Diduga Terlibat Pungli Sertifikasi Guru, Garansi Sumut Desak Kejati Periksa Kabag TU Kanwil Kemenag
- account_circle Rahman
- calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
- visibility 102
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MEDAN, kabaristana.com – Dugaan pungli Kemenag Pakpak Bharat kembali menjadi perhatian publik. Garansi Sumut berencana menggelar aksi unjuk rasa di Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara dalam waktu dekat.
Aksi tersebut bertujuan mendorong aparat penegak hukum mengusut dugaan pungutan liar dana sertifikasi guru madrasah dan sekolah keagamaan. Selain itu, Garansi Sumut menilai praktik tersebut telah berlangsung selama beberapa tahun.
Garansi Sumut Soroti Oknum Pejabat
Koordinator Garansi Sumut, Hambali Limbong, mengatakan dugaan pungli mengarah kepada oknum berinisial SB. Saat ini, SB menjabat sebagai Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Sumatera Utara.
Sebelumnya, SB pernah memimpin Kantor Kemenag Kabupaten Pakpak Bharat. Karena itu, Garansi Sumut meminta aparat memeriksa seluruh kebijakan yang lahir pada masa kepemimpinannya.
Hambali menilai praktik pemotongan dana sertifikasi merugikan para guru. Bahkan, kerugian yang muncul diduga mencapai ratusan juta rupiah.
“Kami meminta Kejati Sumut membentuk tim khusus untuk mengusut dugaan pungli dana sertifikasi guru,” kata Hambali, Jumat (12/6/2026).
Dugaan Penyimpangan Anggaran Muncul
Selain dana sertifikasi, Garansi Sumut juga menyoroti penggunaan anggaran tahun 2024. Menurut Hambali, dugaan penyimpangan muncul pada pengadaan kendaraan dinas.
Ia menduga anggaran sewa mobil tidak berjalan sesuai ketentuan. Sementara itu, organisasi tersebut juga menyoroti pengelolaan dana operasional kantor.
Selain itu, Hambali mempertanyakan penggunaan anggaran perjalanan dinas. Oleh sebab itu, Garansi Sumut meminta aparat melakukan pemeriksaan secara menyeluruh.
“Penyewaan kendaraan diduga tidak sesuai aturan. Kemudian, kami juga menemukan dugaan perjalanan dinas fiktif,” ujarnya.
Garansi Sumut Klaim Kantongi Bukti
Garansi Sumut mengaku telah mengumpulkan sejumlah bukti. Organisasi tersebut juga menyimpan rekaman video dan keterangan dari guru yang mengaku mengalami pemotongan dana.
Selanjutnya, tim Garansi Sumut melakukan pendataan terhadap sejumlah korban. Dengan demikian, mereka yakin proses hukum dapat berjalan secara objektif.
“Dugaan itu dapat kami buktikan melalui rekaman video dan keterangan para guru,” tegas Hambali.
Dua Tuntutan untuk Kejati Sumut
Dalam aksi nanti, Garansi Sumut membawa dua tuntutan utama. Pertama, mereka meminta Kejati Sumut memanggil dan memeriksa SB.
Kedua, mereka meminta aparat melakukan audit investigatif secara menyeluruh. Selain itu, mereka juga meminta pengumpulan bahan keterangan terhadap pihak-pihak terkait.
Menurut Garansi Sumut, dugaan penyimpangan tersebut berlangsung secara sistematis. Karena itu, mereka mendorong aparat bertindak cepat.
Hak Guru Harus Dilindungi
Tunjangan sertifikasi merupakan hak guru yang dijamin negara. Oleh karena itu, setiap guru berhak menerima dana tersebut secara penuh.
Di sisi lain, dugaan pemotongan dana dapat merugikan para tenaga pendidik. Bahkan, praktik tersebut berpotensi menurunkan kepercayaan terhadap institusi pendidikan.
Meski demikian, Garansi Sumut berharap Kejati Sumut menangani persoalan ini secara profesional. Akhirnya, organisasi tersebut berencana mengirim surat pemberitahuan aksi kepada pihak kepolisian sebelum pelaksanaan unjuk rasa.
- Penulis: Rahman
- Editor: Nur Wayda
- Sumber: Tim Redaksi



Saat ini belum ada komentar