Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » politik » DPR Buka Ruang Publik Lebar untuk RUU PPRT, Target Rampung Usai Ramadhan

DPR Buka Ruang Publik Lebar untuk RUU PPRT, Target Rampung Usai Ramadhan

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
  • visibility 237
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, Duasatunews.com | Pembahasan RUU PPRT kembali menjadi perhatian publik. DPR RI membuka ruang partisipasi masyarakat secara luas untuk memastikan regulasi ini memberi perlindungan nyata bagi pekerja rumah tangga, khususnya di sektor informal.

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI terus menyerap masukan publik dalam proses pembahasan aturan tersebut. Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menegaskan DPR akan menampung aspirasi masyarakat hingga proses legislasi selesai.

DPR melanjutkan pembahasan RUU PPRT selama bulan Ramadhan. Lembaga legislatif menargetkan pembahasan lanjutan pada 5 Maret 2026. Dasco menilai keterlibatan publik membantu DPR menyusun aturan yang adil dan tepat sasaran.

“Partisipasi publik harus diperbanyak. DPR akan mengkaji setiap masukan secara mendalam,” kata Dasco di kompleks parlemen, Jakarta, Senin.

Sejak tahun lalu, DPR aktif berdiskusi dengan perwakilan serikat pekerja, termasuk Said Iqbal. Dalam pertemuan tersebut, serikat pekerja mendorong DPR memperkuat perlindungan hak pekerja rumah tangga.

Dasco menyebut pembahasan RUU PPRT mencakup banyak aspek penting. Karena itu, DPR memilih membahasnya secara terbuka dan berhati-hati agar aturan ini tidak menimbulkan persoalan baru.

Sebelumnya, Badan Legislasi DPR RI mengundang berbagai pemangku kepentingan, seperti Kementerian Sosial dan BPJS Ketenagakerjaan. DPR melibatkan mereka untuk memperkaya substansi RUU PPRT sebelum masuk tahap lanjutan.

Wakil Ketua Badan Legislasi DPR RI Martin Manurung menegaskan rancangan ini harus menjadi regulasi khusus atau lex specialis. Ia menilai aturan tersebut perlu menjamin perlindungan sosial, kesehatan, dan kepastian kerja bagi pekerja rumah tangga.

Mayoritas tenaga kerja Indonesia bekerja di sektor informal. Karena itu, kehadiran RUU PPRT dinilai strategis untuk memperkuat perlindungan kelompok pekerja yang selama ini rentan dan minim payung hukum.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • nelayan pesisir Lombok Barat dalam konteks edukasi nelayan cegah ilegal

    KKP dan Australia Edukasi Nelayan Cegah Penangkapan Ilegal

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 270
    • 0Komentar

    Jakarta, (Kabaristana.com) || Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bekerja sama dengan Australia Fisheries Management Authority (AFMA) mengedukasi masyarakat pesisir di Buton dan Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Program ini bertujuan mencegah nelayan Indonesia menangkap ikan secara ilegal di perairan Australia. Direktur Jenderal Perikanan Tangkap KKP, Lotharia Latif, mengatakan program ini menyasar nelayan, keluarga nelayan, pemilik kapal, dan […]

  • TNI bunuh kacab saat sidang tuntutan di Pengadilan Militer Jakarta

    Oditur: Tiga Terdakwa TNI Tidak Terbukti Rencanakan Pembunuhan Kacab Bank

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 185
    • 0Komentar

    Jakarta, (kabaristana.com0) – Oditur Militer II-07 Jakarta Mayor Chk Wasinton Marpaung menegaskan tiga terdakwa anggota TNI AD tidak merencanakan pembunuhan terhadap kepala cabang bank berinisial MIP (37). Pernyataan itu ia sampaikan usai sidang pembacaan tuntutan di Pengadilan Militer II-08 Jakarta, Senin. Wasinton menjelaskan fakta persidangan tidak menunjukkan adanya niat awal para terdakwa untuk menghabisi nyawa […]

  • pekerja konveksi melipat bendera merah putih saat harga bahan baku konveksi naik

    Harga Bahan Baku Konveksi Naik, Pengusaha Tahan Belanja

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle Reski
    • visibility 277
    • 0Komentar

    Harga Bahan Baku Konveksi Naik, Pengusaha Tahan Belanja Jakarta,(kabaristana.com)// harga bahan baku konveksi yang terus meningkat mendorong pelaku industri kecil menengah (IKM) mengubah strategi pembelian. Para pengusaha kini menahan belanja bahan baku dalam jumlah besar untuk menjaga kestabilan arus kas di tengah tekanan ekonomi global. Ketua Ikatan Pengusaha Konveksi Berkarya (IPKB), Nandi Herdiaman, menjelaskan bahwa bahan […]

  • Friderica Widyasari Dewi OJK memimpin pengawasan sektor jasa keuangan

    Reputasi Mentereng, Begini Sepak Terjang Friderica Widyasari Dewi

    • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 281
    • 0Komentar

    JAKARTA, kabaristana.com | Friderica Widyasari Dewi OJK menjadi sorotan publik setelah dipercaya menjabat sebagai Ketua Dewan Komisioner OJK sementara di tengah meningkatnya risiko sektor jasa keuangan dan maraknya penipuan investasi. Posisi ini menempatkannya pada titik krusial dalam menjaga kepercayaan publik terhadap sistem keuangan nasional. Lonjakan investor ritel, perkembangan produk keuangan digital, dan gejolak ekonomi global […]

  • Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memicu perhatian global setelah melontarkan pernyataan keras terkait Kuba

    Sekutu Mulai Menjauh, Operasi Militer AS ke Iran Dinilai Berisiko Melemahkan Pengaruh Global

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 372
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) | Ketegangan di Timur Tengah meningkat setelah Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan militer terhadap Iran. Situasi ini menarik perhatian dunia karena sejumlah sekutu tradisional Amerika mulai menunjukkan sikap lebih hati-hati terhadap konflik tersebut. Berbeda dengan konflik sebelumnya, dukungan internasional terhadap langkah militer Washington terlihat tidak terlalu kuat. Dukungan Sekutu Mulai Terbatas Beberapa […]

  • Koalisi Sipil Pembela Pengusaha Pribumi Desak Pembatalan Eksekusi Hotel Sultan

    Koalisi Sipil Pembela Pengusaha Pribumi Desak Pembatalan Eksekusi Hotel Sultan

    • calendar_month Senin, 15 Jun 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 225
    • 0Komentar

    Jakarta, (Kabaristana.com) – Koalisi Sipil Pembela Pengusaha Pribumi mendesak pembatalan rencana eksekusi Hotel Sultan yang dijadwalkan pada 18 Juni 2026. Mereka menyampaikan tuntutan tersebut dalam aksi di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (15/6). Koalisi tersebut terdiri atas mahasiswa, karyawan Hotel Sultan, buruh, dan berbagai elemen masyarakat. Mereka menilai rencana eksekusi dapat mengganggu kepastian hukum. Selain […]

expand_less