Nuklir Dan Partikel Triso Dalam Teknologi Reaktor GEN-IV
- account_circle Rahman
- calendar_month Senin, 29 Jun 2026
- visibility 102
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto: Tenaga Ahli Menteri ESDM RI Bid. Pengembangan Potensi Pemanfaatan Tenaga Nuklir/ Dekan FT UPDM (B) / Direktur PUSPINEBT ICMI_Irwanuddin H.I. Kulla
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, 28 Juni 2026
By: Irwanuddin H.I. Kulla
Tenaga Ahli Menteri ESDM RI Bid. Pengembangan Potensi Pemanfaatan Tenaga Nuklir/ Dekan FT UPDM (B) / Direktur PUSPINEBT ICMI
Perkembangan teknologi nuklir terus melaju. Para peneliti kini berfokus pada pengembangan reaktor Generasi IV atau Gen-IV. Teknologi ini menawarkan efisiensi bahan bakar yang lebih tinggi. Selain itu, reaktor Gen-IV juga mampu mengurangi limbah radioaktif secara signifikan.
Beberapa jenis reaktor Gen-IV yang banyak dikembangkan meliputi High Temperature Gas-Cooled Reactor (HTGR), Very High Temperature Reactor (VHTR), dan Small Modular Reactor (SMR). Ketiga reaktor tersebut menggunakan gas helium sebagai pendingin dan memanfaatkan bahan bakar khusus berupa partikel TRISO.
Reaktor tersebut menghasilkan panas bersuhu sangat tinggi. Industri dapat memanfaatkan panas itu untuk memproduksi listrik, hidrogen hijau, amonia, hingga mendukung proses penyulingan minyak dan industri kimia.
Partikel TRISO Menjadi Inovasi Penting
Partikel TRISO (Tri-structural Isotropic) menjadi inovasi utama pada reaktor Generasi IV. Ukurannya hanya sekitar 0,8 milimeter atau sebesar biji wijen. Meski kecil, partikel ini memiliki daya tahan yang luar biasa.
TRISO memiliki lima bagian utama. Bagian tersebut meliputi inti uranium, lapisan penyangga, lapisan Inner Pyrolytic Carbon (IPyC), lapisan Silicon Carbide (SiC), serta lapisan Outer Pyrolytic Carbon (OPyC).
Setiap lapisan memiliki fungsi penting. Lapisan keramik mampu menahan suhu di atas 1.600 derajat Celsius. Kondisi itu membuat TRISO sangat sulit mengalami pelelehan inti atau meltdown. Karena alasan tersebut, para ahli menyebut TRISO sebagai bahan bakar dengan sistem keselamatan pasif atau inherent safety.
Lapisan pelindung juga mengurung zat radioaktif di dalam inti bahan bakar. Sistem ini mampu menekan risiko kebocoran radiasi secara signifikan.
Cara Produksi Partikel TRISO
Produsen membuat partikel TRISO melalui tiga tahap utama.
Tahap pertama ialah membentuk inti uranium menggunakan metode sol-gel. Proses ini menghasilkan butiran uranium berukuran mikron.
Tahap kedua menggunakan teknologi Fluidized Bed Chemical Vapor Deposition (FBCVD). Teknologi tersebut melapisi inti uranium dengan empat lapisan pelindung secara presisi.
Tahap terakhir mencampurkan ribuan partikel TRISO dengan grafit. Setelah itu, produsen memadatkannya menjadi pelet silinder atau bola grafit (pebble) yang siap digunakan sebagai bahan bakar reaktor.
Banyak Negara Mengembangkan Teknologi TRISO
Sejumlah negara telah mengembangkan teknologi TRISO selama puluhan tahun.
Amerika Serikat menjalankan program Advanced Gas Reactor (AGR) melalui Department of Energy. China mengoperasikan reaktor HTR-PM di Shidaowan. Jerman menjadi salah satu pelopor desain TRISO modern.
Prancis juga membangun fasilitas produksi TRISO melalui perusahaan Framatome. Sementara itu, Rusia, Korea Selatan, Kanada, dan Afrika Selatan terus memperluas riset untuk menyempurnakan teknologi tersebut.
Efisiensi TRISO Tiga Kali Lebih Tinggi
Industri nuklir mengukur efisiensi bahan bakar menggunakan parameter Burn Up atau Fissions per Initial Metal Atom (FIMA).
Partikel TRISO mampu mencapai tingkat pembakaran hingga 20 persen FIMA. Artinya, sekitar 20 persen atom uranium menghasilkan energi melalui proses fisi.
Sebaliknya, bahan bakar reaktor air ringan atau Light Water Reactor (LWR) umumnya hanya mencapai sekitar lima persen FIMA. Dengan demikian, TRISO memiliki efisiensi pembakaran sekitar tiga kali lebih tinggi.
Dari sisi ekonomi, biaya bahan bakar TRISO berkisar antara 7,48 hingga 10,4 dolar Amerika Serikat per MWh. Dengan kurs Rp17.741 per dolar AS, nilainya sekitar Rp130.700 hingga Rp184.500 per MWh.
Masa Depan Energi Nuklir
Teknologi reaktor Generasi IV menunjukkan arah baru perkembangan energi nuklir dunia. TRISO menghadirkan tingkat keselamatan yang lebih tinggi, efisiensi yang lebih baik, dan limbah yang lebih sedikit.
Karakteristik tersebut menjadikan TRISO sebagai salah satu kandidat bahan bakar utama untuk mendukung transisi energi bersih. Jika pengembangannya terus berlanjut, teknologi ini dapat berperan penting dalam memenuhi kebutuhan energi dunia secara aman, efisien, dan berkelanjutan.
Salam Peradaban Bangsa.
πͺπͺπππΉπΉπ²π¨π²π¨π²π¨
- Penulis: Rahman
- Editor: Nur Wayda
- Sumber: https://kabaristana.com



Saat ini belum ada komentar