Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukum » Aksi Puskom di Kemenag RI Soroti Dugaan Suap Izin Prodi, Kekerasan Seksual, dan Tata Kelola IAI Rawa Aopa

Aksi Puskom di Kemenag RI Soroti Dugaan Suap Izin Prodi, Kekerasan Seksual, dan Tata Kelola IAI Rawa Aopa

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
  • visibility 167
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, (Kabaristana.com) – Pusat Studi Konstitusi Indonesia (Puskom) menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Kementerian Agama RI pada Rabu, 13 Mei 2026. Ratusan mahasiswa, masyarakat, dan orang tua mahasiswa IAI Rawa Aopa mengikuti aksi tersebut.

Massa mendesak Menteri Agama RI segera mengevaluasi Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Kemenag RI. Puskom menilai Diktis lamban menangani dugaan pelanggaran di IAI Rawa Aopa dan Yayasan Rawa Aopa.

Puskom juga menyoroti dugaan kegagalan kampus dalam melindungi korban kekerasan seksual. Selain itu, mereka menyinggung dugaan suap izin operasional Program Studi Ekonomi Syariah.

Massa Tolak Mediasi Awal

Aksi sempat memanas ketika massa mencoba memasuki area Kantor Kementerian Agama RI. Aparat kepolisian kemudian menghadang massa aksi.

Pihak keamanan menawarkan mediasi dengan unsur Diktis Kemenag RI. Namun, Koordinator Puskom, Robby Anggara, menolak tawaran tersebut.

“Kami datang untuk bertemu Menteri Agama. Kami tidak mau bertemu bawahan menteri yang kami duga mempersulit pengaduan kami,” ujar Robby dalam orasinya.

Menurut Puskom, aksi itu merupakan aksi kedua. Sebelumnya, mereka menggelar demonstrasi pada 22 April 2026. Namun, hingga aksi kedua berlangsung, Puskom belum melihat langkah konkret dari Diktis.

Puskom Paparkan Dugaan Pelanggaran

Setelah beberapa jam berorasi, pihak Kemenag RI membuka ruang mediasi. Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI), Prof. Dr. Phil. Sahiron Syamsuddin, M.A., menerima empat perwakilan massa aksi.

Dalam pertemuan tersebut, Robby Anggara memaparkan sejumlah dugaan persoalan di IAI Rawa Aopa. Ia menyebut dugaan pelanggaran perlindungan korban kekerasan seksual dan dugaan pelanggaran mutu pendidikan.

Puskom juga menyoroti dugaan suap izin operasional prodi. Selain itu, mereka menyinggung dugaan komersialisasi pendidikan.

Robby menilai kampus lebih menekankan jumlah mahasiswa dan status kelembagaan. Menurutnya, kampus justru mengabaikan mutu pendidikan dan perlindungan mahasiswa.

“Dugaan suap izin prodi hingga dugaan jual beli ijazah menunjukkan gejala komersialisasi pendidikan,” tegas Robby.

Puskom Siap Serahkan Bukti

Puskom mengaku siap menyerahkan sejumlah bukti kepada Inspektorat Jenderal Kementerian Agama RI. Mereka meminta Kemenag segera melakukan investigasi.

“Semua kami punya buktinya. Kami siap menyerahkan ke Itjen Kementerian Agama RI untuk dilakukan investigasi,” kata Robby.

Menanggapi tuntutan tersebut, Direktur PTKI Prof. Sahiron menyatakan pihaknya telah mengirim surat klarifikasi kepada kampus. Ia juga meminta Kopertais melakukan pemeriksaan.

“Saat ini kami sudah melayangkan surat klarifikasi ke kampus dan permintaan pemeriksaan oleh Kopertais,” ujar Prof. Sahiron.

Dugaan Suap Izin Prodi

Salah satu perwakilan aksi, Apriansyah, menyinggung dugaan suap izin prodi. Ia menyebut pihaknya memiliki rekaman percakapan telepon sebagai bukti awal.

Dalam mediasi itu, Direktur PTKI meminta massa memutar video rekaman tersebut. Setelah mencermati isi rekaman, Prof. Sahiron meminta perwakilan aksi membuat laporan resmi ke Itjen Kemenag RI.

“Kami juga akan memanggil pihak berinisial L untuk dimintai keterangan terkait video percakapan tersebut,” jelasnya.

Usai mediasi, massa aksi membubarkan diri dengan tertib. Puskom menegaskan akan melanjutkan langkah advokasi ke KPK RI.

