Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » JARNUS Desak Polda dan Kejati Sultra Usut Dugaan Pengaturan Proyek Jalan BPJN

JARNUS Desak Polda dan Kejati Sultra Usut Dugaan Pengaturan Proyek Jalan BPJN

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Jumat, 16 Okt 2026
  • visibility 86
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kendari, (KABARISTANA.COM) — Jaringan Aktivis Nusantara (JARNUS) meminta aparat penegak hukum, khususnya Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) dan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra, menelusuri secara serius proses pengadaan sejumlah paket pekerjaan jalan pada Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) di Sulawesi Tenggara yang menggunakan metode E-Purchasing melalui katalog elektronik.

Ketua JARNUS, Erik Santo, mengatakan penggunaan E-Purchasing atau katalog elektronik dalam pengadaan pemerintah pada dasarnya merupakan mekanisme yang memiliki dasar aturan. Namun, menurutnya, persoalan yang perlu diperiksa bukan semata-mata mengenai penggunaan metode tersebut, melainkan dugaan adanya pengaturan calon penyedia atau pemenang sebelum proses pengadaan dilakukan melalui sistem elektronik.

“Yang kami soroti bukan semata-mata karena proyek tersebut menggunakan E-Purchasing. Mekanisme itu memang memiliki dasar aturan. Tetapi kami meminta aparat penegak hukum memeriksa apakah sebelum proses masuk ke E-Katalog sudah ada pengaturan terhadap penyedia tertentu,” kata Erik Santo.

Menurut JARNUS, apabila dugaan tersebut benar, maka proses pengadaan yang secara administratif terlihat berlangsung melalui sistem elektronik perlu diperiksa secara menyeluruh untuk memastikan tidak terjadi praktik yang menghilangkan prinsip persaingan dan keterbukaan dalam pengadaan pemerintah.

Berdasarkan daftar paket pekerjaan yang menjadi perhatian JARNUS, terdapat sejumlah pekerjaan preservasi maupun pembangunan jalan di wilayah Sultra yang tercantum menggunakan metode E-Purchasing. Di antaranya Preservasi Jalan Tampuna–Palabusa Segmen 1 dengan nilai Rp13,421 miliar, Tampuna–Palabusa Segmen 2 sebesar Rp11,924 miliar, Wasolangka–Bone Kacintala Segmen 1 sebesar Rp16,250 miliar, serta Ambeua–Sombano sebesar Rp20,526 miliar.

Selain itu, terdapat pula sejumlah paket lainnya seperti Preservasi Jalan Gunung Jaya–Lembah Subur–Lamosila, Pembangunan Jalan Tondongito–Mosolo, Preservasi Jalan Ameroro–Matahaulu, hingga sejumlah paket pekerjaan jalan di wilayah Buton, Muna dan serta sejumlah paket Lainnya yang berada di wilayah Sultra

JARNUS menilai besarnya nilai anggaran dan banyaknya paket pekerjaan tersebut menjadi alasan penting bagi aparat penegak hukum untuk melakukan penelusuran terhadap seluruh tahapan proses pengadaan, bukan hanya melihat dokumen pada tahap E-Purchasing.

“Kalau memang semuanya sudah sesuai prosedur dan tidak ada pengaturan sebelumnya, tentu tidak perlu khawatir dengan pemeriksaan. Justru pemeriksaan akan memberikan kepastian bahwa proses pengadaan berjalan transparan dan sesuai ketentuan,” tegas Erik.

JARNUS juga menyoroti adanya paket yang tercantum dengan metode tender, sementara paket lainnya menggunakan E-Purchasing. Menurut JARNUS, perbedaan metode tersebut perlu dilihat secara objektif berdasarkan dasar pemilihan metode, proses penentuan penyedia, serta dokumen pendukungnya.

Untuk itu, JARNUS mendesak Polda Sultra dan Kejati Sultra tidak hanya memeriksa proses setelah paket masuk ke dalam sistem E-Katalog, tetapi juga menelusuri komunikasi, perencanaan, penentuan spesifikasi, penyusunan harga, pemilihan penyedia, hingga proses sebelum transaksi dilakukan.

“Jangan hanya melihat siapa yang akhirnya mendapatkan proyek. Yang lebih penting adalah bagaimana penyedia tersebut bisa ditentukan dan apakah sejak awal sudah ada kesepakatan atau pengaturan sebelum proses pengadaan berjalan,” ujarnya.

JARNUS menegaskan bahwa pernyataan tersebut merupakan bentuk kontrol sosial dan permintaan untuk dilakukan pemeriksaan.JARNUS tidak ingin mendahului proses hukum ataupun menyimpulkan telah terjadi tindak pidana sebelum adanya hasil penyelidikan dan penyidikan dari aparat berwenang.

Tiga tuntutan JARNUS:

JARNUS menyampaikan tiga tuntutan kepada aparat penegak hukum dan pihak terkait

1. Mendesak Polda Sultra melakukan penelusuran terhadap seluruh paket pekerjaan jalan di lingkungan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sultra yang menggunakan metode E-Purchasing, khususnya yang diduga telah diarahkan kepada penyedia tertentu sebelum proses pengadaan berlangsung.

2. Mendesak Kejati Sultra melakukan pemeriksaan terhadap proses perencanaan, penentuan spesifikasi, harga, calon penyedia, hingga proses transaksi untuk memastikan tidak terdapat praktik pengaturan, kolusi, atau penyalahgunaan kewenangan dalam pengadaan proyek.

