Lab Narkoba Tanjung Priok: Polisi Bongkar Jaringan Iran–Indonesia
- account_circle Brian Putra
- calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
- visibility 257
- comment 0 komentar
- print Cetak

Operasi Bareskrim Polri, berhasil mengungkap Jaringan Narkoba Iran-Indonesia
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, kabaristana.com – Lab narkoba Tanjung Priok menjadi sorotan setelah polisi menggerebek sebuah apartemen di kawasan Tanjung Priok. Sejak awal operasi, polisi menargetkan jaringan narkotika internasional yang beroperasi di wilayah padat penduduk. (15/02/2026).
Tim Bareskrim Polri menggelar penyelidikan intensif. Selanjutnya, polisi menelusuri aktivitas mencurigakan yang mengarah ke satu unit apartemen. Setelah itu, aparat memastikan lokasi tersebut aktif digunakan sebagai tempat produksi narkoba.
Di dalam unit apartemen, polisi menemukan peralatan laboratorium narkoba. Selain itu, petugas menyita sabu, bahan kimia, serta alat pendukung produksi. Dengan temuan ini, polisi menegaskan jaringan tidak hanya mengedarkan, tetapi juga memproduksi narkotika di dalam negeri.
Kemudian, polisi menangkap seorang warga negara asing dalam operasi tersebut. Berdasarkan pemeriksaan awal, penyidik menilai tersangka berperan sebagai penghubung jaringan Iran–Indonesia. Sementara itu, tim lain memburu pelaku tambahan dan menelusuri jalur distribusi yang menjangkau sejumlah wilayah.
“Kami menemukan lab narkoba Tanjung Priok yang aktif beroperasi di apartemen. Oleh karena itu, kami akan memutus seluruh mata rantai jaringan,” kata seorang perwira Bareskrim Polri. Lebih lanjut, ia menegaskan polisi tidak memberi ruang bagi jaringan narkoba lintas negara.
Selain penindakan, polisi mendorong pencegahan. Karena itu, aparat meminta pengelola apartemen memperketat pengawasan. Di sisi lain, polisi mengimbau warga segera melapor bila menemukan aktivitas mencurigakan.
Akhirnya, pengungkapan lab narkoba Tanjung Priok menegaskan komitmen Polri. Dengan langkah tegas dan pengawasan berlapis, polisi menargetkan pemutusan jaringan narkotika hingga ke akar.
Kini, pelaku memanfaatkan apartemen karena akses terbatas dan relatif tertutup. Namun demikian, polisi meningkatkan patroli intelijen dan kerja sama pengelola hunian.

Saat ini belum ada komentar