Gempa M 5,1 Guncang Ternate, Terasa hingga Manado
- account_circle Redaksi
- calendar_month 6 jam yang lalu
- visibility 31
- comment 0 komentar
- print Cetak

Gempa M 5,1 guncang Ternate. Foto: Dok. BMKG
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Ternate, (KABARISTANA.COM) — Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 5,1 terjadi di Ternate, Maluku Utara, hingga terasa di Pulau Batang Dua, Pulau Hiri, dan Manado. BMKG menganalisis gempa tersebut akibat aktivitas subduksi Lempeng Laut Maluku.
Gempa M 5,1 terjadi di Ternate, Maluku Utara, pada pukul 13.20 WIB atau 14.20 Wita, Kamis (17/9/2026). Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi tersebut memiliki parameter update dengan kedalaman 43 kilometer.
“Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,” ujar Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, dalam laporannya yang diterima.
Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 1,39° LU dan 126,42° BT, atau tepatnya di laut, 121 kilometer barat laut Jailolo, Maluku Utara.
Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas subduksi Lempeng Laut Maluku.
“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault),” terangnya.
Berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan (shakemap), BMKG menyebut gempa bumi tersebut dirasakan dengan skala intensitas IV MMI, yakni bila terjadi pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, dan III MMI, yakni getaran dirasakan nyata dalam rumah serta terasa seakan-akan truk berlalu.
“IV MMI di Pulau Batang Dua. III MMI di Pulau Hiri dan Manado,” tambahnya.
BMKG menambahkan, hingga pukul 13.45 WIB, hasil monitoring belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).
BMKG akan terus memonitor aktivitas gempa bumi susulan serta menyampaikan pemutakhiran informasi kepada stakeholder dan masyarakat.
“Imbauan kepada masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa bumi,” tutupnya.
BMKG mengimbau Kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Masyarakat juga diminta menghindari bangunan yang retak atau mengalami kerusakan akibat gempa bumi.
(Rm)
- Penulis: Redaksi



Saat ini belum ada komentar