Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Sekolah Rajin Meluluskan, Tapi Tak Mengajarkan Berpikir

Sekolah Rajin Meluluskan, Tapi Tak Mengajarkan Berpikir

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
  • visibility 582
  • comment 3 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sekolah Rajin Meluluskan, Tapi Tak Mengajarkan Berpikir, Artinya:

sekolah menekankan kelulusan dan kepatuhan, sementara kemampuan berpikir kritis dan mandiri kurang dibangun.

Jakarta, kabaristana.com | Pendidikan kritis di sekolah Indonesia belum menjadi fondasi utama pembelajaran, karena sistem pendidikan masih lebih menekankan kelulusan dan kepatuhan dibandingkan kemampuan berpikir mandiri dan reflektif.

Ruang Kelas yang Menuntut Kepatuhan

Di ruang kelas, guru masih banyak menekankan hafalan, ketaatan aturan, dan target nilai. Murid belajar mengikuti instruksi, bukan menguji gagasan. Ketika siswa mengajukan pertanyaan kritis atau menyampaikan pendapat berbeda, lingkungan belajar sering meresponsnya sebagai gangguan. Pola ini membentuk kebiasaan patuh, bukan keberanian berpikir.

Kebijakan Berubah, Praktik Tetap Sama

Pemerintah berulang kali mengganti kurikulum dengan janji memperkuat kreativitas dan nalar kritis. Kementerian Pendidikan mendorong pendekatan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Namun, di tingkat sekolah, praktik belajar masih berorientasi pada nilai, peringkat, dan kelulusan. Sekolah menjalankan kebijakan secara administratif tanpa mengubah budaya belajar secara substantif.

Tekanan Sosial Membatasi Pilihan Anak

Selain sekolah, keluarga dan masyarakat ikut memperkuat budaya kepatuhan. Banyak orang tua mengarahkan anak memilih jurusan yang dianggap aman dan cepat menghasilkan pekerjaan. Mereka mengutamakan stabilitas jangka pendek, bukan pengembangan potensi dan minat anak. Akibatnya, banyak pelajar belajar menyesuaikan diri, bukan mengenali dan mengembangkan kemampuan berpikirnya.

Dampak bagi Masyarakat dan Demokrasi

Pendidikan yang mengabaikan daya kritis berisiko melahirkan generasi pasif. Warga yang terbiasa patuh akan sulit mempertanyakan ketidakadilan dan kebijakan publik yang bermasalah. Dalam jangka panjang, kondisi ini melemahkan kualitas demokrasi dan partisipasi masyarakat, baik di tingkat lokal maupun nasional.

Pendidikan Seharusnya Membebaskan

Pendidikan idealnya membangun keberanian berpikir, bukan rasa takut salah. Sekolah perlu menciptakan ruang aman bagi perbedaan pendapat dan proses menalar. Dunia yang terus berubah membutuhkan individu yang mampu berpikir reflektif dan bertanggung jawab atas pilihannya, bukan sekadar lulusan yang menunggu arahan.

Persoalan pendidikan tidak berhenti pada angka kelulusan atau pergantian kurikulum. Tantangan utamanya terletak pada keberanian mengubah orientasi belajar. Selama sekolah hanya rajin meluluskan tanpa mengajarkan cara berpikir, pendidikan akan sulit menjalankan perannya sebagai fondasi kesadaran dan kemajuan masyarakat.

Komentar (3)

  • Ann

    Pendidikan seharusnya menjadi ruang pembebasan nalar, bukan sekadar pabrik kepatuhan. Ketika sekolah lebih sibuk mengejar angka kelulusan daripada membangun daya kritis, kita sedang menyiapkan generasi yang pandai mengikuti perintah tetapi gagap membaca realitas. Perubahan kurikulum tidak akan berarti apa-apa tanpa keberanian mengubah budaya belajar di ruang kelas dan di rumah. Jika pendidikan gagal melatih keberanian berpikir, maka demokrasi hanya akan diisi oleh warga yang diam dan menerima.

    Balas6 Februari 2026 2:37 pm
  • Jejeng

    Persoalan pendidikan kita bukan semata soal kurikulum, melainkan soal orientasi. Selama sekolah masih memaknai keberhasilan sebagai kepatuhan dan nilai tinggi, ruang bagi berpikir kritis akan selalu sempit. Pendidikan seharusnya membantu anak memahami dirinya dan realitas sosialnya, bukan hanya menyesuaikan diri dengan sistem yang ada.

    Salin ini baru komentar

    Balas6 Februari 2026 12:27 pm
  • RedaksiRedaksi

    Pendidikan seharusnya menjadi ruang pembebasan nalar, bukan sekadar pabrik kepatuhan. Ketika sekolah lebih sibuk mengejar angka kelulusan daripada membangun daya kritis, kita sedang menyiapkan generasi yang pandai mengikuti perintah tetapi gagap membaca realitas.

