Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Kecelakaan KA di Bekasi Timur: Evaluasi Sistem Keselamatan Lebih Mendesak daripada Narasi Diskriminatif

Kecelakaan KA di Bekasi Timur: Evaluasi Sistem Keselamatan Lebih Mendesak daripada Narasi Diskriminatif

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
  • visibility 256
  • comment 1 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, Kabaristana.com – Kecelakaan kereta api melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL tujuan Cikarang terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Senin (27/4/2026). Peristiwa ini menimbulkan duka mendalam bagi masyarakat.

Insiden tersebut menewaskan 16 orang dan melukai puluhan lainnya. Sebagian besar korban merupakan perempuan.

Kronologi Kejadian

Kecelakaan bermula dari tabrakan antara kereta dan sebuah taksi di perlintasan rel. Perlintasan itu belum memiliki sistem pengamanan yang memadai.

Insiden tersebut mengganggu perjalanan KRL tujuan Cikarang. Kereta itu kemudian berhenti di stasiun.

Tak lama kemudian, KA Argo Bromo Anggrek melaju di jalur yang sama. Kereta tersebut tidak sempat berhenti dan menabrak KRL dari belakang.

Usulan Menteri Picu Kritik

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifatul Choiri Fauzi, mengusulkan pemindahan gerbong khusus perempuan ke bagian tengah rangkaian kereta.

Ia menyampaikan usulan itu dengan alasan keamanan. Namun, banyak pihak langsung mengkritik gagasan tersebut.

Keselamatan Tidak Boleh Dibedakan

Wa Ode Nurfatul Izati, Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Ketua Umum Kohati HMI Cabang Jakarta Pusat–Utara, menolak pendekatan berbasis gender.

Ia menegaskan bahwa semua penumpang memiliki hak yang sama atas keselamatan.

“Tidak boleh ada perbedaan nilai keselamatan berdasarkan gender,” ujarnya.

Ia juga menilai narasi laki-laki sebagai pelindung tidak relevan dalam sistem keselamatan modern.

Fokus pada Perbaikan Sistem

Wa Ode meminta pemerintah memperbaiki sistem keselamatan secara menyeluruh.

Ia menyoroti beberapa hal penting, seperti:

  • pengamanan perlintasan sebidang
  • manajemen lalu lintas kereta
  • mitigasi risiko operasional

Ia juga mendorong evaluasi total terhadap sistem perkeretaapian nasional.

Menurutnya, pemerintah harus fokus pada perbaikan sistem. Kebijakan berbasis asumsi sosial justru berisiko menimbulkan ketimpangan.

  • Penulis: Rahman
  • Editor: Nur Wayda

Komentar (1)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Judi online anak Indonesia jadi perhatian pemerintah

    Judi Online Ancam Anak Indonesia, Pemerintah Catat Hampir 200 Ribu Kasus

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 203
    • 0Komentar

    Jakarta, (kabaristana.com) – Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengungkap hampir 200 ribu anak Indonesia terpapar judi online. Dari jumlah itu, sekitar 80 ribu anak masih berusia di bawah 10 tahun. Meutya menyampaikan hal tersebut dalam kegiatan Indonesia GOID Menyapa Gass Pol Tolak Judol di Medan, Rabu. Meutya menilai kondisi itu menjadi ancaman serius bagi […]

  • Mengurai Simpul Kekuasaan di STAI Al Furqan: Ketika Pengawas, Pengelola, dan Pengambil Keputusan Berada dalam Lingkar yang Sama

    Mengurai Simpul Kekuasaan di STAI Al Furqan: Ketika Pengawas, Pengelola, dan Pengambil Keputusan Berada dalam Lingkar yang Sama

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 203
    • 0Komentar

    Makassar, (kabaristana.com) – Polemik pemberhentian Dr. Ismail, S.H.I., S.Pd.I., M.A. dari jabatan Ketua STAI Al Furqan Makassar memunculkan perdebatan yang lebih luas. Persoalan ini tidak lagi sekadar menyangkut pergantian pimpinan kampus. Publik mulai menyoroti tata kelola Yayasan Pendidikan Ilmu Al-Qur’an (YPIQ) Makassar. Perhatian masyarakat kini tertuju pada mekanisme pengambilan keputusan di lingkungan kampus. Banyak pihak […]

  • PT WIN Konawe Selatan saat menjalankan aktivitas tambang dekat pemukiman warga

    Kapolres Konsel Dinilai Tak Punya Kewenangan Hentikan PT WIN, Tokoh Pemuda Minta Publik Bijak

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle Brian Putra
    • visibility 214
    • 0Komentar

    Jakarta, kabaristana.com – Aktivitas pertambangan PT Wijaya Inti Nusantara (WIN) di Desa Torobulu, Kecamatan Lainea, Kabupaten Konawe Selatan, kembali memicu sorotan publik. Warga menilai aktivitas tambang di dekat pemukiman itu menimbulkan keresahan dan berpotensi merusak lingkungan hidup. Kamis, 21 Mei 2026. Aktivitas Tambang PT WIN Tuai Sorotan Selama beberapa tahun terakhir, masyarakat terus menyoroti aktivitas […]

  • Dugaan pelanggaran tambang AMI disorot aksi mahasiswa di Dirjen Minerba

    Sanksi 8,9 Triliun Belum Diselesaikan, IMPH Desak Dirjen Minerba Hentikan RKAB PT. AMI & PT.AMINDO

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 451
    • 0Komentar

    Jakarta, (kabaristana.com) — Senin (12/01/2026). Ikatan Mahasiswa Peduli Hukum (IMPH) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Dirjen Minerba), Kementerian ESDM Republik Indonesia. Dalam aksi itu, IMPH menuntut pemerintah menindak dugaan pelanggaran tambang oleh PT Arga Moroni Indah (AMI) dan PT Arga Moroni Indotama (AMINDO). IMPH Temukan Dugaan Tambang di […]

  • hunian TOD Kiaracondong Bandung untuk MBR

    KAI Siapkan Hunian TOD untuk MBR di Kiaracondong, Bandung

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 387
    • 0Komentar

    Bandung, (Kabaristana.com) || PT Kereta Api Indonesia mengembangkan kawasan Kiaracondong sebagai hunian berbasis Transit Oriented Development (TOD) yang terintegrasi langsung dengan layanan kereta api. Program ini menargetkan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) agar memperoleh hunian layak dan terjangkau. Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menegaskan bahwa perusahaan memanfaatkan lahan di sekitar stasiun dan Balai Yasa Kiaracondong untuk meningkatkan […]

  • jemaah umrah Indonesia kembali ke Tanah Air melalui Bandara Jeddah

    Ketegangan Timur Tengah Meningkat, 14.796 Jemaah Umrah Indonesia Sudah Kembali ke Tanah Air

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 303
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) | Pemerintah mencatat sebanyak 14.796 jemaah umrah Indonesia telah kembali ke Tanah Air di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah. Kementerian Agama memantau langsung proses kepulangan jemaah melalui koordinasi dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah serta Satgas di Bandara Internasional King Abdulaziz. Juru Bicara Kementerian Agama, Ichsan Marsha, menjelaskan bahwa laporan pengawasan […]

expand_less