Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukrim » KPK Bongkar Dugaan Pemerasan Bupati Cilacap, Uang Rp610 Juta Diduga Disiapkan untuk THR Forkopimda

KPK Bongkar Dugaan Pemerasan Bupati Cilacap, Uang Rp610 Juta Diduga Disiapkan untuk THR Forkopimda

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Minggu, 15 Mar 2026
  • visibility 83
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, (Kabaristana.com) | Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap dugaan pemerasan yang melibatkan Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman. Penyidik KPK menemukan uang sekitar Rp610 juta yang rencananya akan digunakan untuk tunjangan hari raya (THR) bagi Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu mengatakan Syamsul menyiapkan pembagian THR dengan nominal berbeda.

“Ada yang Rp100 juta, Rp50 juta, bahkan ada juga yang Rp20 juta,” kata Asep di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Sabtu (14/3).

Penyidik KPK juga menemukan uang tersebut di dalam enam tas hadiah berwarna putih.

“Ada enam goodie bag berisi uang,” ujar Asep.

OTT di Cilacap

Tim KPK menggelar operasi tangkap tangan (OTT) pada 13 Maret 2026 di Kabupaten Cilacap. Dalam operasi itu, tim penyidik menangkap Syamsul bersama 26 orang lainnya.

Tim KPK turut menyita uang tunai ratusan juta rupiah dari lokasi operasi. OTT tersebut menjadi operasi kesembilan KPK sepanjang 2026 dan yang ketiga selama bulan Ramadan.

KPK kemudian menetapkan Syamsul Auliya Rachman dan Sekretaris Daerah Cilacap Sadmoko Danardoo sebagai tersangka pada 14 Maret 2026.

Penyidik menduga keduanya meminta sejumlah uang dari pihak tertentu yang berkaitan dengan kegiatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cilacap pada tahun anggaran 2025–2026.

Target Dana Rp750 Juta

Dalam penyelidikan awal, KPK menemukan bahwa Syamsul menargetkan pengumpulan dana hingga Rp750 juta.

Ia berencana memakai sekitar Rp515 juta untuk membagikan THR kepada Forkopimda Kabupaten Cilacap. Ia juga merencanakan penggunaan sisa dana untuk kepentingan pribadi.

Namun tim KPK lebih dulu menangkap para pihak yang terlibat sebelum target tersebut tercapai. Penyidik akhirnya mengamankan uang sekitar Rp610 juta dalam operasi tersebut.

KPK kini terus menelusuri aliran dana serta memeriksa pihak lain yang berkaitan dengan perkara tersebut.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Disrupsi teknologi kerja dibahas Menaker Yassierli dalam siniar

    Menaker Yassierli: Disrupsi Teknologi dan AI Jadi Peluang Angkatan Kerja Muda Tingkatkan Keterampilan

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 110
    • 0Komentar

    JAKARTA, (kabaristana.c0m) | Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyatakan disrupsi teknologi digital, termasuk Artificial Intelligence (AI), membuka peluang bagi angkatan kerja muda untuk mengembangkan keterampilan baru dan meningkatkan daya saing di pasar kerja. Ia menyampaikan hal tersebut dalam siniar di kantor Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Jakarta, Rabu. Menurut Yassierli, perubahan teknologi memang menggeser banyak jenis pekerjaan. Namun, […]

  • Batching plant ilegal PT Razka di Konawe disorot GAM Sultra

    Diduga Beroperasi Tanpa Izin, GAM Sultra Desak Aparat Tindak PT RSK di Konawe

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 141
    • 0Komentar

    Konawe, (kabaristana.com) – Gerakan Aktivis Mahasiswa Sulawesi Tenggara (GAM Sultra) menyoroti dugaan operasional ilegal PT Razka Sarana Konstruksi (RSK). Sorotan ini terkait pengoperasian batching plant yang diduga belum memiliki izin resmi di Kabupaten Konawe. GAM Sultra menyampaikan kritik tersebut setelah Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD Konawe. Dalam rapat itu, pihak PT Razka Sarana Konstruksi tidak […]

  • Pembunuhan Ali Khamenei memicu kecaman Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim

    PM Malaysia Kecam Pembunuhan Khamenei, Peringatkan Timur Tengah di Ambang Krisis Berkepanjangan

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 123
    • 0Komentar

    KUALA LUMPUR, (kabaristana.com) | Perdana Menteri Anwar Ibrahim mengecam pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei. Ia menilai insiden tersebut mendorong Timur Tengah ke arah ketidakstabilan serius dan berkepanjangan. Dalam pernyataan resmi di Kuala Lumpur, Minggu (1/3), Anwar menyampaikan belasungkawa kepada pemerintah dan rakyat Iran. Ia menegaskan bahwa penargetan terhadap seorang kepala negara menciptakan preseden berbahaya […]

  • momen hangat prabowo keluarga saat makan bersama di penghujung ramadan

    Hangat di Penghujung Ramadan, Prabowo Rayakan Kebersamaan Keluarga Jelang Idul Fitri

    • calendar_month Jumat, 20 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 98
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) | Momen hangat Prabowo keluarga terlihat jelas saat Presiden Prabowo Subianto menghabiskan waktu bersama orang terdekat di penghujung Ramadan 2026. Selain itu, kebersamaan tersebut mencerminkan suasana sederhana yang penuh makna menjelang Idul Fitri. Momen Hangat Prabowo Keluarga Jelang Idul Fitri Presiden Prabowo Subianto mengunggah momen tersebut melalui akun Instagram pribadinya pada Jumat. Dalam […]

  • demo mahasiswa Sultra Mabes Polri

    Konsorsium Mahasiswa Desak Kapolri Copot Kapolda Sultra

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 139
    • 0Komentar

    JAKARTA, (kabaristana.com) | Demo mahasiswa Sultra Mabes Polri kembali menyita perhatian publik. Konsorsium Mahasiswa dan Aktivis Sulawesi Tenggara menggelar aksi unjuk rasa di depan Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia, Jakarta, Rabu (14/1/2026). Dalam aksi tersebut, massa secara terbuka mendesak Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mencopot Kapolda Sultra Irjen Pol Didik Agung Wijanarko. Mereka menilai Kapolda […]

  • Kontroversi kasus Polresta Kendari memicu aksi demonstrasi massa

    Kontroversi Penetapan Tersangka terhadap Keluarga Korban Di Polresta Kendari, Tamalaki Sultra Mengutuk keras

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 188
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) – Penanganan kasus dugaan penganiayaan di Polresta Kendari memicu kontroversi. Penyidik menetapkan keluarga korban sebagai tersangka dalam waktu singkat, sementara terduga pelaku pemukulan belum langsung menjalani penahanan. Kondisi tersebut mendorong Tamalaki Sulawesi Tenggara menggelar demonstrasi di depan Mapolresta Kendari pada Senin, 2 Februari 2026. Massa aksi menuntut aparat bertindak adil dan transparan. Tamalaki […]

expand_less