Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » Ekonom Ingatkan Risiko Indonesia Jadi Pasar dalam Perjanjian Tarif RI–AS

Ekonom Ingatkan Risiko Indonesia Jadi Pasar dalam Perjanjian Tarif RI–AS

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
  • visibility 430
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, kabaristana.com | Rencana perjanjian tarif resiprokal Indonesia & Amerika Serikat memicu kekhawatiran publik. Sejumlah ekonomi menilai kesepakatan ini berisiko menempatkan Indonesia hanya sebagai pasar produk asing. Tanpa pengamanan kebijakan, manfaat ekonomi bisa timpang.

Isu ini mencuat karena pemerintah menargetkan penandatanganan kesepakatan dalam waktu dekat. Pada saat yang sama, daya saing industri nasional masih menghadapi tekanan biaya produksi dan logistik.

Momentum Penting di Tengah Tekanan Global

Perjanjian tarif ini muncul di tengah ketidakpastian ekonomi global. Negara-negara besar berlomba mengamankan pasar dan rantai pasok. Indonesia perlu memastikan kepentingan industrinya tidak terpinggirkan.

Pembukaan pasar yang terlalu cepat dapat berdampak langsung pada sektor sensitif. Manufaktur dan ekonomi digital menjadi dua sektor yang paling rawan terdampak.

Catatan Kritis dari Ekonom

Ekonom dan peneliti Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, menilai konsesi dari AS masih terbatas. Menurut dia, pengecualian tarif untuk sawit, kakao, kopi, dan teh tidak menyentuh sektor strategis.

Komoditas tersebut tidak bersaing langsung dengan industri domestik AS. Karena itu, manfaatnya bagi Indonesia dinilai minim.

Sebaliknya, Indonesia berencana membuka akses pasar yang lebih luas. Pemerintah juga siap mengurangi hambatan non-tarif. Kebijakan ini dapat berdampak besar pada industri dalam negeri.

Beban Penyesuaian Dinilai Tidak Seimbang

Yusuf menilai beban penyesuaian justru lebih berat di pihak Indonesia. Ia mengingatkan, penurunan tarif tidak otomatis meningkatkan ekspor. Tanpa kesiapan industri, impor justru bisa melonjak.

Ia menekankan pentingnya investasi nyata dan transfer teknologi. Tanpa dua hal itu, Indonesia sulit naik kelas dalam rantai nilai global.

Agenda Pemerintah dan Sikap Resmi

Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan berkunjung ke Amerika Serikat. Ia akan menandatangani dokumen final bersama Presiden AS Donald Trump.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan proses finalisasi masih berjalan. Pemerintah belum menetapkan besaran tarif secara rinci.

Indonesia, kata Airlangga, berkomitmen membuka akses pasar bagi produk AS. Pemerintah juga mendorong kerja sama di bidang perdagangan digital, teknologi, dan keamanan.

Dampak bagi Industri dan Daerah

Kesepakatan ini dapat memengaruhi pelaku usaha nasional. Industri yang belum siap berisiko kehilangan pangsa pasar. Daerah penghasil industri manufaktur juga bisa terdampak.

Ekonom menilai pemerintah perlu strategi domestik yang kuat. Tanpa itu, manfaat perjanjian akan timpang dan tidak berkelanjutan.

Perjanjian tarif Indonesia–AS membuka peluang sekaligus risiko. Hasil akhirnya sangat bergantung pada detail implementasi dan kebijakan pendukung. Pemerintah perlu memastikan Indonesia bertindak sebagai mitra setara, bukan sekadar pasar.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi operasi darat AS Latin untuk memberantas kartel narkoba

    Trump Isyaratkan Operasi Darat AS Sasar Amerika Latin untuk Perangi Kartel Narkoba

    • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 301
    • 0Komentar

    JAKARTA, kabaristana.com | Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan pemerintahannya akan memperluas pemberantasan narkoba melalui operasi darat di kawasan Amerika Latin. Langkah ini bertujuan menekan jaringan kartel yang terus menyuplai narkotika ke Amerika Serikat. Trump menyampaikan pernyataan tersebut dalam wawancara dengan Fox Business. Ia menilai strategi sebelumnya belum sepenuhnya efektif menghentikan peredaran narkoba lintas negara. […]

  • Prabowo Subianto rapat kabinet membahas krisis pangan energi air di Istana Presiden Jakarta

    Prabowo Soroti Ancaman Krisis Global: Pangan, Energi, dan Air Jadi Fokus Utama

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 247
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) || Presiden Prabowo Subianto mengingatkan potensi krisis global yang mengancam banyak negara. Ia menyoroti tiga sektor utama, yaitu pangan, energi, dan air. Pernyataan itu disampaikan dalam rapat kerja Kabinet Merah Putih di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu. Prabowo menegaskan bahwa ketiga sektor tersebut sangat menentukan keselamatan bangsa. Ia menjelaskan bahwa pandangan itu sejalan dengan […]

  • ta’awu Tolaki senjata tradisional Sulawesi Tenggara

    Sejarah Ta’awu: Simbol Tradisi, Kekuasaan, dan Identitas Masyarakat Tolaki

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 366
    • 3Komentar

    (Kabaristana.com) – Ta’awu menjadi salah satu warisan budaya masyarakat Tolaki yang sarat makna historis dan simbolik. Istilah ini berasal dari dua kata dalam bahasa Tolaki, yaitu ta’ yang berarti “bertahan” dan wu yang berarti “rambut”. Makna tersebut mencerminkan ketahanan dan keberanian dalam tradisi masyarakat pada masa lampau. Praktik Tradisional Ta’awu Masyarakat Tolaki menjalankan praktik ta’awu […]

  • ASEAN pilih China dalam persaingan geopolitik dengan Amerika Serikat 2026

    ASEAN Pilih China: Survei 2026 Ungkap Pergeseran Arah Kawasan

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 357
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) || Asia Tenggara mengalami perubahan arah geopolitik pada 2026. Survei terbaru dari ISEAS-Yusof Ishak Institute menunjukkan mayoritas tipis responden di kawasan memilih China dibanding Amerika Serikat dalam skenario pilihan paksa. Laporan State of Southeast Asia 2026 yang rilis 7 April mencatat 52% responden memilih China, sementara 48% memilih Amerika Serikat. Selisih tipis ini […]

  • Polres OKU ditikam bandar narkoba saat penangkapan

    Anggota Polres OKU Ditikam Bandar Narkoba Saat Penangkapan di Pasar Atas Baturaja

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 163
    • 0Komentar

    Jakarta, (kabaristana.com) – Anggota Satres Narkoba Polres Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, Brigpol Joni Agustoni mengalami luka tusuk saat menangkap bandar narkoba di kawasan Pasar Atas, Baturaja, Selasa (26/5/2026). Meski pelaku sempat melarikan diri, polisi bersama warga akhirnya berhasil menangkapnya. Kapolres OKU AKBP Endro Aribowo mengatakan pelaku berinisial AJ merupakan residivis kasus narkotika yang […]

  • Kejagung Geledah Don Ritto – Gedung Kejaksaan Agung RI

    Kejagung Geledah Rumah Don Ritto di Bandung, Sita Dokumen Terkait Dugaan TPPU Febrie Adriansyah

    • calendar_month Rabu, 5 Agt 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 132
    • 0Komentar

    BANDUNG, (Kabaristana.com) — Tim Penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) menggeledah rumah pengacara Don Ritto di Bandung, Jawa Barat, pada Selasa (4/8). Tim menyita sejumlah dokumen yang berkaitan dengan penyidikan dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang menyeret mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah. Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Anang Supriatna, mengatakan Tim […]

expand_less