Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Mencegah Repetisi Pola Krisis Tata Kelola SDA di Sulawesi Tenggara

Mencegah Repetisi Pola Krisis Tata Kelola SDA di Sulawesi Tenggara

  • account_circle Adrian moita
  • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
  • visibility 464
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

(KabarIstana.com), JAKARTA — Adrian Moita menyampaikan pernyataan sikap tentang pentingnya pengelolaan sumber daya alam (SDA) yang berkelanjutan di Sulawesi Tenggara. Ia menyampaikan pandangan ini berdasarkan analisis data dan pengalaman pengelolaan SDA di berbagai daerah penghasil di Indonesia.

Adrian menilai kekayaan SDA tidak selalu menghasilkan kesejahteraan masyarakat. Banyak kajian kebijakan publik dan ekonomi politik menunjukkan kondisi tersebut. Para peneliti menyebut fenomena ini sebagai resource curse.

Fenomena itu muncul ketika eksploitasi sumber daya alam memicu masalah ekonomi, sosial, dan lingkungan.

Pengalaman Daerah Penghasil SDA

Adrian menjelaskan bahwa pengalaman sejumlah wilayah di Aceh dan Sumatera memberi pelajaran penting. Beberapa daerah penghasil minyak, gas, batu bara, dan mineral memiliki kontribusi besar terhadap produk domestik regional bruto (PDRB).

Namun, peningkatan kontribusi sektor ekstraktif tidak selalu menurunkan angka kemiskinan. Peningkatan tersebut juga tidak selalu memperbaiki kualitas pembangunan manusia secara signifikan.

Selain itu, sektor ekstraktif hanya menyerap tenaga kerja dalam jumlah terbatas. Kondisi ini tidak sebanding dengan kontribusinya terhadap PDRB daerah.

Tekanan Lingkungan Akibat Aktivitas Tambang

Data nasional menunjukkan aktivitas pertambangan memberi tekanan besar terhadap lingkungan. Aktivitas tersebut berdampak pada hutan, wilayah pesisir, dan kualitas sumber daya air.

Tekanan lingkungan tersebut memicu berbagai risiko. Beberapa di antaranya adalah meningkatnya bencana hidrometeorologi, konflik agraria, dan kerusakan ekosistem.

Adrian menegaskan bahwa berbagai persoalan ini saling berkaitan. Lemahnya perencanaan tata ruang sering memicu masalah tersebut. Kurangnya transparansi perizinan juga memperparah kondisi ini.

“Keterbatasan pengawasan terhadap aktivitas ekstraktif ikut memperbesar dampak yang muncul,” ujar Adrian Moita.

Pentingnya Tata Kelola SDA yang Lebih Kuat

Adrian menilai kebijakan SDA sering berfokus pada peningkatan produksi jangka pendek. Pendekatan tersebut berpotensi menimbulkan biaya sosial dan lingkungan bagi masyarakat.

Karena itu, pemerintah perlu menerapkan pendekatan kehati-hatian dalam pembangunan sektor SDA.

Dalam konteks Sulawesi Tenggara, aktivitas pertambangan dan industri mineral meningkat dalam satu dekade terakhir. Peningkatan ini perlu diimbangi dengan tata kelola yang lebih kuat.

Data perizinan dan produksi menunjukkan adanya hubungan antara ekspansi sektor ekstraktif dan tekanan terhadap ruang hidup masyarakat. Ekosistem darat dan pesisir juga ikut terdampak.

Pencegahan Risiko Sejak Tahap Awal

Adrian mendorong pemerintah memperkuat pencegahan risiko sejak tahap awal. Langkah ini dapat dilakukan melalui penguatan basis data lingkungan.

Selain itu, pemerintah perlu mengevaluasi daya dukung dan daya tampung wilayah. Integrasi kebijakan perizinan dengan rencana pembangunan jangka panjang juga menjadi hal penting.

Menurut Adrian, pendekatan berbasis data dapat mengurangi risiko kerusakan lingkungan dan konflik sosial di masa depan.

“Pernyataan sikap ini bertujuan agar Sulawesi Tenggara tidak mengalami pola masalah yang sama seperti daerah lain. Kami mendukung pembangunan, tetapi pembangunan harus berjalan secara berkelanjutan dan akuntabel,” kata Adrian.

Sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, dan Masyarakat

Adrian menegaskan keberhasilan pengelolaan SDA sangat bergantung pada kerja sama semua pihak. Pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat harus membangun sinergi yang kuat.

Ia menilai tata kelola yang transparan dan berbasis data akan membantu menciptakan pembangunan jangka panjang yang lebih berkelanjutan.

Juru Bicara: Adrian Moita

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ledakan Gupusmu Madiun di Gudang Pusat Munisi TNI AD, personel TNI mengamankan lokasi dan menutup akses menuju area kejadian.

