JAKARTA, (Kabaristana.com) | Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa pemerintahannya selalu menyelaraskan setiap kebijakan dengan arahan Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei. Ia menyampaikan pernyataan tersebut pada Jumat (13/3) melalui pesan yang memuji partisipasi masyarakat dalam aksi Hari Quds Internasional di berbagai wilayah Iran.
Dalam pesannya, Pezeshkian menekankan bahwa pemerintah tidak pernah merancang atau menjalankan kebijakan tanpa koordinasi dengan kepemimpinan tertinggi negara. Menurutnya, langkah tersebut penting untuk menjaga kesatuan arah politik dan stabilitas nasional.
Selain itu, Pezeshkian menganggap dirinya memiliki kewajiban moral dan konstitusional untuk mengikuti arahan kepemimpinan negara. Ia menilai kepatuhan terhadap prinsip tersebut sejalan dengan nilai keagamaan, hukum, dan kepentingan nasional Iran.
Karena itu, ia menegaskan bahwa koordinasi antara pemerintah dan Pemimpin Tertinggi akan terus menjadi fondasi utama pemerintahan saat ini.
“Prinsip ini menjadi salah satu landasan solidaritas nasional sekaligus dasar bagi langkah pemerintah Iran ke-14,” ujar Pezeshkian.
Fokus pada Kesiapan Pertahanan
Di sisi lain, Pezeshkian menempatkan penguatan pertahanan nasional sebagai prioritas utama pemerintahannya. Pemerintah, menurutnya, terus meningkatkan kesiapan angkatan bersenjata untuk menghadapi potensi ancaman dari Amerika Serikat dan Israel.
Namun demikian, pemerintah juga tetap memperhatikan kebutuhan masyarakat dan stabilitas dalam negeri. Dengan kata lain, pemerintah berupaya menjaga keseimbangan antara keamanan nasional dan pengelolaan kehidupan masyarakat.
Ketegangan Memanas di Timur Tengah
Sementara itu, ketegangan di kawasan Timur Tengah meningkat setelah serangan militer yang terjadi pada akhir Februari. Pada 28 Februari, Israel bersama Amerika Serikat melancarkan serangan ke Teheran dan beberapa kota lain di Iran.
Serangan tersebut menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei, bersama sejumlah komandan militer senior serta warga sipil.
Setelah itu, Iran segera merespons dengan meluncurkan beberapa gelombang serangan rudal dan drone. Target serangan tersebut meliputi wilayah Israel serta sejumlah pangkalan dan aset militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Kepemimpinan Baru Iran
Di tengah situasi tersebut, Iran segera menetapkan kepemimpinan baru. Majelis Ahli Iran kemudian menunjuk Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi ketiga negara itu pada Minggu (8/3).
Penunjukan tersebut menandai fase baru dalam politik Iran. Selain itu, keputusan tersebut muncul ketika kawasan Timur Tengah masih menghadapi dinamika keamanan yang kompleks.
Karena itu, pemerintah Iran menekankan pentingnya koordinasi kuat antara pemerintah dan kepemimpinan tertinggi negara guna menjaga stabilitas nasional sekaligus menghadapi tantangan geopolitik yang terus berkembang.




Saat ini belum ada komentar