Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukum » Aksi di Depan KPK RI dan Kejaksaan Agung RI: Desak Pengusutan Dugaan Penyalahgunaan Wewenang di BPN Konawe Selatan serta Dugaan Kongkalikong Pengukuran Lahan Bersengketa

Aksi di Depan KPK RI dan Kejaksaan Agung RI: Desak Pengusutan Dugaan Penyalahgunaan Wewenang di BPN Konawe Selatan serta Dugaan Kongkalikong Pengukuran Lahan Bersengketa

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
  • visibility 114
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, (kabaristana.com) – Adi Mangidi memimpin sejumlah mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di depan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI pada 17 Juni 2026. Massa aksi mendesak KPK dan Kejaksaan Agung mengusut dugaan penyalahgunaan wewenang, pungutan liar, serta penyimpangan administrasi pertanahan di Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara.

Mahasiswa menggelar aksi tersebut setelah masyarakat melaporkan dugaan permintaan uang dalam proses penerbitan dan balik nama sertifikat tanah. Mereka juga menilai berbagai dugaan penyimpangan administrasi telah menciptakan ketidakpastian hukum bagi masyarakat.

Dugaan Penyimpangan Pertanahan Konawe Muncul di Lahan Sengketa

Adi Mangidi meminta aparat penegak hukum menyelidiki dugaan keterlibatan sejumlah pihak, termasuk pengacara Samsuddin. Menurut Adi, masyarakat menduga Samsuddin memicu keresahan warga, terutama di Desa Pelandia, Kecamatan Buke.

“Kami menilai terdapat indikasi hubungan yang tidak wajar antara pihak tertentu dengan oknum di sektor pertanahan. Kondisi itu berpotensi memicu konflik agraria. Dugaan tersebut semakin menguat karena ada kegiatan pengukuran dan plotting pada lahan sengketa,” kata Adi.

Adi menjelaskan bahwa masyarakat memperoleh informasi mengenai kegiatan plotting dan pengukuran. Berdasarkan informasi itu, Samsuddin bersama petugas pengukuran Kantor Pertanahan Konawe Selatan bernama Wawan diduga mengukur dan memetakan lahan sengketa sebelum pihak berwenang menyelesaikan status hukumnya.

Warga menolak kegiatan tersebut karena para pihak masih memperkarakan lahan itu. Mereka khawatir aktivitas tersebut memicu konflik horizontal.

Dugaan Penyimpangan Pertanahan Konawe Picu Keresahan Warga

Adi mengatakan perselisihan antara warga Desa Pelandia dan pihak Samsuddin telah berlangsung sekitar tiga bulan. Kedua belah pihak sama-sama mengklaim sebidang tanah yang berada di wilayah administrasi Desa Pelandia, Kecamatan Buke.

Namun, pihak Samsuddin menganggap lahan tersebut masuk ke wilayah Desa Andoolo. Adi menilai perbedaan klaim itu membuat masyarakat terus merasa resah. Menurutnya, pemerintah dan aparat penegak hukum harus segera menyelesaikan persoalan tersebut agar konflik sosial tidak meluas.

Adi juga meminta organisasi advokat tempat Samsuddin bernaung mengevaluasi anggotanya.

“Kami meminta organisasi advokat mengevaluasi Saudara Samsuddin. Kami menilai tindakannya meresahkan masyarakat. Ia diduga berulang kali berupaya menguasai lahan milik masyarakat dengan memanfaatkan relasi yang dimilikinya. Negara tidak boleh kalah oleh praktik yang mencederai rasa keadilan masyarakat,” tegas Adi.

Dugaan Penyimpangan Pertanahan Konawe Jadi Tuntutan Mahasiswa

Mahasiswa menyampaikan empat tuntutan kepada KPK RI dan Kejaksaan Agung RI.

Pertama, mereka meminta aparat mengusut dugaan penyalahgunaan wewenang serta permintaan uang dalam proses penerbitan dan balik nama sertifikat tanah di Kantor Pertanahan Kabupaten Konawe Selatan.

Kedua, mereka meminta aparat menelusuri aliran dana beserta pihak yang diduga terlibat.

Ketiga, mereka meminta aparat mengusut pihak yang diduga memanipulasi administrasi dan dokumen pertanahan sehingga merugikan masyarakat.

Keempat, mereka meminta aparat menyelidiki oknum pertanahan yang diduga mengukur lahan ketika para pihak masih memperkarakan tanah tersebut.

Dugaan Penyimpangan Pertanahan Konawe Perlu Penanganan Transparan

Adi menegaskan bahwa aksi tersebut bertujuan melindungi hak masyarakat sekaligus menjaga integritas pelayanan publik di sektor pertanahan.

