Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Mencegah Repetisi Pola Krisis Tata Kelola SDA di Sulawesi Tenggara

Mencegah Repetisi Pola Krisis Tata Kelola SDA di Sulawesi Tenggara

  • account_circle Adrian moita
  • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
  • visibility 390
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

(KabarIstana.com), JAKARTA — Adrian Moita menyampaikan pernyataan sikap tentang pentingnya pengelolaan sumber daya alam (SDA) yang berkelanjutan di Sulawesi Tenggara. Ia menyampaikan pandangan ini berdasarkan analisis data dan pengalaman pengelolaan SDA di berbagai daerah penghasil di Indonesia.

Adrian menilai kekayaan SDA tidak selalu menghasilkan kesejahteraan masyarakat. Banyak kajian kebijakan publik dan ekonomi politik menunjukkan kondisi tersebut. Para peneliti menyebut fenomena ini sebagai resource curse.

Fenomena itu muncul ketika eksploitasi sumber daya alam memicu masalah ekonomi, sosial, dan lingkungan.

Pengalaman Daerah Penghasil SDA

Adrian menjelaskan bahwa pengalaman sejumlah wilayah di Aceh dan Sumatera memberi pelajaran penting. Beberapa daerah penghasil minyak, gas, batu bara, dan mineral memiliki kontribusi besar terhadap produk domestik regional bruto (PDRB).

Namun, peningkatan kontribusi sektor ekstraktif tidak selalu menurunkan angka kemiskinan. Peningkatan tersebut juga tidak selalu memperbaiki kualitas pembangunan manusia secara signifikan.

Selain itu, sektor ekstraktif hanya menyerap tenaga kerja dalam jumlah terbatas. Kondisi ini tidak sebanding dengan kontribusinya terhadap PDRB daerah.

Tekanan Lingkungan Akibat Aktivitas Tambang

Data nasional menunjukkan aktivitas pertambangan memberi tekanan besar terhadap lingkungan. Aktivitas tersebut berdampak pada hutan, wilayah pesisir, dan kualitas sumber daya air.

Tekanan lingkungan tersebut memicu berbagai risiko. Beberapa di antaranya adalah meningkatnya bencana hidrometeorologi, konflik agraria, dan kerusakan ekosistem.

Adrian menegaskan bahwa berbagai persoalan ini saling berkaitan. Lemahnya perencanaan tata ruang sering memicu masalah tersebut. Kurangnya transparansi perizinan juga memperparah kondisi ini.

“Keterbatasan pengawasan terhadap aktivitas ekstraktif ikut memperbesar dampak yang muncul,” ujar Adrian Moita.

Pentingnya Tata Kelola SDA yang Lebih Kuat

Adrian menilai kebijakan SDA sering berfokus pada peningkatan produksi jangka pendek. Pendekatan tersebut berpotensi menimbulkan biaya sosial dan lingkungan bagi masyarakat.

Karena itu, pemerintah perlu menerapkan pendekatan kehati-hatian dalam pembangunan sektor SDA.

Dalam konteks Sulawesi Tenggara, aktivitas pertambangan dan industri mineral meningkat dalam satu dekade terakhir. Peningkatan ini perlu diimbangi dengan tata kelola yang lebih kuat.

Data perizinan dan produksi menunjukkan adanya hubungan antara ekspansi sektor ekstraktif dan tekanan terhadap ruang hidup masyarakat. Ekosistem darat dan pesisir juga ikut terdampak.

Pencegahan Risiko Sejak Tahap Awal

Adrian mendorong pemerintah memperkuat pencegahan risiko sejak tahap awal. Langkah ini dapat dilakukan melalui penguatan basis data lingkungan.

Selain itu, pemerintah perlu mengevaluasi daya dukung dan daya tampung wilayah. Integrasi kebijakan perizinan dengan rencana pembangunan jangka panjang juga menjadi hal penting.

Menurut Adrian, pendekatan berbasis data dapat mengurangi risiko kerusakan lingkungan dan konflik sosial di masa depan.

“Pernyataan sikap ini bertujuan agar Sulawesi Tenggara tidak mengalami pola masalah yang sama seperti daerah lain. Kami mendukung pembangunan, tetapi pembangunan harus berjalan secara berkelanjutan dan akuntabel,” kata Adrian.

Sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, dan Masyarakat

Adrian menegaskan keberhasilan pengelolaan SDA sangat bergantung pada kerja sama semua pihak. Pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat harus membangun sinergi yang kuat.

Ia menilai tata kelola yang transparan dan berbasis data akan membantu menciptakan pembangunan jangka panjang yang lebih berkelanjutan.

