokter spesialis bedah saraf di Columbia Asia Hospital Pulomas, Jakarta Timur, Dr. Dhira Atman, menjelaskan bahwa […]

  • ,putra daerah Sulawesi Tenggara dan identitas budaya lokal

    Membaca Dinamika Politik Sultra dari Percakapan Sehari-hari

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 445
    • 0Komentar

    JAKARTA, (kabaristana.com) – Sulawesi Tenggara hari ini tidak sedang baik-baik saja. Bukan karena daerah ini kekurangan sumber daya. Bukan pula karena Sultra miskin orang-orang cakap. Namun, kegelisahan itu muncul karena rasa asing yang tumbuh perlahan di tengah dinamika politiknya sendiri. Kekuasaan terus berganti dari waktu ke waktu. Akan tetapi, para pemimpin yang muncul sering kali […]

expand_less