3. Mendesak pihak terkait membuka informasi dan dokumen pengadaan yang dapat diakses sesuai ketentuan kepada publik agar proses pengadaan proyek jalan bernilai miliaran rupiah tersebut dapat diawasi secara transparan.

Erik mengatakan bahwa, JARNUS akan terus mengawal persoalan ini. Kami meminta aparat penegak hukum bekerja secara profesional dan menelusuri fakta berdasarkan dokumen serta bukti.

“Jika tidak ada pelanggaran, sampaikan kepada publik bahwa prosesnya memang sesuai aturan. Tetapi jika ditemukan indikasi tindak pidana, kami meminta diproses sesuai hukum yang berlaku,” tutup Erik Santo.

Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak BPJN Sultra terkait dugaan yang disampaikan JARNUS. Oleh karena itu, dugaan pengaturan penyedia tersebut masih memerlukan klarifikasi dan pendalaman melalui pemeriksaan berdasarkan bukti serta ketentuan hukum yang berlaku.

  • Penulis: Rahman
  • Editor: Rm

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • alasan Prabowo tidak hadir Harlah NU ke-100 di Istora Senayan

    Gus Yahya Ungkap Alasan Presiden Prabowo dan Rais Aam Tak Hadir di Harlah ke-100 NU

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 388
    • 0Komentar

    Jakarta, kabaristana.com | Prabowo absen Harlah NU ke-100 yang Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) gelar di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu. Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf, memaparkan alasan Presiden Prabowo Subianto tidak menghadiri agenda tersebut. Gus Yahya menyatakan Presiden Prabowo menjalankan agenda kenegaraan lain yang bersifat mendesak. Agenda itu berkaitan langsung dengan kehadiran tamu negara […]

  • Ilustrasi dugaan teror aktivis Greenpeace dan intimidasi digital

    Aktivis Greenpeace dan Konten Kreator, Laporkan Dugaan Teror ke Bareskrim Polri

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 574
    • 1Komentar

    JAKARTA, (kabaristana.com) | Dugaan teror aktivis Greenpeace menguat setelah aktivis Greenpeace Indonesia, Iqbal Damanik, bersama konten kreator Yansen alias Piteng mendatangi Bareskrim Polri pada Rabu (14/1/2026). Keduanya melaporkan rangkaian teror yang mereka alami. Iqbal mencatatkan laporan dengan nomor LP/B/20/I/2026/SPKT/BARESKRIM POLRI. Sementara itu, Yansen mengajukan laporan terpisah bernomor LP/B/19/I/2026/SPKT/BARESKRIM POLRI. Perwakilan Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD), […]

  • Iran serang kapal AS di Selat Hormuz dengan latar jalur pelayaran minyak dunia

    Ketegangan Memuncak di Selat Hormuz: Iran Klaim Serang Kapal AS, Washington Bantah

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 228
    • 2Komentar

    Jakarta, (Kabaristana.com) – Iran serang kapal menjadi isu utama dalam eskalasi terbaru di Selat Hormuz. Iran mengklaim telah menembakkan rudal ke kapal perang Amerika Serikat sebagai bentuk peringatan terhadap aktivitas militer asing. Klaim ini langsung memicu perhatian internasional karena lokasi kejadian berada di jalur vital perdagangan energi dunia. Media Iran melaporkan dua rudal meluncur ke […]

  • Kurs rupiah tertekan di tengah penguatan dolar Amerika Serikat akibat ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global.

    Kurs Rupiah Tertekan, Dolar AS Menguat karena Geopolitik

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • account_circle Retanto
    • visibility 151
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) – Kurs rupiah tertekan pada penutupan perdagangan Senin seiring meningkatnya ketidakpastian global akibat memanasnya situasi geopolitik di Timur Tengah. Penguatan dolar Amerika Serikat (AS) yang didukung data ekonomi positif turut menekan pergerakan mata uang Garuda di pasar keuangan. Nilai tukar rupiah ditutup melemah 152 poin atau 0,84 persen menjadi Rp18.188 per dolar AS […]

  • Yudha Novanza Utama saat rapat Komisi I DPR RI membahas Program Kampung Internet dan perluasan akses internet desa

    Kampung Internet Meluas, Akses Digital Desa Dipercepat dan UMKM Kian Tumbuh

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle Retanto
    • visibility 294
    • 1Komentar

    Jakarta, (kabaristana.com) — Program Kampung Internet terus berkembang sebagai langkah strategis pemerintah untuk mempercepat pemerataan akses digital di wilayah pedesaan. Pemerintah menargetkan peningkatan konektivitas, penguatan ekonomi lokal, serta perluasan literasi digital agar masyarakat desa mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Anggota Komisi I DPR RI, Yudha Novanza Utama, mendesak Kementerian Komunikasi dan Digital meningkatkan jangkauan Program […]

  • Imlek 2026 persatuan bangsa, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato virtual

    Prabowo: Imlek 2026 Tegaskan Indonesia Bangsa Besar yang Merawat Keberagaman

    • calendar_month Sabtu, 28 Feb 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 319
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) | Imlek 2026 persatuan bangsa kembali ditegaskan Presiden Prabowo Subianto sebagai cerminan jati diri Indonesia yang besar dan beragam. Menurut Presiden, perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili berperan penting dalam memperkuat persatuan nasional. Pada Sabtu malam, Prabowo menyampaikan pernyataan tersebut secara virtual dalam puncak Imlek Festival 2026. Acara bertema Harmoni Imlek Nusantara itu […]

expand_less