Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » Ekonom Ingatkan Risiko Indonesia Jadi Pasar dalam Perjanjian Tarif RI–AS

Ekonom Ingatkan Risiko Indonesia Jadi Pasar dalam Perjanjian Tarif RI–AS

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
  • visibility 304
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, kabaristana.com | Rencana perjanjian tarif resiprokal Indonesia & Amerika Serikat memicu kekhawatiran publik. Sejumlah ekonomi menilai kesepakatan ini berisiko menempatkan Indonesia hanya sebagai pasar produk asing. Tanpa pengamanan kebijakan, manfaat ekonomi bisa timpang.

Isu ini mencuat karena pemerintah menargetkan penandatanganan kesepakatan dalam waktu dekat. Pada saat yang sama, daya saing industri nasional masih menghadapi tekanan biaya produksi dan logistik.

Momentum Penting di Tengah Tekanan Global

Perjanjian tarif ini muncul di tengah ketidakpastian ekonomi global. Negara-negara besar berlomba mengamankan pasar dan rantai pasok. Indonesia perlu memastikan kepentingan industrinya tidak terpinggirkan.

Pembukaan pasar yang terlalu cepat dapat berdampak langsung pada sektor sensitif. Manufaktur dan ekonomi digital menjadi dua sektor yang paling rawan terdampak.

Catatan Kritis dari Ekonom

Ekonom dan peneliti Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, menilai konsesi dari AS masih terbatas. Menurut dia, pengecualian tarif untuk sawit, kakao, kopi, dan teh tidak menyentuh sektor strategis.

Komoditas tersebut tidak bersaing langsung dengan industri domestik AS. Karena itu, manfaatnya bagi Indonesia dinilai minim.

Sebaliknya, Indonesia berencana membuka akses pasar yang lebih luas. Pemerintah juga siap mengurangi hambatan non-tarif. Kebijakan ini dapat berdampak besar pada industri dalam negeri.

Beban Penyesuaian Dinilai Tidak Seimbang

Yusuf menilai beban penyesuaian justru lebih berat di pihak Indonesia. Ia mengingatkan, penurunan tarif tidak otomatis meningkatkan ekspor. Tanpa kesiapan industri, impor justru bisa melonjak.

Ia menekankan pentingnya investasi nyata dan transfer teknologi. Tanpa dua hal itu, Indonesia sulit naik kelas dalam rantai nilai global.

Agenda Pemerintah dan Sikap Resmi

Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan berkunjung ke Amerika Serikat. Ia akan menandatangani dokumen final bersama Presiden AS Donald Trump.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan proses finalisasi masih berjalan. Pemerintah belum menetapkan besaran tarif secara rinci.

Indonesia, kata Airlangga, berkomitmen membuka akses pasar bagi produk AS. Pemerintah juga mendorong kerja sama di bidang perdagangan digital, teknologi, dan keamanan.

Dampak bagi Industri dan Daerah

Kesepakatan ini dapat memengaruhi pelaku usaha nasional. Industri yang belum siap berisiko kehilangan pangsa pasar. Daerah penghasil industri manufaktur juga bisa terdampak.

Ekonom menilai pemerintah perlu strategi domestik yang kuat. Tanpa itu, manfaat perjanjian akan timpang dan tidak berkelanjutan.

Perjanjian tarif Indonesia–AS membuka peluang sekaligus risiko. Hasil akhirnya sangat bergantung pada detail implementasi dan kebijakan pendukung. Pemerintah perlu memastikan Indonesia bertindak sebagai mitra setara, bukan sekadar pasar.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • JMPA desak Kejati Sultra memeriksa HFA terkait dugaan ore nikel ilegal

    Terungkap di Persidangan! JMPA Minta Kejati Sultra Segera Panggil HFA Terkait Dugaan Ore Nikel Ilegal

    • calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 143
    • 0Komentar

    Kendari, (kabaristana.com) – JMPA desak Kejati Sultra segera memanggil dan memeriksa HFA terkait dugaan peredaran ore nikel ilegal dari wilayah eks Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Pandu Citra Mulia (PCM) di Kabupaten Kolaka Utara. Jaringan Mahasiswa Pemuda Anoa (JMPA) menyampaikan tuntutan tersebut pada Rabu, 24 Juni 2026 setelah jaksa menyebut nama HFA dalam fakta persidangan […]

  • Next-Gen Consoles and Accessories for the Ultimate Experience

    Next-Gen Consoles and Accessories for the Ultimate Experience

    • calendar_month Minggu, 7 Jan 2024
    • account_circle ptmbi
    • visibility 468
    • 0Komentar

    Batas antara dunia digital dan fisik semakin kabur. Teknologi terus berkembang dan mengubah cara manusia hidup. Karena itu, banyak inovasi gadget muncul setiap tahun. Saat ini, para pengusaha dan penggemar teknologi memiliki banyak peluang baru. Mereka dapat menciptakan solusi yang lebih cerdas dan efisien. Selain itu, berbagai perangkat pintar mulai masuk ke kehidupan sehari-hari. Dari […]

  • ramadan 2030 dua kali ilustrasi bulan sabit dan masjid

    Ramadan 2030 Muncul Dua Kali, Ini Penjelasan Sederhananya

    • calendar_month Jumat, 20 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 246
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) | Fenomena ramadan 2030 dua kali akan terjadi karena perbedaan sistem kalender yang digunakan umat manusia. Umat Muslim berpotensi memulai puasa pada awal Januari, lalu kembali menyambut awal Ramadan pada akhir Desember di tahun yang sama. Peristiwa ini bukan hal aneh. Ilmu astronomi sudah lama menjelaskan penyebabnya secara logis dan terukur. Mengapa Bulan […]

  • Pemerintah membenahi tata niaga gula nasional untuk menjaga stabilitas harga, meningkatkan produksi, dan mengatasi masalah pasokan petani.

    Pemerintah Siapkan Langkah Benahi Tata Niaga Gula, Meski Produksi Masih Kurang

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 117
    • 0Komentar

    Jakarta, (Kabaristana.com) || Pemerintah kini mempercepat pembenahan tata niaga gula nasional. Langkah ini diambil karena pasokan dalam negeri masih belum memenuhi kebutuhan. Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, menegaskan pemerintah tetap mempertahankan kebijakan batas harga. Menurutnya, kebijakan ini menjaga keseimbangan antara petani dan konsumen. Ia menjelaskan, pemerintah menetapkan harga batas bawah untuk melindungi petani. Sementara itu, pemerintah […]

  • Kontroversi kasus Polresta Kendari memicu aksi demonstrasi massa

    Kontroversi Penetapan Tersangka terhadap Keluarga Korban Di Polresta Kendari, Tamalaki Sultra Mengutuk keras

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 255
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) – Penanganan kasus dugaan penganiayaan di Polresta Kendari memicu kontroversi. Penyidik menetapkan keluarga korban sebagai tersangka dalam waktu singkat, sementara terduga pelaku pemukulan belum langsung menjalani penahanan. Kondisi tersebut mendorong Tamalaki Sulawesi Tenggara menggelar demonstrasi di depan Mapolresta Kendari pada Senin, 2 Februari 2026. Massa aksi menuntut aparat bertindak adil dan transparan. Tamalaki […]

  • Pengendara mengisi BBM di SPBU terkait HIPMI kenaikan harga Pertamax sebagai upaya menjaga fiskal negara.

    HIPMI Nilai Penyesuaian Harga Pertamax Penting untuk Menjaga Fiskal Negara.

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
    • account_circle Retanto
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Jakarta, (Kabaristana.com) – HIPMI kenaikan harga Pertamax menjadi perhatian pelaku usaha setelah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) menyatakan kebijakan tersebut perlu dipahami sebagai langkah pemerintah menjaga kesehatan fiskal negara. HIPMI meminta pemerintah tetap memperhatikan kondisi dunia usaha dan daya beli masyarakat saat menetapkan harga energi. Sekretaris Jenderal HIPMI Anggawira mengatakan stabilitas fiskal memegang peran penting […]

expand_less