Jakarta, (Kabaristana.com) – Dua ekor sapi asal Kabupaten Bantul masuk daftar hewan kurban Presiden RI Prabowo Subianto untuk Idul Adha 1447 Hijriah. Keberhasilan itu menunjukkan kualitas ternak Bantul yang terus mendapat perhatian pemerintah pusat.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul, Joko Waluyo, mengatakan dua sapi tersebut berasal dari wilayah Kasihan dan Pleret. Sebelumnya, tim pemerintah pusat bersama Pemerintah Daerah DIY menyeleksi sejumlah ternak dari berbagai daerah.
“Dua sapi dari Bantul berhasil lolos seleksi. Sapi itu berasal dari Kasihan dan Pleret,” kata Joko di Bantul, Minggu.
Seleksi Hewan Kurban Berlangsung Ketat
Awalnya, DKPP Bantul mengirim sembilan sapi terbaik milik peternak lokal untuk mengikuti seleksi calon hewan kurban presiden. Setelah itu, tim penilai memilih dua sapi yang memenuhi standar kesehatan dan kualitas.
Joko menegaskan tim pemerintah pusat menentukan seluruh hasil seleksi. Sementara itu, DKPP Bantul hanya mengusulkan ternak dengan syarat administrasi lengkap, kondisi sehat, dan bobot ideal.
Rata-rata sapi dalam seleksi memiliki berat hidup mendekati satu ton. Selain memeriksa bobot, tim juga mengecek kondisi fisik dan kesehatan hewan secara menyeluruh agar kualitas ternak tetap terjaga.
Peternak Bantul Semakin Percaya Diri
Menurut Joko, keberhasilan itu menjadi kebanggaan bagi peternak setempat. Bahkan, kepercayaan pemerintah pusat terhadap kualitas ternak Bantul terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
“Prestasi ini memberi motivasi besar bagi peternak agar terus meningkatkan kualitas pemeliharaan ternak,” ujarnya.
Selain mengawasi kesehatan hewan, DKPP Bantul juga rutin mendampingi peternak di lapangan. Dengan demikian, pemerintah daerah berharap peternak mampu menghasilkan sapi berkualitas tinggi untuk memenuhi kebutuhan kurban nasional pada masa mendatang.
Selama beberapa tahun terakhir, pemerintah pusat rutin memilih ternak asal Bantul sebagai hewan kurban presiden. Karena itu, peternak berharap kepercayaan tersebut dapat membuka peluang pasar yang lebih luas bagi peternakan lokal.
Saat ini belum ada komentar