IFBC 2026 Bandung Dorong Pembukaan Lapangan Kerja Baru
- account_circle Retanto
- calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
- visibility 89
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto : Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri membuka IFBC 2026 Bandung di Sudirman Grand Ballroom, Bandung, Jumat (29/5/2026). Pameran tersebut diharapkan mendorong lahirnya wirausaha baru dan memperluas lapangan kerja.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, (Kabaristana.com)– Pameran Info Franchise and Business Concept (IFBC) 2026 di Bandung menjadi momentum penting untuk mendorong lahirnya wirausaha baru sekaligus memperluas lapangan kerja di Indonesia.
Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri mengatakan sektor kewirausahaan memiliki peran besar dalam memperkuat ekonomi nasional. Karena itu, pameran bisnis seperti IFBC dapat membuka akses masyarakat terhadap berbagai peluang usaha yang menjanjikan.
“Kegiatan seperti ini dapat memotivasi masyarakat untuk memulai usaha dan menciptakan lapangan kerja baru,” ujar Dyah saat membuka IFBC 2026 di Bandung, Jumat.
Rasio Wirausaha Masih Perlu Ditingkatkan
Dyah menjelaskan rasio kewirausahaan Indonesia saat ini mencapai sekitar 3,29 persen dari total angkatan kerja. Angka tersebut masih berada di bawah target yang dibutuhkan untuk mendukung status Indonesia sebagai negara maju.
Menurut dia, Indonesia perlu meningkatkan rasio kewirausahaan hingga 10–12 persen dalam beberapa tahun mendatang. Langkah itu akan memperkuat daya saing ekonomi nasional dan memperluas kesempatan kerja.
Ia menilai peluang bisnis di Indonesia masih sangat besar. Selain memiliki pasar domestik yang luas, produk nasional juga berpeluang menembus pasar internasional.
Kementerian Perdagangan terus membantu pelaku usaha memperluas pasar ekspor. Dukungan itu dilakukan melalui jaringan Atase Perdagangan dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) di berbagai negara.
IFBC Jadi Wadah Bertemunya Pelaku Usaha
Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan menilai IFBC menjadi ruang yang mempertemukan pelaku usaha, investor, dan calon mitra bisnis dalam satu ekosistem yang saling mendukung.
Menurut Erwan, sektor UMKM, waralaba, dan kemitraan berperan penting dalam pertumbuhan ekonomi daerah. Sektor tersebut juga mampu menciptakan pekerjaan baru dan memperluas akses ekonomi masyarakat.
Ia berharap IFBC tidak hanya menjadi ajang promosi. Pameran ini juga harus menjadi sarana edukasi dan penguatan jaringan usaha.
“Melalui kegiatan ini, pelaku usaha dapat membangun kemitraan yang sehat dan berkelanjutan,” kata Erwan.
Targetkan Transaksi Hingga Rp1 Triliun
Head of Public Relation Neo Expo Promosindo Fredy Ferdianto mengatakan IFBC 2026 berlangsung pada 29–31 Mei 2026 di Sudirman Grand Ballroom Bandung.
Pameran tersebut menghadirkan sekitar 150 merek usaha dari berbagai sektor. Beberapa di antaranya meliputi kuliner, minuman, ritel, laundry modern, kesehatan, perawatan, dan pendidikan.
Fredy menargetkan transaksi pembukaan usaha baru selama pameran dapat mencapai Rp1 triliun. Target itu didorong oleh tingginya minat masyarakat terhadap model bisnis kemitraan dan waralaba.
Menurutnya, IFBC tidak hanya menawarkan konsep franchise. Pameran ini juga menghadirkan berbagai peluang kemitraan yang dapat dijalankan oleh investor, profesional muda, ibu rumah tangga, pensiunan, maupun generasi muda.
Alfamart Tawarkan Promo Franchise
Salah satu peserta pameran, Alfamart, menawarkan potongan biaya franchise hingga 50 persen. Perusahaan juga menyediakan program khusus bagi calon mitra di wilayah Jabodetabek.
General Manager Franchise Marketing PT Sumber Alfaria Trijaya Tommy Sugianto mengatakan perusahaan terus memperluas jaringan bisnis di luar negeri.
Saat ini Alfamart telah mengoperasikan sekitar 2.500 gerai di Bangladesh dan Filipina. Perusahaan juga menyiapkan langkah ekspansi ke negara lain dalam waktu mendatang.
- Penulis: Retanto
- Editor: Wilda



Saat ini belum ada komentar