Prabowo Panggil Kepala dan Wakil Kepala Bakom, Minta Dengarkan Keluhan dan Kritik Masyarakat
- account_circle Redaksi
- calendar_month Minggu, 4 Okt 2026
- visibility 220
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto: Prabowo memanggil kepala dan wakil kepala Bakom ke kediamannya (Instagram Setkab/@sekretariat.kabinet)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, (KABARISTANA.COM) — Presiden Prabowo Subianto memanggil Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Syahganda Nainggolan dan Wakil Kepala Bakom Fadli Tri Hartono di kediamannya. Prabowo meminta agar Bakom membangun komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat serta meneruskan kritik yang disampaikan masyarakat.
Pertemuan tersebut dikonfirmasi melalui Instagram resmi Sekretariat Kabinet, @sekretariat.kabinet, yang dilihat redaksi, Minggu (4/10/2026). Prabowo disebut bertemu dengan keduanya pada sore hari.
“Dalam pertemuan tersebut, Presiden berdiskusi mengenai penguatan peran Badan Komunikasi Pemerintah dalam menyampaikan program, hasil, dan manfaatnya kepada masyarakat, sekaligus membangun komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat,” tulis Sekretariat Kabinet.
Prabowo juga menekankan agar komunikasi pemerintah dapat mudah diterima dengan menggunakan bahasa yang sederhana.
“Bukan hanya menyampaikan apa yang dikerjakan pemerintah, tetapi juga menjelaskan arah dan pemikiran di balik setiap kebijakan,” imbuh Setkab.
Selain itu, Prabowo mengingatkan agar Bakom menampung setiap keluhan hingga kritik masyarakat. Prabowo ingin agar kritik tersebut diteruskan langsung kepada kementerian dan lembaga terkait.
“Presiden juga mengingatkan agar Badan Komunikasi Pemerintah tidak hanya menyampaikan informasi kepada masyarakat, tetapi juga mendengarkan masukan, keluhan, dan kritik masyarakat untuk kemudian diteruskan kepada kementerian dan lembaga terkait, termasuk kepada Presiden,” tutur Setkab.
dalam Pertemuan tersebut juga diharapkan dapat memperkuat komunikasi pemerintah yang lebih terbuka, dialogis, dan berkesinambungan antara pemerintah, media, dan masyarakat.
“Dengan demikian, setiap kebijakan dan pemikiran Presiden dapat dipahami secara utuh, sekaligus untuk memastikan suara dan aspirasi masyarakat dapat didengar oleh pemerintah,” lanjut Setkab.
- Penulis: Redaksi



Saat ini belum ada komentar