Gelar Seminar Internasional Haji dan Umrah, Universitas Alwashliyah Bidik Target World Class University
- account_circle Redaksi
- calendar_month Senin, 14 Sep 2026
- visibility 116
- comment 0 komentar
- print Cetak

Seminar Internasional Haji dan Umrah Univa Medan membahas regulasi Kemenhaj 2026 dan perlindungan hak jemaah.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Medan, (KABARISTANA.COM) — Universitas Alwashliyah menggelar Seminar Internasional Haji dan Umrah bertajuk “Regulasi Kemenhaj 2026: Mitigasi Visa Non-Prosedural dan Perlindungan Hak Jamaah”. Seminar ini menjadi forum akademis untuk memperkuat perlindungan jemaah sekaligus membahas perkembangan tata kelola ibadah haji dan umrah.
Univa Medan Perkuat Riset Haji dan Umrah
Dalam sambutannya, Rektor Universitas Alwashliyah Medan menegaskan pentingnya seminar internasional tersebut bagi pengembangan akademik kampus. Menurutnya, kegiatan itu menjadi momentum bagi Univa Medan untuk memperkuat posisi sebagai pusat riset dan advokasi bidang haji serta umrah.
Selain itu, Univa Medan terus mendorong pengembangan riset yang dapat memberikan kontribusi terhadap tata kelola penyelenggaraan haji dan umrah. Dengan langkah tersebut, kampus menargetkan penguatan peran sebagai pusat rujukan di tingkat Asia hingga internasional dalam mendukung visi World Class University.
PB Al Washliyah Dorong Penguatan Peran Kampus
Sementara itu, Ketua Umum PB Al Washliyah, Dr. KH. Masyhuril Khamis, S.H., M.M., menyambut baik kolaborasi berbagai pihak dalam penyelenggaraan seminar tersebut.
Dalam arahannya, Masyhuril Khamis menyampaikan sejumlah harapan strategis terkait pengembangan peran Al Washliyah dalam pembinaan haji dan umrah.
Pertama, ia berharap pemerintah dapat menambah formasi petugas haji khusus dari unsur Al Washliyah. Penambahan tersebut diharapkan dapat memperkuat kontribusi organisasi dalam pelayanan jemaah Indonesia.
Kedua, ia mengingatkan kembali sejarah perjalanan haji Indonesia. Ia menyebut delegasi haji pertama asal Indonesia memiliki kaitan dengan pendiri Al Washliyah, KH. Ismail Banda. Karena itu, ia berharap seminar tersebut turut menghidupkan kembali literasi sejarah mengenai kontribusi tokoh-tokoh Al Washliyah dalam perjalanan haji Indonesia.
Dorong Pusat Studi Haji dan Umrah
Selanjutnya, Masyhuril Khamis mendorong Univa Medan untuk mempercepat pendirian Pusat Studi Haji dan Umrah. Pusat studi tersebut dapat menjadi ruang pengembangan riset, kajian akademik, serta diskusi mengenai berbagai persoalan penyelenggaraan haji dan umrah.
Selain itu, ia mendorong penguatan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) di lingkungan perguruan tinggi Al Washliyah. Ia menginstruksikan jaringan universitas dan sekolah tinggi Al Washliyah untuk mengembangkan KBIHU sebagai wadah pembinaan jemaah.
Melalui program tersebut, dosen dan guru juga dapat mengikuti pembinaan serta pelatihan sertifikasi pembimbing ibadah. Dengan demikian, perguruan tinggi Al Washliyah dapat ikut memperkuat kualitas pembimbing haji dan umrah.
Seminar Bahas Regulasi Kemenhaj 2026
Usai menyampaikan sambutan, Ketua Umum PB Al Washliyah secara resmi membuka seminar internasional tersebut. Acara kemudian berlanjut dengan pemaparan materi dari sejumlah narasumber nasional dan mancanegara.
Narasumber yang hadir antara lain Prof. H. Herlambang, M.A., Sekretaris Jenderal PB Al Washliyah; Datu H. Jalidar Bin Abdul Rahim, Ketua Pertis Kota Kinabalu, Malaysia; Prof. H. Muhammad Jamil, M.A., Ketua Dewan Fatwa; serta Dr. H. Zulkifli Sitorus, M.A., Kakanwil Kemenhaj.
Para narasumber membahas regulasi terbaru Kemenhaj 2026 secara komprehensif. Selain itu, mereka mengulas langkah mitigasi penggunaan visa non-prosedural serta berbagai aspek perlindungan hukum bagi jemaah.
Pembahasan juga mencakup keselamatan dan pemenuhan hak jemaah Indonesia. Karena itu, seminar tersebut tidak hanya menjadi forum akademik, tetapi juga menjadi ruang pertukaran gagasan antara akademisi, organisasi, dan pemangku kepentingan bidang haji dan umrah.
(RM)
- Penulis: Redaksi



Saat ini belum ada komentar