    Perubahan kurikulum tidak akan berarti apa-apa tanpa keberanian mengubah budaya belajar di ruang kelas dan di rumah..

    Jika pendidikan gagal melatih keberanian berpikir, maka demokrasi hanya akan diisi oleh warga yang diam dan menerima.

    Balas6 Februari 2026 12:15 pm

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polda Metro Jaya menetapkan tiga tersangka kasus dugaan pengeroyokan yang menewaskan Bambang Setiawan dalam kerusuhan 27 Agustus 2026.

    Polda Metro Tetapkan 3 Tersangka Pengeroyokan Maut dalam Kerusuhan 27 Agustus

    • calendar_month Sabtu, 12 Sep 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 105
    • 0Komentar

    Jakarta, (KABARISTANA.COM) — Polda Metro Jaya menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus dugaan pengeroyokan yang menewaskan Bambang Setiawan, warga Pejompongan, Jakarta Pusat, dalam kerusuhan 27 Agustus 2026. Penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik mengumpulkan sejumlah alat bukti serta memeriksa saksi dan ahli. “Berdasarkan hasil dari pemeriksaan dan keterangan saksi, keterangan ahli, dan alat bukti yang lain, […]

  • Pemasangan menara BTS guna memperkuat jaringan internet untuk kebijakan WFH nasional

    Pemerintah Siapkan WFH Nasional, Kemkomdigi Pastikan Infrastruktur Digital Siap Tanpa Gangguan

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 235
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) || Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) memastikan kesiapan infrastruktur digital untuk mendukung rencana kerja dari rumah (WFH). Pemerintah mendorong langkah ini guna menekan konsumsi energi. Melalui Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital, Kemkomdigi meningkatkan kualitas layanan dan memperluas jaringan internet. Langkah tersebut membantu masyarakat tetap bekerja secara daring tanpa hambatan. Direktur Jenderal Infrastruktur Digital, Wayan […]

  • Karier alumni magang melalui platform KarirHub Kemnaker

    Kemnaker Siapkan Estafet Karier Alumni Magang Nasional lewat KarirHub

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 225
    • 0Komentar

    Jakarta, (kabaristana.com) – Kementerian Ketenagakerjaan memperkuat akses kerja bagi alumni Program Magang Nasional melalui integrasi layanan MagangHub ke KarirHub dalam ekosistem SIAPkerja. Langkah ini membantu peserta magang masuk ke dunia kerja lebih cepat. Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan pemerintah ingin memastikan peserta magang tidak berhenti pada tahap pelatihan saja. Selain itu, pemerintah juga membuka jalan karier […]

  • Korban tewas Gaza terus bertambah akibat konflik Israel

    Korban Tewas Gaza Tembus 72.783 Orang, Perempuan dan Anak Jadi Korban Terbanyak

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 157
    • 0Komentar

    Jakarta, (kabaristana.com) – Agresi Israel di Jalur Gaza terus menambah jumlah korban jiwa. Data terbaru dari sumber medis mencatat sebanyak 72.783 warga meninggal dunia sejak konflik pecah pada Oktober 2023. Selain itu, sebanyak 172.779 warga mengalami luka-luka akibat serangan yang terus berlangsung. Perempuan dan anak-anak menjadi kelompok korban terbanyak dalam konflik tersebut. Kondisi kemanusiaan di […]

  • Jayden Oosterwolde tegaskan Pilih Belanda

    Jayden Oosterwolde tegaskan Pilih Belanda

    • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
    • account_circle Porondosi
    • visibility 303
    • 1Komentar

    Jakarta, kabaristana.com – Oosterwolde pilih Belanda dan mengakhiri spekulasi publik mengenai negara yang akan ia bela di level internasional. Isu ini sebelumnya mencuat karena latar belakang keluarganya yang memiliki garis keturunan Indonesia dan Suriname. Kendati lebih jauh lagi, sebagai Atlet profesional yang berkarir di Liga Turkey FC. Fenerbahce, Jayden Oosterwolde menegaskan bahwa keputusan tersebut lahir […]

  • Korupsi BRI Telkom yang diselidiki KPK terkait pengadaan notifikasi SMS dan WhatsApp

    KPK: Penyidikan di BRI-Telkom soal pengadaan notifikasi via SMS dan WA

    • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 173
    • 0Komentar

    Jakarta, (kabaristana.com) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai menyelidiki dugaan korupsi dalam pengadaan layanan notifikasi perbankan melalui SMS dan WhatsApp di PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. KPK memperkirakan kerugian negara dalam kasus ini hampir mencapai Rp2 triliun. Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan penyidik telah menerbitkan surat perintah […]

expand_less