Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukum » Koalisi Sipil Pembela Pengusaha Pribumi Desak Pembatalan Eksekusi Hotel Sultan

Koalisi Sipil Pembela Pengusaha Pribumi Desak Pembatalan Eksekusi Hotel Sultan

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Senin, 15 Jun 2026
  • visibility 120
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, (Kabaristana.com) – Koalisi Sipil Pembela Pengusaha Pribumi mendesak pembatalan rencana eksekusi Hotel Sultan yang dijadwalkan pada 18 Juni 2026. Mereka menyampaikan tuntutan tersebut dalam aksi di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (15/6).

Koalisi tersebut terdiri atas mahasiswa, karyawan Hotel Sultan, buruh, dan berbagai elemen masyarakat. Mereka menilai rencana eksekusi dapat mengganggu kepastian hukum. Selain itu, mereka juga menilai langkah tersebut berpotensi memicu dampak sosial dan ekonomi.

Koalisi Soroti Dasar Hukum Eksekusi

Koalisi menilai putusan serta merta yang menjadi dasar eksekusi masih memunculkan perdebatan hukum. Menurut mereka, sengketa yang terjadi berkaitan dengan status tanah.

Sementara itu, mereka menilai pengambilalihan operasional hotel dapat merugikan PT Indobuildco. Perusahaan tersebut selama ini mengelola Hotel Sultan.

“Belum ada putusan pengadilan yang menyatakan bahwa Hotel Sultan bukan milik PT Indobuildco,” ujar perwakilan koalisi.

Oleh karena itu, koalisi meminta semua pihak mempertimbangkan seluruh proses hukum yang masih berjalan sebelum mengambil tindakan.

Dampak Sosial dan Ekonomi

Koalisi menilai eksekusi dapat memengaruhi banyak pihak. Hotel Sultan memiliki hubungan dengan pekerja, tenant, vendor, dan pelaku usaha.

Selain itu, operasional hotel juga mendukung berbagai aktivitas ekonomi. Karena itu, penghentian kegiatan usaha dapat menimbulkan dampak yang lebih luas.

Di sisi lain, para pekerja dan pelaku usaha membutuhkan kepastian agar mereka dapat melanjutkan aktivitas ekonomi.

Minta Pengadilan Membatalkan Eksekusi

Koalisi meminta pengadilan membatalkan rencana eksekusi. Mereka menilai pemohon eksekusi belum menyerahkan jaminan yang sesuai dengan nilai objek sengketa.

Selanjutnya, mereka merujuk butir 7 SEMA Nomor 3 Tahun 2000 yang diperkuat melalui SEMA Nomor 4 Tahun 2001. Aturan tersebut mengatur kewajiban penyerahan jaminan sebelum pelaksanaan putusan serta merta.

“Kewajiban penempatan jaminan merupakan syarat yang bersifat imperatif,” tegas perwakilan koalisi.

Karena itu, koalisi meminta pengadilan menunda pelaksanaan eksekusi sampai seluruh persyaratan terpenuhi.

Dorong Jalur Negosiasi

Koalisi mendorong PT Indobuildco dan Kementerian Sekretariat Negara menempuh jalur negosiasi. Selain itu, mereka meminta para pihak menunggu putusan yang berkekuatan hukum tetap.

Menurut mereka, langkah tersebut dapat mencegah konflik yang lebih luas. Dengan demikian, semua pihak memiliki kesempatan untuk mencari solusi bersama.

Hak Pemegang HGB Harus Diperhatikan

Koalisi meminta pemerintah menjalankan ketentuan mengenai Hak Guna Bangunan. Mereka menilai PT Indobuildco memiliki kesempatan untuk mengajukan perpanjangan atau pembaruan hak atas tanah.

Kemudian, mereka merujuk Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960, Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2021, dan Peraturan Menteri ATR/BPN Nomor 18 Tahun 2021.

Meski demikian, mereka tetap meminta pemerintah mengedepankan kepastian hukum dalam penyelesaian sengketa.

Perlindungan Pekerja dan Pelaku Usaha

Koalisi meminta perlindungan bagi pekerja, tenant, vendor, dan pelaku usaha. Selain itu, mereka juga meminta pemerintah memperhatikan hak pihak ketiga.

Selanjutnya, mereka mendorong penyelesaian sengketa secara transparan dan adil. Dengan demikian, seluruh pihak dapat memperoleh perlindungan hukum.

Jaga Stabilitas Nasional

Koalisi menegaskan bahwa keadilan tidak hanya bergantung pada kepastian hukum. Namun, proses hukum juga harus melindungi hak setiap warga negara.

