Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » Prabowo Siapkan Strategi Hemat Energi, WFH Jadi Opsi Redam Dampak Krisis Global

Prabowo Siapkan Strategi Hemat Energi, WFH Jadi Opsi Redam Dampak Krisis Global

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
  • visibility 279
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, (Kabaristana.com) | Presiden Prabowo Subianto menyiapkan langkah penghematan energi nasional untuk menghadapi ketidakpastian pasokan global. Ia mendorong penerapan kerja dari rumah (WFH) satu hari dalam sepekan sebagai salah satu solusi.

Prabowo membahas kebijakan tersebut bersama para menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (19/3/2026). Dalam rapat itu, ia menyoroti meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah yang berpotensi memicu kenaikan harga energi.

Ia menegaskan pentingnya efisiensi energi di berbagai sektor untuk menjaga ketahanan nasional. Pemerintah pun mengarahkan penghematan pada sektor dengan konsumsi energi tinggi, seperti transportasi dan aktivitas perkantoran.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menjelaskan bahwa pemerintah sedang menyusun skema WFH satu hari per minggu. Ia menilai kebijakan ini mampu mengurangi konsumsi bahan bakar minyak (BBM) secara signifikan.

“Penghematan dari mobilitas bensin bisa mencapai sekitar seperlima dari penggunaan normal,” kata Airlangga.

Pemerintah menargetkan penerapan kebijakan ini tidak hanya untuk aparatur sipil negara (ASN), tetapi juga bagi sektor swasta dan pemerintah daerah. Saat ini, pemerintah terus merancang teknis pelaksanaan agar kebijakan tetap menjaga produktivitas kerja.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk menekan dampak eksternal terhadap ekonomi domestik, khususnya pada sektor energi dan biaya logistik.

Pemerintah merencanakan penerapan WFH mulai setelah Lebaran 2026. Namun, pemerintah masih mematangkan jadwal pelaksanaan sambil menyelesaikan seluruh aspek teknis.

  • Penulis: Rahman
  • Editor: Nur Wayda

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • kasus penahanan bhayangkari vanessa terkait dugaan ktp

    Ibu Perjuangkan Keadilan Anak, Bhayangkari Vanessa Ditahan di Mabes Polri Terkait Dugaan KTP Bermasalah

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 384
    • 0Komentar

    JAKARTA, kabaristana.com | 12 Februari 2026 — Penahanan bhayangkari Vanessa di Mabes Polri pada Kamis (12/2/2026) menarik perhatian publik. Penyidik menahan Vanessa terkait dugaan kesalahan status Kartu Tanda Penduduk (KTP). Proses Penahanan di Mabes Polri Penyidik melakukan penahanan di Mabes Polri dengan pendampingan kuasa hukum Vanessa, Yamin. Setelah proses tersebut selesai, Firdaus Owibowo bersama Ketua […]

  • Harga perak dunia tertekan The Fed dan konflik Iran

    Perak Dunia Bergerak Fluktuatif, Pasar Dibayangi Kebijakan The Fed dan Konflik Iran

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 151
    • 0Komentar

    JAKARTA, (kabaristana.com) – Harga perak dunia bergerak tidak menentu sepanjang perdagangan pekan ini. Pelaku pasar terus mencermati arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat dan perkembangan konflik di Timur Tengah. Pada penutupan perdagangan Jumat (22/5/2026), harga perak berada di level US$76,56 per troy ounce. Posisi itu turun tipis dibanding perdagangan Kamis yang mencapai US$76,69 per troy […]

  • aksi mahasiswa segel kantor Solway Investment Group Indonesia di Jakarta

    DULU DISANKSI AMERIKA, KINI BERULAH DI INDONESIA: JEJAK KELAM SOLWAY SWISS TERDETEKSI DI KONAWE UTARA, MAHASISWA SEGEL KANTOR AQUILA!

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle jurnalis1
    • visibility 465
    • 1Komentar

    JAKARTA, kabaristana.com — Publik Indonesia kembali menyoroti aktivitas Solway Investment Group, perusahaan tambang asal Swiss yang beroperasi di Sulawesi Tenggara. Di Indonesia, Solway menjalankan bisnisnya melalui Aquila Nickel Group dan anak usaha PT Bumi Konawe Minerina. Namun demikian, sorotan tersebut tidak muncul tanpa alasan. Sejumlah aktivis menilai perusahaan ini membawa rekam jejak bermasalah dari luar […]

  • Pengembangan AI Indonesia berpeluang masuk peta teknologi globa

    Indonesia Dinilai Berpeluang Masuk Peta Global Pengembangan AI

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 416
    • 2Komentar

    JAKARTA, kabaristana.com | Ketertinggalan dalam penguasaan kecerdasan buatan masih membayangi banyak negara berkembang, termasuk Indonesia. Di tengah pesatnya pemanfaatan AI, muncul risiko Indonesia hanya menjadi pasar teknologi asing tanpa peran strategis. Kondisi ini berdampak langsung pada daya saing ekonomi nasional. Tanpa penguasaan teknologi inti, ketergantungan pada produk luar akan terus meningkat. Persaingan Global AI Belum […]

  • petani menanam varietas padi tahan kekeringan di lahan sawah

    Kementan Dorong Petani Gunakan Varietas Padi Tahan Kekeringan Hadapi Kemarau 2026

    • calendar_month Minggu, 15 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 305
    • 0Komentar

    JAKARTA, (kabaristana.com) | Kementerian Pertanian (Kementan) mengajak petani memanfaatkan varietas padi adaptif untuk menghadapi potensi musim kemarau yang diperkirakan datang lebih cepat pada 2026. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meminta pemerintah daerah segera mengambil langkah antisipasi. Ia menekankan pentingnya pemetaan wilayah rawan kekeringan dan penguatan sistem peringatan dini. Menurut Amran, petani perlu menanam varietas padi […]

  • Pengendalian dengue Indonesia melalui RAN 2026–2029

    Indonesia Finalisasi RAN Dengue 2026–2029, Targetkan Nol Kematian pada 2030

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 416
    • 0Komentar

    JAKARTA, kabaristana.com | Pemerintah mematangkan Rencana Aksi Nasional (RAN) Pengendalian Dengue 2026–2029 untuk mengejar target global nol kematian akibat dengue pada 2030. Kementerian Kesehatan menyusun rencana ini untuk menjawab tekanan urbanisasi, perubahan iklim, dan mobilitas penduduk yang terus meningkat. Tantangan Urbanisasi dan Iklim Dorong Strategi Terpadu Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes, Murti Utami, menegaskan pemerintah […]

expand_less