“Pendidikan Islam harus bersih dari transaksi. Izin prodi tidak boleh diperjualbelikan,” tutup Robby.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Aliansi Masyarakat dan Pemuda Peduli Keadilan Kolaka Utara Dorong Evaluasi Tata Kelola Pertambangan PT Riota Jaya Lestari

    Aliansi Masyarakat dan Pemuda Peduli Keadilan Kolaka Utara Dorong Evaluasi Tata Kelola Pertambangan PT Riota Jaya Lestari

    • calendar_month Senin, 3 Agt 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 402
    • 0Komentar

    JAKARTA, (kabaristana.com) — Aliansi Masyarakat dan Pemuda Peduli Keadilan Kolaka Utara menggelar aksi demonstrasi pada Senin, 3 Agustus 2026. Aliansi juga melayangkan laporan resmi kepada Kementerian ESDM RI, Kementerian ATR/BPN RI, dan Kementerian Kehutanan RI. Mereka meminta pemerintah pusat segera mengambil langkah konkret terkait berbagai persoalan yang berkembang di sekitar aktivitas pertambangan PT Riota Jaya […]

  • Aksi mahasiswa GMII menyoroti dugaan korupsi kontrak PT Antam di depan KPK RI

    GMII Tegaskan Perlawanan: Kasus Rp 890 Miliar Jangan Dibiarkan

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 445
    • 0Komentar

    JAKARTA, kabaristana.com | Gerakan Mahasiswa Intelektual Indonesia (GMII) kembali menyuarakan kritik terhadap kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia. GMII menilai KPK belum menunjukkan langkah nyata dalam menangani dugaan korupsi kontrak jasa sewa alat berat di lingkungan PT Antam Tbk. Hingga kini, KPK belum menyampaikan perkembangan resmi kepada publik. Kondisi ini memicu pertanyaan dan spekulasi di […]

  • Sekolah Rakyat Juli 2026 siap beroperasi untuk melayani lebih dari 45 ribu anak kurang mampu di Indonesia

    Sekolah Rakyat Siap Dibuka Juli 2026, Pemerintah Targetkan Layani Lebih dari 45 Ribu Anak

    • calendar_month Sabtu, 30 Mei 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 203
    • 0Komentar

    JAKARTA, (kabaristana.com) – Pemerintah mempercepat persiapan pembukaan Sekolah Rakyat yang akan memulai kegiatan belajar pada tahun ajaran baru Juli 2026. Program ini menargetkan lebih dari 45 ribu anak dari keluarga kurang mampu di seluruh Indonesia. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya bertemu dengan Menteri Sosial Saifullah Yusuf di Jakarta, Sabtu, untuk memastikan kesiapan program tersebut. Pertemuan […]

  • Momen Prabowo cium bayi keluarga prajurit TNI gugur

    Prabowo Hibur Keluarga Prajurit Gugur, Cium Kepala Bayi di Tengah Suasana Duka

    • calendar_month Sabtu, 4 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 156
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) || Momen Prabowo cium bayi prajurit TNI gugur menjadi perhatian publik. Presiden Prabowo Subianto hadir langsung dalam prosesi takziah di Bandara Soekarno-Hatta untuk menyampaikan belasungkawa kepada keluarga. Momen Haru di Tengah Duka Keluarga Prajurit Suasana duka terasa kuat saat Presiden menghampiri keluarga prajurit. Ia mendekati istri Sersan Kepala Anumerta Muhammad Nur Ichwan yang […]

  • Ilustrasi Bupati Cianjur terkaya pada era kolonial dengan gaya hidup mewah, kontras dengan penderitaan petani kopi dalam sistem tanam paksa di Jawa.

    Bupati Cianjur Terkaya pada Era Kolonial: Kemewahan Elite di Tengah Penderitaan Rakyat

    • calendar_month Sabtu, 18 Apr 2026
    • account_circle Retanto
    • visibility 267
    • 1Komentar

    Jakarta, {kabaristana.com}-Kisah Bupati Cianjur terkaya pada masa kolonial menunjukkan ketimpangan tajam antara elite dan rakyat. Pada saat yang sama, daerah tampak makmur. Namun demikian, masyarakat justru menghadapi tekanan berat akibat sistem tanam paksa kopi. Gambaran Ketimpangan di Cianjur Pada awal abad ke-19, Cianjur berkembang menjadi pusat produksi kopi di Jawa. Selain itu, pemerintah kolonial mendorong […]

  • Yonif 700 Raider Gelar Karya Bakti

    Yonif 700 Raider Gelar Karya Bakti

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle Porondosi
    • visibility 232
    • 0Komentar

    Jakarta, kabaristana.com – Yonif 700 Raider/WYC, melaksanakan kegiatan karya bakti pembersihan sampah di Pasar Terong, Kota Makassar. Kegiatan sosial ini menjadi wujud nyata kepedulian prajurit TNI Angkatan Darat terhadap kebersihan lingkungan sekaligus kenyamanan masyarakat yang beraktivitas di pasar tradisional. (08/02/2026)., Prajurit dari Batalyon 700 Raider Wira Cakti Yudha memulai kegiatan sejak pagi hari. Mereka menyisir […]

expand_less