Siswi SD Kulon Progo Bawa Adik ke Sekolah
- account_circle Porondosi
- calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
- visibility 160
- comment 0 komentar
- print Cetak

Gambar Siswi SD Kulon progo bawa adik ke sekolah demi sang ibu yang sedang berjuang penyakit kanker
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, kabaristana.com- Siswi Sekolah dasar (SD), Kulon Progo bawa adik ke sekolah dan menyentuh hati banyak orang. Kisah ini menunjukkan perjuangan seorang anak mempertahankan hak pendidikan di tengah kondisi keluarga yang berat. (28/01/2026).
Ia memilih langkah tersebut membawa adiknya ke sekolah setiap hari agar tetap mengikuti kegiatan belajar, sementara ibunya berjuang melawan penyakit kanker dan menjalani perawatan intensif.
Kondisi keluarga yang terbatas memaksa siswi itu beradaptasi dengan keadaan sulit. Ibunya tidak lagi mampu mengasuh anak-anak karena fokus menjalani pengobatan. Ayahnya bekerja sepanjang hari untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Dalam situasi itu, sang kakak mengambil peran menjaga adiknya tanpa meninggalkan kewajibannya sebagai pelajar.
Para guru melihat langsung keteguhan hati siswi tersebut. Mereka menyaksikan bagaimana seorang anak tumbuh dewasa lebih cepat dari usianya. Meski menghadapi tekanan emosional, siswi itu tetap mengikuti pelajaran dengan disiplin dan semangat tinggi.
Pihak sekolah merespons kondisi ini secara aktif. Guru memberikan pendampingan belajar dan menciptakan suasana kelas yang nyaman. Sekolah juga memastikan siswi tersebut tetap merasa aman dan diterima di lingkungan pendidikan.
Lebih jauh lagi, Kisah Siswi Sekolah dasar ini mencerminkan realitas yang masih dialami banyak anak di Indonesia. Banyak anak dari keluarga prasejahtera menghadapi tantangan serupa dalam mengakses pendidikan. Mereka sering harus berbagi peran antara belajar dan membantu keluarga.
Masyarakat perlu menunjukkan empati dan kepedulian terhadap kondisi seperti ini. Pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan komunitas sosial perlu mengambil peran nyata.
Kisah ini mengingatkan semua pihak bahwa pendidikan anak membutuhkan keberpihakan dan tindakan nyata, bukan sekadar simpati.
- Penulis: Porondosi
- Editor: Brian putra

Saat ini belum ada komentar