Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » International » Sekutu Mulai Menjauh, Operasi Militer AS ke Iran Dinilai Berisiko Melemahkan Pengaruh Global

Sekutu Mulai Menjauh, Operasi Militer AS ke Iran Dinilai Berisiko Melemahkan Pengaruh Global

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
  • visibility 368
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, (Kabaristana.com) | Ketegangan di Timur Tengah meningkat setelah Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan militer terhadap Iran. Situasi ini menarik perhatian dunia karena sejumlah sekutu tradisional Amerika mulai menunjukkan sikap lebih hati-hati terhadap konflik tersebut.

Berbeda dengan konflik sebelumnya, dukungan internasional terhadap langkah militer Washington terlihat tidak terlalu kuat.

Dukungan Sekutu Mulai Terbatas

Beberapa negara sekutu Amerika Serikat memilih membatasi keterlibatan mereka. Inggris hanya mengizinkan pesawat tempur Amerika menggunakan dua pangkalan militernya untuk kepentingan pertahanan di kawasan.

Spanyol bahkan menolak memberikan akses pangkalan militer bagi pasukan Amerika Serikat. Perdana Menteri Pedro Sanchez menegaskan bahwa konflik tersebut bukan bagian dari kepentingan negaranya.

Sikap ini memicu ketegangan diplomatik. Presiden AS Donald Trump mengkritik keputusan tersebut dan mengancam langkah ekonomi terhadap pemerintah Spanyol.

Kritik terhadap Kebijakan Luar Negeri AS

Sejumlah analis menilai langkah militer Amerika terhadap Iran memperkuat kritik internasional. Pengamat dari German Marshall Fund, Kristina Kausch, menilai kebijakan tersebut memberi kesan bahwa Washington mengabaikan hukum internasional.

Menurutnya, kebijakan luar negeri Amerika kini lebih menekankan kepentingan nasional dibanding membangun legitimasi global.

Kontroversi lain juga muncul dari kebijakan sebelumnya. Trump sempat memicu perdebatan setelah menyampaikan keinginan mengambil alih Greenland, wilayah milik Denmark yang merupakan sekutu NATO.

Peran Lembaga Internasional Dipertanyakan

Mantan pejabat keamanan nasional Amerika Serikat, Nadia Schadlow, menilai konflik Iran menunjukkan keterbatasan lembaga internasional. Menurutnya, organisasi seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa sering kesulitan mencegah konflik bersenjata.

Ia menilai banyak negara tetap mengambil keputusan sendiri saat merasa keamanan nasionalnya terancam.

Sikap Beragam Negara Sekutu

Meski sebagian negara berhati-hati, beberapa pemerintah tetap menyatakan dukungan. Australia, Argentina, dan Paraguay termasuk negara yang mendukung langkah Amerika Serikat.

Kanada mengambil posisi lebih moderat. Perdana Menteri Mark Carney mendukung upaya mencegah Iran memiliki senjata nuklir, namun tetap mendorong deeskalasi konflik.

Presiden Prancis Emmanuel Macron menyampaikan pandangan berbeda. Ia menilai serangan militer terhadap Iran berpotensi melanggar hukum internasional.

Potensi Keuntungan Strategis bagi China

Sebagian analis menilai konflik ini dapat memberi dampak strategis global. Peneliti Center for a New American Security, Jacob Stokes, menyebut perang di Timur Tengah dapat menguras persediaan senjata Amerika.

Padahal, persediaan tersebut penting untuk menghadapi potensi konflik di kawasan Asia Timur, terutama terkait Taiwan.

Stokes juga menilai China dapat memanfaatkan situasi ini untuk mempelajari strategi militer Amerika. Jika konflik berlangsung lama, posisi geopolitik Washington bisa semakin tertekan.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • JMPA desak Kejati Sultra memeriksa HFA terkait dugaan ore nikel ilegal

    Terungkap di Persidangan! JMPA Minta Kejati Sultra Segera Panggil HFA Terkait Dugaan Ore Nikel Ilegal

    • calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 279
    • 0Komentar

    Kendari, (kabaristana.com) – JMPA desak Kejati Sultra segera memanggil dan memeriksa HFA terkait dugaan peredaran ore nikel ilegal dari wilayah eks Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Pandu Citra Mulia (PCM) di Kabupaten Kolaka Utara. Jaringan Mahasiswa Pemuda Anoa (JMPA) menyampaikan tuntutan tersebut pada Rabu, 24 Juni 2026 setelah jaksa menyebut nama HFA dalam fakta persidangan […]

  • Aksi Jilid III, KPIT Desak Kemendiksaintek Hapus Desil dalam Syarat Penerimaan KIP Kuliah

    Aksi Jilid III, KPIT Desak Kemendiksaintek Hapus Desil dalam Syarat Penerimaan KIP Kuliah

    • calendar_month Senin, 14 Sep 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 309
    • 0Komentar

    Jakarta, (KABARISTANA.COM) — Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Koalisi Pemuda Indonesia Timur (KPIT) kembali menggelar aksi jilid III. Aksi berlangsung di depan Gedung Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiksaintek), Senin, 14 September 2026. KPIT Soroti Sistem Desil KIP Kuliah Dalam aksi tersebut, KPIT mendesak Kemendiksaintek menghapus sistem desil sebagai salah satu syarat penerimaan Kartu […]

  • FAMHI desak pencabutan IUP PT WIN terkait dugaan kerusakan lingkungan dan ancaman keselamatan masyarakat di Konawe Selatan Sulawesi Tenggara.

    FAMHI DESAK PEMERINTAH CABUT IUP PT WIJAYA INTI NUSANTARA (WIN) ATAS DUGAAN KERUSAKAN LINGKUNGAN DAN ANCAMAN KESELAMATAN MASYARAKAT

    • calendar_month Minggu, 31 Mei 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 223
    • 0Komentar

    Jakarta, (kabaristana.com) – Forum Advokasi Mahasiswa Hukum Indonesia (FAMHI) mendesak Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI segera mengevaluasi dan mencabut Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Wijaya Inti Nusantara (WIN) di Desa Torobulu, Kecamatan Laeya, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara. FAMHI menyampaikan desakan tersebut setelah berbagai laporan dan temuan lapangan mengungkap dugaan kerusakan lingkungan […]

  • Prabowo Dorong Oxford Cambridge Buka Kampus di Indonesia

    Prabowo Dorong Oxford Cambridge Buka Kampus di Indonesia

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle Porondosi
    • visibility 372
    • 0Komentar

    Jakarta, kabaristana.com-Prabowo dorong Oxford Cambridge buka kampus di Indonesia sebagai strategi mempercepat peningkatan kualitas pendidikan tinggi nasional. Melalui kebijakan ini, pemerintah menargetkan peningkatan daya saing sumber daya manusia serta penguatan riset di dalam negeri. (20/01/2026). Prabowo Subianto menilai kehadiran kampus kelas dunia akan membawa dampak langsung bagi mutu pendidikan nasional. Karena itu, Prabowo dorong Oxford […]

  • harga emas Antam 2026 tembus Rp2,6 juta per gram

    Update Harga Emas Di Pasar Domestik Hari Ini

    • calendar_month Minggu, 11 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 776
    • 0Komentar

    Jakarta, (Kabaristana.com) | Harga emas di pasar domestik menunjukkan performa kuat sepanjang pekan kedua Januari 2026. Kenaikan ini terlihat pada logam mulia Antam maupun emas digital di platform Treasury yang sama-sama mengikuti reli harga emas global. Lonjakan tersebut terjadi seiring meningkatnya permintaan aset safe haven di tengah ketidakpastian ekonomi global. Akibatnya, investor kembali melirik emas […]

  • Hubungan Indonesia India saat Presiden Prabowo Subianto bertemu PM Narendra Modi di Istana Merdeka

    Menteri P2MI ingin kedekatan RI-India buka peluang kerja baru

    • calendar_month Rabu, 8 Jul 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 142
    • 0Komentar

    Jakarta, (kabaristana.com) – Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, menilai hubungan yang semakin erat antara Indonesia dan India dapat membuka peluang kerja baru bagi masyarakat Indonesia. Menurutnya, kerja sama kedua negara juga berpotensi memperkuat pelindungan pekerja migran Indonesia di luar negeri. Mukhtarudin menyampaikan pernyataan tersebut setelah Presiden RI Prabowo Subianto memberikan Bintang Republik Indonesia […]

expand_less