HIMA-PPHI Imbau Masyarakat Tidak Terprovokasi Isu Penetapan Tersangka Ketua Kadin Sultra, Media Diminta Sajikan Informasi Akurat
- account_circle Rahman
- calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
- visibility 218
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto : Irjal Ridwan
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kendari, (Kabaristana.com) | Masyarakat diminta tidak terprovokasi isu penetapan tersangka Ketua Kadin Sulawesi Tenggara. Isu ini beredar luas di media sosial dan media online. Informasi yang belum pasti dapat memicu kegaduhan.
Ketua Himpunan Mahasiswa Pemerhati Penegak Hukum Indonesia (HIMA-PPHI), Irjal Ridwan, SH, menyampaikan imbauan tersebut. Ia meminta semua pihak menghormati proses hukum. Ia juga menolak opini yang berkembang tanpa dasar resmi.
Irjal menilai masyarakat harus lebih bijak dalam menerima informasi. Banyak informasi beredar tanpa verifikasi. Kondisi ini berpotensi menyesatkan publik.
“Kami mengimbau masyarakat tidak mudah terprovokasi isu penetapan tersangka Ketua Kadin Sultra. Percayakan proses ini kepada aparat penegak hukum,” ujar Irjal.
Ia menegaskan aparat harus bekerja profesional dan transparan. Proses hukum harus berjalan sesuai aturan yang berlaku.
Irjal juga menyoroti peran media massa. Ia meminta media menjaga akurasi dan keseimbangan berita. Media harus menyampaikan fakta yang telah terverifikasi.
“Media harus menghindari informasi yang belum jelas. Pemberitaan yang keliru bisa memicu konflik di masyarakat,” tegasnya.
HIMA-PPHI mendukung penegakan hukum yang berjalan. Namun, semua pihak harus menjunjung asas praduga tak bersalah. Publik tidak boleh menghakimi sebelum ada putusan hukum.
Di akhir pernyataan, Irjal mengajak masyarakat menjaga stabilitas daerah. Ia juga meminta generasi muda lebih kritis terhadap informasi. Masyarakat harus menyaring setiap informasi sebelum mempercayainya.
- Penulis: Rahman
- Editor: Nur Wayda



Saat ini belum ada komentar