Trump Isyaratkan Operasi Darat AS Sasar Amerika Latin untuk Perangi Kartel Narkoba
- account_circle Rahman
- calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
- visibility 233
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto: Ilustrasi// operasi darat AS Latin yang diisyaratkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menekan jaringan kartel narkoba lintas negara._kabaristana.com/Rahman
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, kabaristana.com | Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan pemerintahannya akan memperluas pemberantasan narkoba melalui operasi darat di kawasan Amerika Latin. Langkah ini bertujuan menekan jaringan kartel yang terus menyuplai narkotika ke Amerika Serikat.
Trump menyampaikan pernyataan tersebut dalam wawancara dengan Fox Business. Ia menilai strategi sebelumnya belum sepenuhnya efektif menghentikan peredaran narkoba lintas negara.
Fokus Baru Setelah Operasi Jalur Laut
Trump mengatakan pemerintah selama ini memusatkan perhatian pada jalur laut. Menurut klaimnya, pendekatan tersebut berhasil menurunkan arus masuk fentanil dan narkotika lain ke Amerika Serikat.
Ia menegaskan pemerintah kini siap melangkah lebih jauh. Operasi darat, kata Trump, diperlukan agar kartel tidak sekadar memindahkan aktivitas mereka ke rute lain.
Trump juga menjelaskan alasan urutan strategi tersebut. Ia menyebut pemerintah sengaja menekan jalur laut lebih dulu. Jika pemerintah menyerang jalur darat sejak awal, kartel akan langsung beralih ke jalur maritim. Setelah rute laut terganggu, pemerintah menilai tekanan di darat menjadi lebih efektif.
Detail Operasi Masih Belum Jelas
Hingga kini, Gedung Putih belum memaparkan bentuk operasi darat yang dimaksud. Pemerintah juga belum menyebut negara mana saja yang akan menjadi target.
Belum ada kejelasan apakah langkah ini melibatkan militer Amerika Serikat, aparat penegak hukum, atau kerja sama dengan pemerintah setempat. Pemerintah AS juga belum menyampaikan rencana pengajuan kebijakan tersebut ke Kongres.
Dalam sistem hukum Amerika Serikat, penggunaan kekuatan militer di luar negeri umumnya memerlukan persetujuan legislatif atau dasar kewenangan keamanan nasional yang jelas.
Risiko Hukum dan Respons Kawasan
Penggunaan kekuatan bersenjata di wilayah negara lain tanpa persetujuan berpotensi melanggar hukum internasional. Pengecualian biasanya hanya berlaku untuk pembelaan diri atau mandat internasional. Trump tidak membahas aspek hukum tersebut dalam wawancara.
Rencana ini juga memicu kekhawatiran diplomatik. Sejumlah negara Amerika Latin secara terbuka menolak keterlibatan militer AS dalam urusan keamanan domestik mereka.
Meksiko dan Kolombia, misalnya, menegaskan bahwa pemberantasan narkoba harus mengedepankan penegakan hukum dan pertukaran intelijen. Para pemimpin kawasan menilai tindakan militer sepihak dapat melanggar kedaulatan negara.
Dukungan Politik di Dalam Negeri AS
Di dalam negeri, pendukung Trump menyambut baik pendekatan keras tersebut. Mereka menilai strategi pemberantasan narkoba selama puluhan tahun gagal menghentikan masuknya fentanil ke Amerika Serikat.
Pendukung kebijakan ini juga menunjuk tingginya angka kematian akibat overdosis sebagai bukti perlunya langkah yang lebih tegas. Sejumlah anggota parlemen konservatif bahkan mendorong penetapan kartel besar sebagai organisasi teroris asing.
Trump terus menggambarkan perdagangan narkoba sebagai ancaman keamanan nasional. Ia menegaskan fokus utama pemerintahannya adalah melindungi warga Amerika Serikat dari krisis opioid, terutama fentanil.
- Penulis: Rahman
- Editor: Nur Endana
- Sumber: kabaristana.com



Saat ini belum ada komentar