Juru Bicara: Adrian Moita

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • serangan roket Hizbullah Israel di wilayah utara dekat perbatasan Lebanon

    Hizbullah Klaim 20 Serangan Roket dan Drone ke Israel Utara, Targetkan Basis Militer

    • calendar_month Minggu, 8 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 207
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) | Hizbullah meluncurkan sekitar 20 serangan roket dan drone ke sejumlah target militer Israel di wilayah utara pada Sabtu (8/3). Kelompok yang berbasis di Lebanon itu menyebut serangan ini sebagai respons atas operasi militer Israel di berbagai wilayah Lebanon. Melalui pernyataan di Telegram, Hizbullah menyebut beberapa kota dan fasilitas militer Israel menjadi sasaran. […]

  • warga desa ngurit gelar ritual adat kaharingan Dayak maanyan,menjaga harmoni dengan alam dan leluhur.

    warga desa ngurit gelar ritual adat kaharingan Dayak maanyan,menjaga harmoni dengan alam dan leluhur.

    • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
    • account_circle Retanto
    • visibility 70
    • 0Komentar

    BARITO SELATAN, Kabaristana.com – Warga Desa Ngurit, Kecamatan Gunung Bintang Awai, Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah, menggelar ritual adat Hindu Kaharingan pada Sabtu (11/7/2026). Ritual berlangsung di RT 02 Desa Ngurit. Kegiatan ini menjadi tradisi turun-temurun Suku Dayak Ma’anyan. Hingga kini, masyarakat tetap menjaga dan melestarikan warisan budaya tersebut. Tokoh adat Hindu Kaharingan, Resto, memimpin […]

  • awan tebal di wilayah Indonesia

    Cuaca Berawan Indonesia Dominasi Wilayah, BMKG Senin

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 286
    • 0Komentar

    Jakarta, kabaristana.com | cuaca berawan Indonesia diprakirakan mendominasi sebagian besar wilayah pada Senin. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan prakiraan tersebut berdasarkan hasil pemantauan kondisi atmosfer terkini di berbagai daerah. Prakirawan cuaca BMKG, Bintari Ayuningtyas, menjelaskan bahwa wilayah Indonesia bagian barat berpotensi mengalami cuaca berawan hingga berawan tebal. Wilayah tersebut meliputi Pekanbaru, Tanjung Pinang, […]

  • Indonesia vs Saint Kitts latihan Timnas Indonesia di Stadion Madya Senayan Jakarta

    Debut Herdman Dimulai: Baggott Starter, Idzes Kapten saat Indonesia Tantang Saint Kitts & Nevis

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 180
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) || Timnas Indonesia menghadapi Saint Kitts & Nevis pada laga pembuka FIFA Series 2026 di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (27/3/2026) pukul 20.00 WIB. Selain itu, John Herdman menjalani debutnya sebagai pelatih Garuda. Sejak awal laga, John Herdman langsung memasang Elkan Baggott di lini belakang. Dengan keputusan itu, Baggott kembali memperkuat tim […]

  • Truk LPG Bandung diduga picu kecelakaan beruntun di Jalan Leuwipanjang yang menewaskan seorang wanita.

    Diduga Micro Sleep, Truk LPG Picu Kecelakaan Beruntun di Bandung, Seorang Wanita Tewas

    • calendar_month Rabu, 29 Jul 2026
    • account_circle Retanto
    • visibility 67
    • 0Komentar

    Jakarta, (Kabaristana.com)– Sebuah truk pengangkut gas LPG diduga mengalami micro sleep hingga memicu kecelakaan beruntun di Jalan Leuwipanjang, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (29/7) sekitar pukul 12.15 WIB. Peristiwa itu menewaskan seorang wanita pengendara sepeda motor dan menyebabkan satu korban lainnya mengalami luka berat. Kanit Gakkum Satlantas Polrestabes Bandung, AKP Fiekry, mengatakan dugaan sementara mengarah […]

  • Penganiayaan THM Exodus Kendari disorot Ampuh Sultra

    Tanggapi Kasus Penganiayaan di Exodus Kendari, Ampuh Sultra Desak Pemkot Cabut Izin Operasionalnya dan Terbitkan SK Moratorium THM.

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 110
    • 3Komentar

    JAKARTA, Kabaristana.com – Aliansi Masyarakat Peduli Hukum (Ampuh) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyoroti kasus penganiayaan yang terjadi di Tempat Hiburan Malam (THM) Exodus Kendari beberapa waktu lalu. Ampuh menilai insiden tersebut bukan pertama kali terjadi dan terus memicu keresahan di tengah masyarakat. Direktur Ampuh Sultra, Hendro Nilopo, mengatakan keberadaan sejumlah THM, khususnya Exodus, memicu kekhawatiran masyarakat […]

expand_less