“Kami mendesak KPK RI dan Kejaksaan Agung RI segera mengambil langkah hukum yang konkret, profesional, dan transparan. Kami juga meminta aparat mengungkap seluruh fakta serta memastikan tidak ada pihak yang kebal hukum,” tutup Adi.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Revolusi Prancis: Sejarah, Latar Belakang, dan Dampaknya

    Revolusi Prancis: Sejarah, Latar Belakang, dan Dampaknya

    • calendar_month Minggu, 18 Jan 2026
    • account_circle Porondosi
    • visibility 219
    • 0Komentar

    Jakarta, kabaristana.com — Revolusi Prancis menjadi salah satu peristiwa paling berpengaruh dalam sejarah dunia modern. Pada akhir abad ke-18, peristiwa ini secara langsung mengubah sistem politik, tatanan sosial, dan struktur kekuasaan di Prancis. Selain itu, revolusi tersebut juga memengaruhi perkembangan demokrasi di Eropa dan berbagai wilayah dunia. (18/01/2026) Latar Belakang Revolusi Prancis Sebelum revolusi terjadi, […]

  • bantuan pendidikan korban banjir Aceh Tamiang untuk siswa sekolah dasar

    Bantuan Pendidikan Korban Banjir Aceh Tamiang Disalurkan Wamenhaj

    • calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 291
    • 0Komentar

    Jakarta, kabaristana.com | Bantuan pendidikan Aceh Tamiang menjadi kebutuhan mendesak setelah banjir dan longsor mengganggu aktivitas belajar di sejumlah sekolah dasar. Genangan air merusak ruang kelas dan memaksa siswa belajar tanpa perlengkapan memadai. Banyak anak kehilangan buku, seragam, dan alat tulis akibat bencana tersebut. Pendidikan Terdampak Langsung Pascabanjir Isu ini penting karena bencana sering memukul […]

  • serangan Iran tidak menguntungkan kawasan

    Saudi Tegaskan Serangan Iran Tak Menguntungkan, Justru Picu Isolasi

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 173
    • 0Komentar

    Jakarta, (Kabaristana.com) || 26 Maret 2026  Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal bin Abdullah Al-Amudi, menegaskan bahwa serangan Iran ke negara-negara Timur Tengah tidak memberi keuntungan strategis bagi Teheran. Faisal menyampaikan pernyataan itu dalam konferensi pers di Jakarta. Ia menilai langkah tersebut justru memperburuk posisi Iran di tingkat global. Tekanan politik dan ekonomi terhadap […]

  • Prabowo ke Rusia tiba di Bandara Vnukovo Moskow

    Prabowo ke Rusia, DPR Dorong Peran Aktif Indonesia dalam Perdamaian Dunia

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 146
    • 1Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) || Presiden Prabowo Subianto mengunjungi Rusia untuk membahas kondisi geopolitik dunia. Ia akan bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin dalam agenda tersebut. Anggota Komisi I DPR RI, Oleh Soleh, menilai langkah ini penting. Ia menyebut kunjungan ini sebagai upaya nyata Indonesia dalam mendorong perdamaian dunia. Soleh menilai situasi global makin kompleks. Karena itu, Indonesia […]

  • rupiah menguat terhadap dolar AS di penukaran uang Jakarta

    Rupiah Bangkit di Akhir Sesi, Dolar AS Kembali di Bawah Rp17.000

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 193
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) || Rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Rabu (1/4/2026). Data pasar menunjukkan rupiah naik sekitar 0,09% ke posisi Rp16.975 per dolar AS. Sepanjang hari, pelaku pasar sempat mendorong rupiah melemah hingga menembus Rp17.000 per dolar AS. Bahkan, kurs sempat menyentuh Rp17.026 per dolar AS sebelum akhirnya berbalik arah menjelang […]

  • Gunung Marapi erupsi dengan semburan abu vulkanik tinggi

    Gunung Marapi Erupsi Dua Kali dalam Sejam, Aktivitas Vulkanik Meningkat

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 113
    • 0Komentar

    Padang, (Kabaristana.com) | Gunung Marapi kembali menunjukkan peningkatan aktivitas dengan dua kali erupsi dalam waktu berdekatan pada Kamis pagi (26/3/2026). Petugas Pos Gunung Api (PGA), Teguh Firmansyah, melaporkan letusan pertama terjadi pada pukul 08.28 WIB. Seismograf mencatat amplitudo maksimum mencapai 22 milimeter dengan durasi 27 detik. Awan tebal menutupi kolom abu sehingga pengamat tidak dapat […]

expand_less