Aksi Pemortalan Jalan Hauling di Barito Selatan, sejumlah Truk Batu Bara Tertahan
- account_circle Usupriyadi
- calendar_month Minggu, 30 Agt 2026
- visibility 89
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BARITO SELATAN, Kabaristana.com — Sejumlah warga memortal jalan hauling di wilayah Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah. Mereka memprotes belum adanya penyelesaian kompensasi atau ganti rugi atas lahan milik Yupelis dan keluarganya.
Warga menyebut lahan tersebut berkaitan dengan aktivitas pertambangan. Wilayah pertambangan itu mencakup Desa Tongka, Kabupaten Barito Utara, dan Desa Malintut, Kabupaten Barito Timur.
Warga memasang tali rafia, kain merah, dan rirung di jalur hauling. Jalur tersebut menjadi akses utama kendaraan pengangkut batu bara.
Aksi itu membuat puluhan truk tronton bermuatan batu bara berhenti. Para pengemudi kemudian memarkirkan kendaraan secara tertib di sepanjang jalur.
Situasi di lokasi tetap kondusif. Para pengemudi juga bersikap kooperatif. Tidak terjadi perlawanan atau tindakan yang memicu ketegangan.
Manajemen Perusahaan Datangi Lokasi
Perwakilan manajemen perusahaan dari bagian eksternal kemudian mendatangi lokasi. Mereka mengajak warga berdialog untuk membahas persoalan tersebut.
Pihak warga dalam dialog itu diwakili Kantan. Manajemen menyampaikan bahwa warga sebelumnya tidak memberikan pemberitahuan resmi terkait aksi pemortalan.
Manajemen juga mempertanyakan lokasi pemortalan. Jalur tersebut berada di wilayah Kabupaten Barito Selatan. Sementara itu, warga mengaitkan persoalan lahan dengan wilayah Kabupaten Barito Utara dan Kabupaten Barito Timur.
Meski demikian, manajemen tetap menerima aspirasi warga. Pihak perusahaan akan menyampaikan tuntutan tersebut kepada jajaran pimpinan.
Manajemen berharap pimpinan perusahaan dapat memberikan tindak lanjut atas persoalan tersebut.
Warga Tuntut Ganti Rugi Lahan
Kantan menjelaskan alasan warga memilih jalur tersebut sebagai lokasi pemortalan. Menurutnya, jalur itu menjadi akses penting bagi armada pengangkut batu bara.
Armada tersebut melintas setiap hari melalui jalur hauling. Warga menilai aktivitas angkutan itu berkaitan dengan hasil pertambangan dari lahan yang mereka klaim.
Kantan menyebut warga hingga kini belum menerima penyelesaian ganti rugi atas lahan tersebut. Karena itu, warga meminta perusahaan segera memberikan kejelasan.
“Kami akan terus memperjuangkan hak atas lahan tersebut sampai ada penyelesaian yang jelas mengenai ganti rugi,” ujar Kantan.
Warga juga menyatakan akan mempertahankan aksi tersebut sampai pihak perusahaan memberikan kejelasan mengenai tuntutan mereka.
Polisi Jaga Situasi Tetap Kondusif
Aksi warga berlangsung aman dan tertib. Kepolisian turut melakukan pengamanan di sekitar lokasi untuk mencegah munculnya gangguan keamanan.
Warga dan pengemudi truk juga menjaga situasi tetap tenang. Kedua pihak tidak terlibat benturan selama aksi berlangsung.
Dialog antara warga dan perwakilan perusahaan juga berjalan dengan baik. Warga masih menunggu hasil tindak lanjut dari pihak perusahaan.
Hingga aksi berlangsung, warga tetap meminta penyelesaian atas tuntutan kompensasi atau ganti rugi lahan yang mereka perjuangkan.
Pewarta: Ami Riyadi
- Penulis: Usupriyadi
- Editor: Nur Endana
- Sumber: https://kabaristana.com



Saat ini belum ada komentar