Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukum » Febrie mundur, Komjak nilai perlu segera ada Jampidsus definitif

Febrie mundur, Komjak nilai perlu segera ada Jampidsus definitif

  • account_circle Rahman
  • calendar_month 12 jam yang lalu
  • visibility 21
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, (kabaristana.com) – Komisi Kejaksaan (Komjak) RI mendesak Kejaksaan Agung (Kejagung) segera menunjuk Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) definitif setelah Febrie Adriansyah mengundurkan diri. Komjak menilai pejabat definitif penting untuk menjaga arah kebijakan dan memastikan penanganan perkara tetap berjalan efektif.

Ketua Komjak RI Pujiyono Suwadi mengatakan penunjukan Rudi Margono sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Jampidsus sudah memenuhi kebutuhan jangka pendek. Namun, Kejaksaan Agung perlu segera menetapkan pejabat definitif agar proses pengambilan keputusan strategis tidak tertunda.

Pujiyono mengungkapkan Komjak telah menginventarisasi sedikitnya 10 kandidat yang dinilai layak mengisi posisi Jampidsus.

Menurutnya, Komjak memilih para kandidat berdasarkan persyaratan administrasi, profesionalisme, pengalaman, dan integritas. Seluruh nama tersebut akan menjadi bahan pertimbangan sebelum Komjak menyampaikan usulan kepada Jaksa Agung.

“Kami sudah menampung sekitar 10 nama yang memenuhi kriteria,” kata Pujiyono di Jakarta, Minggu.

Pengunduran Diri Febrie Adriansyah

Sebelumnya, Jaksa Agung ST Burhanuddin menerima surat pengunduran diri Febrie Adriansyah sebagai Jampidsus pada Sabtu (11/7).

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung Anang Supriatna menjelaskan bahwa Febrie mengajukan pengunduran diri sebagai bentuk komitmen menjaga integritas, objektivitas, dan netralitas penegakan hukum.

Anang menambahkan, langkah tersebut juga berkaitan dengan proses hukum yang saat ini ditangani penyidik Polri.

Penanganan Perkara Tetap Berjalan

Kejaksaan Agung memastikan seluruh tugas dan fungsi Jampidsus tetap berjalan normal. Institusi itu juga menegaskan penanganan seluruh perkara tetap mengikuti mekanisme yang berlaku.

Sementara itu, penyidik telah menetapkan Febrie Adriansyah bersama seorang tersangka lain berinisial DR sebagai tersangka dalam perkara dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Proses penyidikan terhadap kedua tersangka masih berlangsung sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menteri Keuangan Yudi Sadewa

    Perlebar Defisit Anggaran Cegah Krisis Ekonomi

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 320
    • 1Komentar

    Jakarta, kabaristana.com | Pemerintah menegaskan kebijakan perlebar defisit anggaran cegah krisis ekonomi sebagai langkah antisipatif untuk menjaga stabilitas fiskal dan mempertahankan pertumbuhan ekonomi nasional di tengah tekanan global. Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemerintah secara sadar membuka ruang defisit anggaran hingga mendekati batas 3 persen dari produk domestik bruto (PDB). Pemerintah mengambil kebijakan […]

  • rating Trump turun saat pidato di Gedung Putih

    Rating Trump Turun Tajam, Warga AS Kecewa Ekonomi dan Perang

    • calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 187
    • 0Komentar

    Jakarta, (Kabaristana.com) | Tingkat persetujuan publik terhadap Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, turun tajam dalam survei terbaru Reuters/Ipsos. Angka approval rating kini berada di 36 persen, turun dari 40 persen pada pekan sebelumnya. Survei yang berlangsung selama empat hari hingga Senin (25/3/2026) menunjukkan penurunan kepercayaan masyarakat terhadap kepemimpinan Trump. Kinerja Ekonomi Picu Ketidakpuasan Banyak warga […]

  • Kekerasan Seksual IAI saat aksi mahasiswa di Kementerian Agama RI

    Kemenag RI Jamin Pendidikan Korban Dugaan Kekerasan Seksual di IAI Rawa Aopa

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 263
    • 2Komentar

    JAKARTA, kabaristana.com – Aliansi Lembaga Mahasiswa Pemerhati Kekerasan Seksual dan Pendidikan menggelar aksi unjuk rasa di kantor Kementerian Agama Republik Indonesia. Mereka menuntut langkah tegas atas dugaan kegagalan yayasan dan pihak kampus dalam melindungi korban kekerasan seksual di Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa, Konawe Selatan. Aksi ini mendapat perhatian dari Direktorat Jenderal Pendidikan Islam […]

  • target lifting minyak tercapai pada 2026 sesuai APBN

    Setahun Prabowo, Produksi Minyak RI Sudah Lampaui Era Jokowi

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 320
    • 0Komentar

    JAKARTA,(kabaristana.com) | Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa produksi (lifting) minyak nasional kini mulai membaik. Selama hampir satu dekade, capaian lifting minyak sering gagal memenuhi target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Perubahan tersebut mulai terlihat pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Bahlil menyebut tahun 2026 sebagai titik balik pencapaian sektor […]

  • perlindungan LPSK Vanessa Tuhuteru di kantor LPSK Indonesia

    GASKAN Desak DPR RI Gelar RDP dan LPSK Segera Turun Tangan di Kasus Vanessa

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 189
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) – Rabu, 22 April 2026, Gerakan Suara Keadilan Netizen (GASKAN) mendesak Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) segera memberikan perlindungan penuh kepada Vanessa Tuhuteru dan keluarganya. Desakan ini menguat setelah Bob Hasan, Ketua Badan Legislasi DPR RI, merespons positif laporan tersebut. Ia mengarahkan keluarga Vanessa untuk menempuh jalur perlindungan hukum melalui LPSK. Langkah […]

  • air sungai bumi etam keruh akibat erosi tambang batu bara

    Air Sungai PDAM Bumi Etam Keruh, Warga Duga Dampak Erosi Tambang Batu Bara

    • calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
    • account_circle usupriyadi
    • visibility 270
    • 0Komentar

    Kutai Timur, (Kabaristana.com) | Air sungai Bumi Etam kini terlihat keruh dan tidak lagi layak digunakan. Warga Desa Bumi Etam, Kecamatan Kaubun, mengeluhkan perubahan kondisi air yang sebelumnya jernih. Air berubah warna menjadi kecokelatan dan membawa lumpur. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran bagi kesehatan dan lingkungan sekitar. Dugaan Dampak Aktivitas Tambang Warga menduga aktivitas tambang batu bara […]

expand_less