Selain itu, mereka mengingatkan pentingnya menjaga stabilitas nasional di tengah meningkatnya aksi penyampaian aspirasi.

“Demikian pernyataan ini kami sampaikan demi terciptanya keadilan, kepastian hukum, serta kebaikan bagi bangsa dan negara,” tutup perwakilan koalisi.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • konflik Gaza selatan di Khan Younis menewaskan warga Palestina

    Konflik Gaza Selatan Tewaskan Lima Warga Palestina di Khan Younis

    • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 176
    • 0Komentar

    Jakarta, (kabaristana.com) – Serangan pemboman di wilayah Mawasi, Khan Younis, Gaza selatan menewaskan lima warga Palestina. Keluarga bersama warga setempat membawa jenazah para korban ke Nasser Medical Complex sebelum memakamkannya. Unggahan yang beredar memperlihatkan suasana duka di area rumah sakit saat keluarga mengantar para korban ke peristirahatan terakhir. Tangis keluarga dan kerabat pecah selama prosesi […]

  • gotong royong RT 07 Bumi Jaya mendirikan pagar TOGA

    Warga RT 07 Bumi Jaya Gotong Royong Dirikan Pagar TOGA, Ketua RT Baru Terharu Lihat Kekompakan

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle Usupriyadi
    • visibility 311
    • 0Komentar

    Gotong royong RT 07 menjadi wujud nyata kepedulian warga terhadap lingkungan dan kebersamaan sosial di Desa Bumi Jaya, Kecamatan Kaubun, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur. Melalui kerja bersama, warga memperkuat hubungan sosial sekaligus menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan tertata. Kutai Timur, duasatunews.com | Kalimantan Timur  Warga RT 07 Dusun 03, Desa Bumi Jaya, Kecamatan […]

  • Kasus pencabulan anak Majalengka saat dikawal GASKAN

    GASKAN: Ibu Ashima Curhat Live TikTok Mencari Keadilan Pencabulan Dua Anaknya di Majalengka, Kecewa Dengan Tim Hukum KDM

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 170
    • 0Komentar

    JAKARTA, (kabaristana.com) – Pada 24 Mei 2026, Ibu Ashima Dinillah (46) menyampaikan keluhannya melalui siaran langsung TikTok dan mengadu kepada Gerakan Suara Keadilan Netizen (GASKAN). Ia meminta bantuan untuk memviralkan kasus yang menimpa kedua putrinya, VRS (14) dan VSP (15), yang menjadi korban pencabulan oleh ayah tiri mereka, YRN, di Majalengka. Dengan nada penuh harap, […]

  • target lifting minyak tercapai pada 2026 sesuai APBN

    Setahun Prabowo, Produksi Minyak RI Sudah Lampaui Era Jokowi

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 333
    • 0Komentar

    JAKARTA,(kabaristana.com) | Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa produksi (lifting) minyak nasional kini mulai membaik. Selama hampir satu dekade, capaian lifting minyak sering gagal memenuhi target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Perubahan tersebut mulai terlihat pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Bahlil menyebut tahun 2026 sebagai titik balik pencapaian sektor […]

  • percepatan kompetensi dokter spesialis di rumah sakit rujukan

    Menkes: Pemerintah berupaya akselerasikan kompetensi dokter spesialis

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 487
    • 0Komentar

    JAKARTA, kabaristana.com | Keterbatasan jumlah dokter spesialis terus membebani pelayanan kesehatan nasional. Pasien kerap menunggu lama untuk mendapatkan tindakan medis, terutama pada layanan berteknologi tinggi. Kondisi ini langsung memengaruhi keselamatan pasien dan kualitas layanan rumah sakit. Di sejumlah rumah sakit rujukan, antrean panjang muncul karena dokter dengan kompetensi klinis tertentu masih minim. Masalah ini memicu […]

  • Nanik Sudaryati Deyang menjelaskan program MBG bukan bisnis

    BGN Tegaskan Program Makan Bergizi Gratis Bukan Ajang Bisnis

    • calendar_month Minggu, 8 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 246
    • 0Komentar

    JAKARTA, (kabaristana.com) | Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan program bisnis. Pemerintah menjalankan program ini sebagai investasi sosial untuk meningkatkan gizi masyarakat, terutama anak-anak dari keluarga kurang mampu. Berawal dari Kepedulian Presiden Prabowo Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, menjelaskan ide MBG muncul dari pengalaman Presiden […]

expand_less