Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Sekolah Rajin Meluluskan, Tapi Tak Mengajarkan Berpikir

Sekolah Rajin Meluluskan, Tapi Tak Mengajarkan Berpikir

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
  • visibility 436
  • comment 3 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sekolah Rajin Meluluskan, Tapi Tak Mengajarkan Berpikir, Artinya:

sekolah menekankan kelulusan dan kepatuhan, sementara kemampuan berpikir kritis dan mandiri kurang dibangun.

Jakarta, kabaristana.com | Pendidikan kritis di sekolah Indonesia belum menjadi fondasi utama pembelajaran, karena sistem pendidikan masih lebih menekankan kelulusan dan kepatuhan dibandingkan kemampuan berpikir mandiri dan reflektif.

Ruang Kelas yang Menuntut Kepatuhan

Di ruang kelas, guru masih banyak menekankan hafalan, ketaatan aturan, dan target nilai. Murid belajar mengikuti instruksi, bukan menguji gagasan. Ketika siswa mengajukan pertanyaan kritis atau menyampaikan pendapat berbeda, lingkungan belajar sering meresponsnya sebagai gangguan. Pola ini membentuk kebiasaan patuh, bukan keberanian berpikir.

Kebijakan Berubah, Praktik Tetap Sama

Pemerintah berulang kali mengganti kurikulum dengan janji memperkuat kreativitas dan nalar kritis. Kementerian Pendidikan mendorong pendekatan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Namun, di tingkat sekolah, praktik belajar masih berorientasi pada nilai, peringkat, dan kelulusan. Sekolah menjalankan kebijakan secara administratif tanpa mengubah budaya belajar secara substantif.

Tekanan Sosial Membatasi Pilihan Anak

Selain sekolah, keluarga dan masyarakat ikut memperkuat budaya kepatuhan. Banyak orang tua mengarahkan anak memilih jurusan yang dianggap aman dan cepat menghasilkan pekerjaan. Mereka mengutamakan stabilitas jangka pendek, bukan pengembangan potensi dan minat anak. Akibatnya, banyak pelajar belajar menyesuaikan diri, bukan mengenali dan mengembangkan kemampuan berpikirnya.

Dampak bagi Masyarakat dan Demokrasi

Pendidikan yang mengabaikan daya kritis berisiko melahirkan generasi pasif. Warga yang terbiasa patuh akan sulit mempertanyakan ketidakadilan dan kebijakan publik yang bermasalah. Dalam jangka panjang, kondisi ini melemahkan kualitas demokrasi dan partisipasi masyarakat, baik di tingkat lokal maupun nasional.

Pendidikan Seharusnya Membebaskan

Pendidikan idealnya membangun keberanian berpikir, bukan rasa takut salah. Sekolah perlu menciptakan ruang aman bagi perbedaan pendapat dan proses menalar. Dunia yang terus berubah membutuhkan individu yang mampu berpikir reflektif dan bertanggung jawab atas pilihannya, bukan sekadar lulusan yang menunggu arahan.

Persoalan pendidikan tidak berhenti pada angka kelulusan atau pergantian kurikulum. Tantangan utamanya terletak pada keberanian mengubah orientasi belajar. Selama sekolah hanya rajin meluluskan tanpa mengajarkan cara berpikir, pendidikan akan sulit menjalankan perannya sebagai fondasi kesadaran dan kemajuan masyarakat.

Komentar (3)

  • Ann

    Pendidikan seharusnya menjadi ruang pembebasan nalar, bukan sekadar pabrik kepatuhan. Ketika sekolah lebih sibuk mengejar angka kelulusan daripada membangun daya kritis, kita sedang menyiapkan generasi yang pandai mengikuti perintah tetapi gagap membaca realitas. Perubahan kurikulum tidak akan berarti apa-apa tanpa keberanian mengubah budaya belajar di ruang kelas dan di rumah. Jika pendidikan gagal melatih keberanian berpikir, maka demokrasi hanya akan diisi oleh warga yang diam dan menerima.

    Balas6 Februari 2026 2:37 pm
  • Jejeng

    Persoalan pendidikan kita bukan semata soal kurikulum, melainkan soal orientasi. Selama sekolah masih memaknai keberhasilan sebagai kepatuhan dan nilai tinggi, ruang bagi berpikir kritis akan selalu sempit. Pendidikan seharusnya membantu anak memahami dirinya dan realitas sosialnya, bukan hanya menyesuaikan diri dengan sistem yang ada.

    Salin ini baru komentar

    Balas6 Februari 2026 12:27 pm
  • RedaksiRedaksi

    Pendidikan seharusnya menjadi ruang pembebasan nalar, bukan sekadar pabrik kepatuhan. Ketika sekolah lebih sibuk mengejar angka kelulusan daripada membangun daya kritis, kita sedang menyiapkan generasi yang pandai mengikuti perintah tetapi gagap membaca realitas.

