Mojtaba Khamenei Resmi Jadi Pemimpin Tertinggi Iran Usai Tewasnya Ali Khamenei
- account_circle Rahman
- calendar_month Minggu, 8 Mar 2026
- visibility 95
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto: Mojtaba Khamenei adalah ulama Syiah Iran dan putra kedua Ayatollah Ali Khamenei. Ia lahir di Mashhad pada 8 September 1969 dan dikenal sebagai tokoh berpengaruh di lingkar kekuasaan Iran.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, (Kabaristana.com) | Iran menetapkan Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi baru setelah kematian Ayatollah Ali Khamenei. Keputusan tersebut muncul setelah Majelis Pakar Iran menggelar sidang untuk menentukan penerus kepemimpinan negara.
Majelis Pakar memilih Mojtaba Khamenei sebagai penerus kepemimpinan Iran. Ia merupakan putra kedua Ali Khamenei dan sudah lama berada di lingkaran inti kekuasaan Iran.
Selama bertahun-tahun, Mojtaba dikenal sebagai tokoh berpengaruh di balik layar politik Iran. Ia tidak pernah mencalonkan diri dalam pemilihan umum dan tidak memegang jabatan publik resmi.
Meski demikian, banyak pengamat menilai pengaruhnya cukup besar di dalam struktur kekuasaan Iran. Ia juga membangun hubungan kuat dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), yang memiliki peran penting dalam keamanan dan politik negara.
Mojtaba juga jarang berbicara mengenai isu suksesi kepemimpinan. Topik tersebut memang sensitif dalam politik Iran.
Sejumlah analis menilai pengangkatan Mojtaba dapat memicu perdebatan politik. Sebab, pergantian kepemimpinan kepada anggota keluarga berpotensi memunculkan kesan dinasti politik.
Situasi ini mengingatkan sebagian pihak pada masa dinasti Pahlavi sebelum Revolusi Islam Iran tahun 1979.
Sementara itu, Israel terus memantau perkembangan kepemimpinan Iran setelah pergantian tersebut. Pemerintah Israel juga mengeluarkan pernyataan keras terkait pemimpin baru Iran.
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menegaskan bahwa militer Israel akan menargetkan siapa pun pemimpin Iran yang melanjutkan kebijakan yang dianggap mengancam Israel.
Ia juga menyatakan bahwa pemimpin Iran yang terus menjalankan agenda permusuhan akan menjadi sasaran militer Israel.
Ketegangan antara Iran dan Israel masih tinggi hingga saat ini. Para analis menilai perubahan kepemimpinan Iran dapat memengaruhi stabilitas keamanan di kawasan Timur Tengah.
- Penulis: Rahman
- Editor: Nur Wayda
- Sumber: Al Jazeera

Saat ini belum ada komentar