Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Metropolitan » Pengawasan Hewan Kurban DKI Cegah PMK Jelang Idul Adha

Pengawasan Hewan Kurban DKI Cegah PMK Jelang Idul Adha

  • account_circle Retanto
  • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
  • visibility 170
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, (Kabaristana.com)-Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meningkatkan pengawasan hewan kurban DKI menjelang Idul Adha 2026. Langkah itu bertujuan mencegah penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) sekaligus memastikan hewan kurban tetap sehat dan layak jual.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Hasudungan A. Sidabalok, mengatakan petugas kesehatan hewan sudah bersiaga di lima wilayah administrasi Jakarta. Petugas memeriksa hewan sejak tiba di lokasi penampungan hingga masuk ke area penjualan.

Pengawasan Hewan Kurban DKI Berjalan Ketat

Petugas kesehatan hewan memeriksa suhu tubuh, kondisi fisik, dan perilaku hewan kurban. Mereka memastikan hewan tidak menunjukkan tanda penyakit menular seperti PMK.

Dinas KPKP meminta pedagang memisahkan hewan baru dari hewan yang lebih dulu berada di kandang. Pedagang juga harus mengelompokkan hewan berdasarkan jenis untuk mengurangi risiko penularan penyakit.

Petugas meminta pedagang menaruh hewan sakit, pincang, atau cacat di kandang khusus. Pedagang harus menjaga jarak kandang isolasi dari kandang utama agar hewan sehat tetap aman.

Pedagang Wajib Menjaga Kebersihan Kandang

Pemerintah mengingatkan pedagang untuk menjaga kebersihan kandang selama masa penjualan hewan kurban. Pedagang harus menyediakan pakan dan air bersih setiap hari agar kondisi hewan tetap baik.

Pedagang juga wajib segera melapor kepada petugas ketika menemukan hewan dengan gejala sakit. Langkah cepat membantu petugas mencegah penyebaran penyakit ke hewan lain di lokasi penjualan.

Pengawasan hewan kurban DKI akan terus berlangsung hingga Idul Adha. Pemerintah berharap masyarakat merasa aman dan nyaman saat membeli hewan kurban di lapak resmi yang berada di bawah pengawasan petugas kesehatan hewan.

  • Penulis: Retanto
  • Editor: Wilda

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mutasi Kajari Karo: Danke Rajagukguk Dinonaktifkan Sementara, Kejagung Tunggu Hasil Pemeriksaan

    Mutasi Kajari Karo: Danke Rajagukguk Dinonaktifkan Sementara, Kejagung Tunggu Hasil Pemeriksaan

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 563
    • 6Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) || Mutasi Kajari Karo menarik perhatian publik setelah Kejaksaan Agung memindahkan Danke Rajagukguk dari jabatan strategisnya. Kejagung kini menempatkan Danke pada posisi fungsional untuk sementara waktu. Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Anang Supriatna, menjelaskan bahwa Kejagung mengambil langkah ini sebagai bagian dari mekanisme internal. Ia menegaskan bahwa lembaga kerap melakukan mutasi dalam situasi […]

  • OTT PT ST Nickel di Konawe terkait dugaan pemerasan dan suap perusahaan tambang

    HIMA-PPHI Imbau Masyarakat Tidak Terprovokasi Isu Penetapan Tersangka Ketua Kadin Sultra, Media Diminta Sajikan Informasi Akurat

    • calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 266
    • 0Komentar

    Kendari, (Kabaristana.com) | Masyarakat diminta tidak terprovokasi isu penetapan tersangka Ketua Kadin Sulawesi Tenggara. Isu ini beredar luas di media sosial dan media online. Informasi yang belum pasti dapat memicu kegaduhan. Ketua Himpunan Mahasiswa Pemerhati Penegak Hukum Indonesia (HIMA-PPHI), Irjal Ridwan, SH, menyampaikan imbauan tersebut. Ia meminta semua pihak menghormati proses hukum. Ia juga menolak […]

  • Adies Kadir Hakim MK saat pelantikan di Istana Negara Jakarta

    Adies Kadir Hakim MK Disorot Publik Sejak Dilantik Presiden

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 263
    • 0Komentar

    Jakarta, kabaristana.com | Adies Kadir Hakim MK menarik perhatian publik setelah Presiden Prabowo Subianto melantiknya sebagai Hakim Konstitusi. DPR mengubah keputusan dalam waktu singkat, sehingga publik mempertanyakan transparansi dan independensi Mahkamah Konstitusi. Isu ini penting karena Mahkamah Konstitusi berperan sebagai pengawal konstitusi. Lembaga ini mengadili sengketa pemilu, menguji undang-undang, dan menyelesaikan konflik kewenangan antar-lembaga negara. […]

  • Iran tuntut AS kompensasi ditunjukkan melalui ilustrasi bendera Iran dan Amerika Serikat

    Iran Desak AS Bayar Kompensasi dan Angkat Pasukan dari Teluk Persia

    • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 241
    • 1Komentar

    TEHERAN, (Kabaristana.com) | Iran menuntut Amerika Serikat membayar kompensasi atas kerusakan akibat serangan militer serta menarik seluruh pasukannya dari kawasan Teluk Persia sebagai syarat utama untuk menghentikan konflik yang terus meningkat. Anggota Dewan Penentu Kebijakan Iran, Mohsen Rezaei, menyampaikan tuntutan tersebut dalam wawancara dengan stasiun televisi Iran SNN pada Sabtu. Ia menegaskan Iran hanya akan […]

  • KKJ Sultra mengecam Kadispar Ridwan Badallah usai menyebut wartawan “idiot” dan mendesak permintaan maaf secara terbuka.

    KKJ Sultra Kecam Kepala Dinas Pariwisata Sultra Usai Sebut Wartawan “Idiot”

    • calendar_month Sabtu, 12 Sep 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 145
    • 0Komentar

    Kendari, (KABARISTANA.COM) – Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mengecam pernyataan Kepala Dinas Pariwisata Sultra, Ridwan Badallah, yang menyebut wartawan dengan kata “idiot” melalui akun TikTok pribadinya @eRBe#bersuara. Koordinator KKJ Sultra, Fadli Aksar, menilai pernyataan tersebut tidak pantas disampaikan seorang pejabat publik karena merendahkan profesi jurnalis. Ia menegaskan, keberatan terhadap kerja jurnalistik seharusnya disampaikan […]

  • Penderitaan Suku Indian di Amerika: Sejarah Penindasan yang Berlanjut

    Penderitaan Suku Indian di Amerika: Sejarah Penindasan yang Berlanjut

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • account_circle Porondosi
    • visibility 454
    • 0Komentar

    Jakarta, kabaristana.com– Penderitaan Indian Amerika mencerminkan sejarah panjang penindasan terhadap masyarakat adat di Amerika Serikat. Sejak masa kolonisasi Eropa, berbagai kebijakan negara secara aktif menggusur, melemahkan, dan meminggirkan suku-suku Indian dari tanah serta kehidupan mereka. Oleh karena itu, isu ini tidak bisa dipahami sebagai peristiwa masa lalu semata, melainkan sebagai persoalan struktural yang masih berdampak […]

expand_less