    Perubahan kurikulum tidak akan berarti apa-apa tanpa keberanian mengubah budaya belajar di ruang kelas dan di rumah..

    Jika pendidikan gagal melatih keberanian berpikir, maka demokrasi hanya akan diisi oleh warga yang diam dan menerima.

    Balas6 Februari 2026 12:15 pm

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Siswi SD Kulon Progo Bawa Adik ke Sekolah

    Siswi SD Kulon Progo Bawa Adik ke Sekolah

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • account_circle Porondosi
    • visibility 208
    • 1Komentar

    Jakarta, kabaristana.com- Siswi Sekolah dasar (SD), Kulon Progo bawa adik ke sekolah dan menyentuh hati banyak orang. Kisah ini menunjukkan perjuangan seorang anak mempertahankan hak pendidikan di tengah kondisi keluarga yang berat. (28/01/2026).  Ia memilih langkah tersebut membawa adiknya ke sekolah setiap hari agar tetap mengikuti kegiatan belajar, sementara ibunya berjuang melawan penyakit kanker dan […]

  • demo mahasiswa Ifishdeco di Bareskrim Polri

    Mahasiswa Demo di Bareskrim, Desak Usut Dugaan Pelanggaran Tambang PT Ifishdeco

    • calendar_month Minggu, 12 Apr 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Jakarta, (Kabaristana.com) || Mahasiswa menggelar demo kasus Ifishdeco di kantor Bareskrim Polri dan Ditjen Minerba pada 10 April 2026. Mereka menuntut aparat mengusut dugaan pelanggaran tambang nikel di Kecamatan Tinanggea. Massa aksi menilai PT Ifishdeco beroperasi di luar wilayah izin usaha pertambangan (IUP). Mereka juga menyebut perusahaan memasuki lahan enklaf milik warga. Aktivitas itu merusak […]

  • kpk usulan perbaikan pemilu untuk mencegah korupsi politik di indonesia

    KPK Usulan Perbaikan Pemilu untuk Tekan Korupsi Politik

    • calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 148
    • 2Komentar

    Jakarta, (Kabaristana.com) — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusulkan lima langkah strategis untuk memperbaiki penyelenggaraan pemilihan umum (pemilu) agar lebih transparan dan bebas dari praktik korupsi. KPK menyusun usulan ini berdasarkan kajian dalam Laporan Tahunan 2025 Direktorat Monitoring. Selain itu, KPK menilai perbaikan ini mendesak karena berbagai kerawanan masih muncul dalam proses pemilu. Terutama, biaya politik […]

  • KPK periksa Bea Cukai terkait dugaan aliran uang korupsi impor

    KPK Periksa Pegawai Bea Cukai CMT Terkait Dugaan Aliran Uang Korupsi Impor

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 53
    • 0Komentar

    Jakarta, (kabaristana.com) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai berinisial CMT pada Rabu, 7 Mei 2026. Pemeriksaan itu dilakukan untuk mendalami dugaan aliran uang dalam kasus korupsi pengurusan impor barang. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan penyidik fokus menelusuri dugaan penerimaan uang oleh sejumlah pegawai Bea Cukai. “Selain itu, saksi […]

  • penembakan SMP Turki di Kahramanmaras menyebabkan korban siswa dan guru

    Breaking News: Siswa 14 Tahun Lakukan Penembakan di SMP Turki, 9 Orang Tewas

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 147
    • 0Komentar

    Turki, (Kabaristana.com) — Seorang siswa berusia 14 tahun menembak di sebuah sekolah menengah pertama (SMP) di Provinsi Kahramanmaras, Turki tenggara, Rabu (15/4/2026). Aksi ini menewaskan sembilan orang dan melukai 13 lainnya. Menteri Dalam Negeri Turki, Mustafa Ciftci, menyatakan delapan korban tewas merupakan siswa dan satu korban lainnya adalah guru. Ia menegaskan peristiwa ini bukan aksi […]

  • syarat akhiri perang iran disampaikan presiden iran masoud pezeshkian

    Presiden Iran Ungkap Syarat Akhiri Perang dengan AS dan Israel

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 160
    • 0Komentar

    TAHERAN, (Kabaristana.com)  | Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyampaikan syarat utama untuk mengakhiri konflik dengan Amerika Serikat dan Israel. Ia menegaskan bahwa pengakuan hak Iran, pembayaran ganti rugi, dan jaminan internasional menjadi kunci penghentian perang. Pezeshkian menyampaikan pernyataan tersebut melalui akun media sosial X pada Rabu (11/3). Ia menilai perdamaian hanya bisa tercapai jika pihak lain […]

expand_less