    Ledakan Gudang Munisi Madiun, TNI Sterilkan Lokasi dan Lakukan Investigasi

    • calendar_month Kamis, 16 Jul 2026
    • account_circle Retanto
    • visibility 135
    • 0Komentar

    Jakarta, (Kabaristana.com) – Sebuah ledakan diduga terjadi di Gudang Pusat Munisi (Gupusmu) milik TNI Angkatan Darat di Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, pada Kamis. Aparat TNI langsung menutup akses menuju lokasi, mengevakuasi korban, dan mengamankan area untuk mendukung proses penanganan. Informasi yang beredar menyebutkan ledakan terjadi pada Kamis pagi. Sejumlah korban menjalani perawatan di […]

  • Air Canada tabrak mobil pemadam di LaGuardia, New York. Dua kru tewas dan dua petugas terluka dalam insiden di landasan.

    Pesawat Air Canada Tabrak Kendaraan Pemadam di Bandara LaGuardia, Dua Kru Tewas

    • calendar_month Senin, 23 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 258
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) | Air Canada tabrak mobil pemadam kebakaran di landasan Bandara LaGuardia pada Minggu malam waktu setempat. Insiden ini menewaskan pilot dan kopilot serta melukai dua petugas yang berada di kendaraan darurat. Peristiwa ini langsung memicu respons cepat dari otoritas setempat karena melibatkan pesawat komersial milik Air Canada di salah satu bandara tersibuk di […]

  • Perspektif Nuklir Ilahi dalam kajian sains dan spiritualitas

    Nuklir di Mata Ilahi dan Ilmuwan

    • calendar_month Minggu, 14 Jun 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 290
    • 0Komentar

    Oleh: Irwanuddin H.I. KullaTenaga Ahli Menteri ESDM RI Bidang Pengembangan Potensi Pemanfaatan Tenaga Nuklir / Dekan FT UPDM (B) / Direktur PUSPINEBT ICMI Jakarta, 14 Juni 2026 Nuklir dalam Perspektif Iman dan Ilmu Nuklir menjadi salah satu bidang ilmu yang mempertemukan iman dan takwa (imtak) dengan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek). Melalui kajian tersebut, manusia […]

  • Indonesia U17 lawan Qatar pada Piala Asia U17 2026 di Jeddah

    Timnas Indonesia U17 Qatar: Ichiro Akbar dan Pandu Aryo Jadi Andalan

    • calendar_month Minggu, 10 Mei 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 260
    • 1Komentar

    Jakarta, (kabaristana.com) – Timnas Indonesia U17 memasang duet Ichiro Akbar dan Pandu Aryo saat menghadapi Qatar national under-17 football team pada laga kedua Grup D AFC U-17 Asian Cup. Pertandingan berlangsung di King Abdullah Sports City, Jeddah, Sabtu malam WIB. Pelatih Kurniawan Dwi Yulianto memilih formasi 5-3-2 untuk menjaga keseimbangan permainan tim. Selain itu, Indonesia […]

  • GEMARI Jakarta tagih kepastian KPK terkait perkembangan pemeriksaan Plt Gubernur Riau SF Hariyanto melalui pernyataan Koordinator Nasional Kori Fatnawi.

    Berbulan-bulan Pasca Penggeledahan, SF Hariyanto Kembali Diperiksa, GEMARI Jakarta Tagih Kepastian dari KPK

    • calendar_month Rabu, 29 Jul 2026
    • account_circle Retanto
    • visibility 110
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) – Gerakan Mahasiswa Riau Jakarta (GEMARI Jakarta) kembali mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar segera menjelaskan perkembangan penanganan perkara yang berkaitan dengan Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto. Organisasi itu menilai publik membutuhkan kepastian hukum setelah penyidik KPK kembali memeriksa SF Hariyanto. Koordinator Nasional GEMARI Jakarta, Kori Fatnawi, S.H., mengatakan organisasinya terus mengawal dugaan […]

  • Pengendalian dengue Indonesia melalui RAN 2026–2029

    Indonesia Finalisasi RAN Dengue 2026–2029, Targetkan Nol Kematian pada 2030

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 414
    • 0Komentar

    JAKARTA, kabaristana.com | Pemerintah mematangkan Rencana Aksi Nasional (RAN) Pengendalian Dengue 2026–2029 untuk mengejar target global nol kematian akibat dengue pada 2030. Kementerian Kesehatan menyusun rencana ini untuk menjawab tekanan urbanisasi, perubahan iklim, dan mobilitas penduduk yang terus meningkat. Tantangan Urbanisasi dan Iklim Dorong Strategi Terpadu Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes, Murti Utami, menegaskan pemerintah […]

expand_less