Kapolri: Operasi Ketupat 2026 tekan fatalitas kecelakaan 30,4 persen
- account_circle Rahman
- calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
- visibility 108
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto: Tangkapan layar - Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo berbicara dalam upacara peringatan Hari Bhayangkara Ke-80 di Satlat Brimob, Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Rabu (1/7/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, (kabaristana.com) – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyatakan Operasi Ketupat 2026 berhasil menekan angka fatalitas kecelakaan lalu lintas sebesar 30,4 persen. Operasi tersebut juga menurunkan jumlah kecelakaan hingga 5,3 persen selama arus mudik dan balik Idul Fitri 2026.
Kapolri menyampaikan capaian itu saat memberikan pidato pada peringatan HUT Ke-80 Bhayangkara yang berlangsung secara daring dari Jakarta, Rabu.
Menurut Sigit, Polri bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan dan berbagai pemangku kepentingan untuk menjaga keamanan, keselamatan, serta kelancaran arus mudik dan balik.
“Bersama Kementerian Perhubungan Republik Indonesia dan stakeholder terkait, Polri menggelar Operasi Ketupat 2026 sehingga mampu menurunkan angka kecelakaan sebesar 5,3 persen dan menekan fatalitas hingga 30,4 persen,” kata Sigit.
Tingkat Kepuasan Masyarakat Meningkat
Kapolri mengatakan masyarakat memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Operasi Ketupat 2026. Hasil survei menunjukkan tingkat kepuasan publik mencapai 85,3 persen.
Ia menilai sinergi antarinstansi menjadi faktor penting dalam menjaga keamanan selama masa mudik dan arus balik Lebaran.
Selain meningkatkan rasa aman, kelancaran arus mudik juga memberi dampak positif bagi perekonomian nasional.
Kapolri menyebut kelancaran mobilitas masyarakat mendorong perputaran uang hingga Rp161,8 triliun.
Menurutnya, aktivitas ekonomi tersebut ikut menjaga pertumbuhan ekonomi nasional selama momentum Idul Fitri.
“Keberhasilan pengamanan ini juga mendorong perputaran uang hingga Rp161,8 triliun yang turut berkontribusi dalam menjaga pertumbuhan ekonomi nasional,” ujarnya.
Selain mengamankan arus mudik, Polri terus meningkatkan pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat melalui berbagai operasi nasional maupun kewilayahan.
Pengamanan mencakup kunjungan tamu negara, agenda nasional, kegiatan internasional, libur Natal dan Tahun Baru, Idul Fitri, serta berbagai kegiatan masyarakat lainnya.
Polri Terlibat Aktif dalam Penanganan Bencana
Kapolri menjelaskan Polri juga berperan aktif dalam penanganan bencana alam, termasuk di wilayah Sumatra.
Polri mengerahkan 4.106 personel untuk mendistribusikan bantuan logistik, mengoperasikan alat berat, memberikan layanan kesehatan, serta melakukan pencarian korban menggunakan unit K9.
Petugas juga mengevakuasi dan mengidentifikasi 1.146 jenazah. Selain itu, Polri membangun 47 jembatan, termasuk enam jembatan bailey.
Tidak hanya itu, Polri membangun 351 sumur bor dan 300 unit hunian tetap untuk mempercepat pemulihan masyarakat terdampak bencana.
Kapolri menegaskan seluruh upaya tersebut menunjukkan komitmen Polri dalam menjaga stabilitas keamanan nasional.
Menurutnya, situasi keamanan yang kondusif menjadi fondasi penting bagi pembangunan nasional. Polri juga akan terus meningkatkan pelayanan agar masyarakat memperoleh rasa aman dan nyaman.
- Penulis: Rahman
- Editor: Nur wayda
- Sumber: Tim Rdaksi



Saat ini belum ada komentar